Antrean Panjang, Warga Padalarang KBB Kelimpungan saat Beli Gas LPG 3 Kg  

- Penulis

Selasa, 4 Februari 2025 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar Kita.ID – Warga Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan gas LPG 3 kg setelah diberlakukannya kebijakan baru terkait distribusi subsidi.

Aturan yang mewajibkan pembelian gas melon hanya di pangkalan resmi membuat masyarakat kesulitan, terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari lokasi distribusi.

Salsa (25), warga Kertamulya, mengungkapkan betapa sulitnya mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, ia bisa membeli bahan bakar di warung terdekat, meskipun dengan harga yang sedikit lebih mahal.

Namun kini, ia harus berjalan jauh ke pangkalan resmi di kompleks Pondok Padalarang Indah (PPI) hanya untuk mendapatkan satu tabung gas.

“Saya cuma dikasih satu tabung, padahal saya butuh dua untuk memasak sehari-hari. Jaraknya jauh, antreannya panjang, dan akhirnya hanya dapat satu. Bagaimana nasib pedagang kecil yang butuh gas lebih banyak?” keluhnya, Selasa (4/2/2025).

Aturan baru juga mengharuskan warga memiliki izin usaha untuk mendapatkan kuota lebih banyak. Salsa menilai kebijakan ini sangat memberatkan masyarakat kecil yang hanya membutuhkan gas untuk rumah tangga atau usaha kecil-kecilan.

Baca Juga:  Curhat ke Caleg DPRD Mbu Aan, masyarakat Bandung Barat keluhkan pelayanan kesehatan

“Masa harus bikin izin usaha hanya untuk beli gas? Ini buat kebutuhan sehari-hari, bukan usaha besar,” tambahnya.

Pedagang Kecil Semakin Sulit Berjualan

Keluhan serupa berasal dari ibu Ane (43), seorang pedagang di Padalarang. Sebagai warga yang tinggal di pusat kota, ia merasakan dampak aturan ini secara langsung.

Biasanya, ia bisa membeli bahan bakar di warung dekat rumah kapan saja, tetapi kini harus menunggu lama di pangkalan resmi.

“Biasanya beli di warung dekat rumah, sekarang harus antre panjang di agen, Kalau kesiangan, gasnya sudah habis. Ini menyulitkan kami yang harus berjualan setiap hari,” ujar ibu Ane.

Jajang, seorang pedagang nasi goreng, juga mengeluhkan hal yang sama. Ia khawatir usahanya terganggu karena kesulitan mendapatkan gas dengan cepat dan mudah.

“Kalau membeli di warung memang lebih mahal, tapi setidaknya mudah. Sekarang harus antre berjam-jam di agen, sedangkan saya harus tetap jualan,” tuturnya.

Pemerintah Diminta Evaluasi Kebijakan 

Meski begitu, kebijakan ini bertujuan untuk memastikan subsidi LPG tepat sasaran, bahkan menyulitkan masyarakat kecil. Antrean panjang, stok terbatas, dan jarak tempuh yang jauh menjadi masalah utama.

Baca Juga:  Nasib Warga Ciburuy Terkatung-katung, Wakil Ketua DPRD KBB Desak Pemprov Jabar Beri Solusi

Warga berharap pemerintah segera mengeluarkan kebijakan ini dan mencari solusi yang lebih adil. Salah satu usulan yang disampaikan adalah menambah jumlah pangkalan resmi, terutama di daerah yang jauh dari pusat kota.

“Kalau bisa, gas kembali normal seperti dulu. Harga juga jangan naik, kasihan rakyat kecil,” harapnya.

Dengan kondisi yang semakin sulit, masyarakat Padalarang hanya bisa berharap adanya solusi cepat agar mereka tidak terus kesulitan mendapatkan bahan bakar utama untuk kebutuhan sehari-hari.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas
Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”
Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen
Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB
Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar
Paripurna HUT KBB ke-19, Jeje Bongkar Masalah Kemiskinan Ekstrem dan Minimnya Lapangan Kerja
HUT KBB ke-19, Dinkes Bandung Barat Tegaskan Pelayanan Kesehatan Jadi Prioritas Utama
Di Balik Megahnya HUT KBB ke-19, NPCI Minta Pemerintah Penuhi Janji Perhatikan Olahraga Disabilitas

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:46 WIB

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:12 WIB

Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:50 WIB

Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:45 WIB

Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:18 WIB

Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar

Berita Terbaru

Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, dan para atlet Indonesia didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, usai penyerahan simbolis medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).

Bandung Barat

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:46 WIB