Dampak Kenaikan PPN 12% pada Sektor Properti

- Penulis

Kamis, 28 November 2024 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada 2025 diperkirakan akan membebani sektor properti, terutama bagi pengembang rumah. Kenaikan ini diharapkan akan meningkatkan biaya pembangunan rumah, yang sudah melonjak akibat harga subject material bangunan yang tinggi. Pengembang, khususnya yang menangani proyek rumah subsidi, mengkhawatirkan bahwa biaya yang terus meningkat bisa membuat margin keuntungan semakin tipis, bahkan mungkin saja memberhentikan beberapa proyek.

Kenaikan harga bahan bangunan akibat PPN 12% juga diprediksi akan menaikkan harga jual rumah. Hal ini berpotensi mengurangi daya beli konsumen dan semakin memperburuk kondisi pasar properti yang sudah merasakan penurunan. Pengembang mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan skema PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk membantu konsumen dan mengurangi dampak buruk terhadap sektor properti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa pengembang juga mencurigai adanya potensi penyalahgunaan dari kenaikan tarif PPN ini, di mana pihak-pihak tertentu dapat menaikkan harga bahan bangunan lebih tinggi dari seharusnya. Hal ini berisiko dikarenakan dampak inflasi yang lebih besar sekali daripada yang diprediksi, menambah beban biaya pembangunan lebih lanjut bagi pengembang dan konsumen.

Baca Juga:  Miitel luncurkan bertanya pada ai, fitur mirip chatgpt untuk annisis panggilan bisnis

Sebagai solusi, pengembang dan pemilik rumah disarankan untuk mempertimbangkan alternatif produk yang lebih terjangkau tetapi tetap berkualitas, seperti Take care of Set Accero AX-02. Produk ini bisa membantu mengurangi biaya tanpa mengorbankan kualitas konstruksi, menjadikannya pilihan tepat bagi proyek-proyek properti yang menghadapi tantangan biaya yang semakin tinggi.

Sumber: VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru