[ad_1]
Hanni NewJeans menitikkan air mata saat memberikan kesaksian keterkaitan pengalamannya intimidasi berpengalaman di tempat kerja. Ia menyampaikan bahwa agensi HYBE diduga sengaja merusak nama baik grupnya, dan manajer artis lain sengaja mengabaikannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komite Lingkungan Hidup dan Perburuhan Majelis Nasional melakukan audit parlemen yang menargetkan Dewan Ekonomi, Sosial dan Perburuhan di bawah Kantor Presiden dan organisasi afiliasi Kementerian Tenaga Kerja.
Hanni, CEO Ador, dan Chief Human Assets Officer HYBE, Kim Jooyoung, dipanggil sebagai saksi. Uji coba ini membuat khusus perilaku intimidasi dan pelecehan di tempat kerja, menjadikan Hanni idola Okay-Pop pertama yang menghadiri audit parlemen.
Hanni NewJeans mengaku merasakannya intimidasi
September lalu, Hanni melakukan siaran langsung bersama anggota NewJeans lainnya. Ia mengaku pernah merasakannya intimidasi atau intimidasi dari manajer di bawah label HYBE.
Anggota NewJeans mengklaim bahwa mereka melaporkan situasi tersebut kepada CEO Ador, tetapi tak ada tindakan yang diambil.
“Ada lantai di gedung HYBE tempat kami menata rambut dan rias wajah. Ketika itu, kami sedang mempersiapkan penampilan di competition universitas di Busan. “Aku memberhentikan rambut dan riasanku lebih awal dan menunggu di lorong,” ujar Hanni dikutip dari laman tersebut semuakpop, Kamis (17/10/2024).
“Sambil menunggu, tiga anggota tim (label) lainnya lewat. Seorang manajer lewat. Saya menyapa para anggota dengan baik, dan sekitar 5 sampai 10 menit kemudian, orang yang sama kembali. Manajer lihat ke arah saya dan memberi tahu para anggota yang ada di sana. mengikutinya, 'Abaikan saja dia,'” lanjutnya.
Ia pun menjelaskan alasan melaporkan kejadian tersebut sebab sudah terjadi beberapa kali, dan ia tidak ingin orang lain merasakan hal serupa. Hanni juga membagikan contoh lain untuk memberi dukungan klaimnyamenggertak oleh agensinya.
“Bukan hanya kejadian itu saja. Sejak debutku, aku tak henti-hentinya bertemu dengan orang-orang berpangkat tinggi. Tetapi, setiap kali kami bertemu, mereka tidak pernah membalas salam saya. Di Korea, menghormati orang yang lebih tua yaitu bagian dari tradisi, dan saya menyadarinya. Tetapi, tidak membalas salam bukan hanya tidak profesional, tapi juga tidak sopan sebagai manusia, tegasnya.
Hanni menyampaikan, seharusnya situasi tersebut terekam di CCTV. Tetapi sayangnya hal itu tak ada ya, Bu.
“Saat saya pertama kali memberi tahu CEO Kim tentang situasi ini, dia menyampaikan tak ada bukti. Ujarnya ada rekaman CCTV, tapi hanya memperlihatkan saya sedang menyapa orang. Saya sulit mempercayainya, jadi saya meminta memeriksanya CCTV sendiri. “Seperti yang diharapkan, rekaman itu hanya menampilkan salam juga tidak ada apa pun setelahnya,” ujar Hanni.
Hanni bagaimanapun juga menangis sambil berterima kasih kepada orang-orang yang mendukungnya.
“Dengan jumlah besar orang mengkhawatirkan kami. Beberapa penggemar meminta maaf sebab telah dikarenakan kami merasakan hal ini, namun saya berterima kasih kepada Korea sebab mengizinkan saya melakukan apa yang saya sukai. “Orang-orang yang seharusnya meminta maaf justru menghindari tanggung jawab, dan itu membuat saya frustrasi,” ungkapnya.
Tanggapan dari ibu-ibu anggota NewJeans
Hanni NewJeans menangis saat bersaksi merasakan perundungan di tempat kerja/Foto: Instagram@newjeans_official
Sebelumnya, anggota Moms of NewJeans menyampaikan Kim Jooyoung mengklaim bahwa rekaman pengawasan Hanni yang diganggu telah hilang.
“Bagaimana dapat rekaman yang memperlihatkan Hanni menyapa anggota grup lainnya tetap ada, tapi rekaman yang mungkin saja menangkap momen 'abaikan dia' yang bermasalah dihapus?” ujar salah seorang ibu.
Sebagai orang tua tentu khawatir dengan apa yang dialami anak-anaknya sementara waktu. Menurutnya, hal tersebut tentu bisa mempengaruhi masa depan anggotanya.
|
|
“Ibu Hanni pertama kali mengangkat masalah ini kepada ibu-ibu lain sekitar akhir bulan Mei, menyampaikan betapa kesalnya dia setelah mendengar hal ini dari anaknya, bertanya-tanya apakah hal seperti ini dapat terjadi, dan mengkhawatirkan masa depan,” ujar seorang ibu.
Ia pun mengaku telah melaporkan kekhawatirannya kepada Kim Jooyoung, dan meminta pencegahan agar hal tersebut tidak terulang kembali.
“Kami mengungkapkan keprihatinan kami kepada Kim Jooyoung yang baru ditunjuk sebagai ketua dewan direksi ADOR dengan meminta pencegahan agar hal ini tidak terjadi lagi. Tetapi, mereka menunda prosesnya, dan bagaimanapun juga kembali dengan klaim yang penting. rekamannya sudah dihapus,” ujar sang ibu.
“Sudah empat bulan sejak kejadian itu. Kami mengungkapkan kekhawatiran kami pada bulan Juni, tetapi mereka tidak memperlihatkan tanda-tanda penyelesaian sampai bagaimanapun juga membuat keputusan memeriksanya CCTV. Tadinya saya skeptis, sebab ungkapnya CCTV tidak menangkap suara. Saya bertanya-tanya mengapa mereka mempersulit dan memperpanjang proses walaupun mereka mampu berbicara dengan Hanni dan orang maksudnya. Tetapi kami ingin mengecek rekaman CCTV, jadi kami menunggu. Tetapi bagaimanapun juga mereka menyampaikan bahwa rekaman maksudnya tak ada, lanjutnya.
Bagi ibu-ibu yang menginginkannya membagikan pertanyaan mengasuh anak dan Anda dapat dapatkan sejumlah besar memberi secara tanpa biayaya bergabung Komunitas Pasukan HaiBunda. Daftar dan klik Di Sini. Bebas!
Simak juga videonya di bawah ini ya, Bunda.
(Gambas: Video Haibunda)
(saat/pagi)
[ad_2]
Sumber: haibunda







