Banjir Besar Landa 13 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Pemkab Gerak Cepat Tangani Dampak

- Penulis

Rabu, 5 Maret 2025 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SekitarKita.ID– Banjir besar kembali melanda Kabupaten Bekasi, merendam 13 kecamatan dengan total 36 titik terdampak di 24 desa/kelurahan.

Tinggi genangan air bervariasi antara 40 cm hingga 200 cm, menyebabkan lumpuhnya aktivitas warga, terutama di wilayah Cikarang dan sekitarnya.

Menanggapi kondisi darurat ini, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, S.H segera menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi untuk melakukan evakuasi warga terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, ia juga memastikan bahwa penanganan darurat berjalan efektif, serta bantuan langsung disalurkan kepada korban banjir.

“Sejak subuh tadi, saya telah berkoordinasi dengan BPBD untuk mengumpulkan data wilayah terdampak. Ada 13 kecamatan, 24 desa/kelurahan, dan 36 titik banjir dengan ketinggian air antara 40 cm hingga 200 cm. Saya juga telah menginstruksikan Dinas Sosial untuk segera mendistribusikan bantuan ke tenda-tenda pengungsian sementara,” ujar Bupati Ade Kuswara, Rabu 5 Maret 2025.

Pemerintah Kabupaten Bekasi Kerahkan Tim Gabungan

Pemkab Bekasi telah mengerahkan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan untuk membantu proses evakuasi warga yang masih terjebak banjir.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pembrangusan Serikat, 242 Buruh FSPMI KBB Laporkan PT Namasindo Plas

Sejumlah tenda pengungsian telah didirikan dengan fasilitas dapur umum guna memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

“Semua ASN harus memiliki rasa empati yang tinggi terhadap kejadian banjir ini. Begitu juga dengan BUMD, yang harus turut serta dalam penanganan korban banjir,” tegas Bupati Bekasi.

Selain itu, Bupati juga telah menugaskan Wakil Bupati dr. Asep dan Sekda Kabupaten Bekasi untuk turun langsung meninjau dan memantau kondisi di beberapa wilayah terdampak.

“Kami telah mempersiapkan langkah antisipasi sejak awal, mengingat curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir. Koordinasi dengan camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat terus dilakukan agar respons terhadap bencana dapat dilakukan dengan cepat,” jelasnya.

Selain menangani dampak banjir secara langsung, Pemkab Bekasi juga berupaya mencari solusi jangka panjang agar bencana ini tidak terus berulang.

Bupati menegaskan bahwa camat dan kepala desa harus proaktif dalam mendirikan tenda pengungsian, baik di area umum seperti masjid maupun di rumah kepala desa.

“Saya telah menginstruksikan agar dapur-dapur umum segera dibangun untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Semua pihak harus turun tangan membantu masyarakat,” kata Bupati Ade Kuswara.

Baca Juga:  Rekomendasi Dewan Pers keluarkan pernyataan 2 media di Karawang penyebar hoax 

Bupati Bekasi juga mengimbau kepada pelaku usaha dan pengusaha di Kabupaten Bekasi untuk turut serta dalam penanganan bencana ini dengan memberikan bantuan kepada warga terdampak.

“Mari bergotong royong membantu korban banjir, baik dalam proses evakuasi, penyediaan tenda pengungsian, dapur umum, maupun bantuan logistik bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Diketahui, banjir yang melanda Kabupaten Bekasi ini kembali menjadi tantangan bagi pemerintah dan masyarakat.

Dengan langkah cepat yang dilakukan Pemkab Bekasi, diharapkan dampak banjir dapat diminimalisir dan masyarakat yang terdampak segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Muh. Bahktiar

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus
Pesan Menohok Ketua Komisi III DPRD Pither Tjuandys: JAGUR Harus Jadi Garda Kondusivitas di KBB
Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB
Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab
Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 
Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin
Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:35 WIB

Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus

Rabu, 30 September 2026 - 17:38 WIB

Pesan Menohok Ketua Komisi III DPRD Pither Tjuandys: JAGUR Harus Jadi Garda Kondusivitas di KBB

Rabu, 30 September 2026 - 15:44 WIB

Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB

Rabu, 30 September 2026 - 07:08 WIB

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Rabu, 30 September 2026 - 03:15 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 

Berita Terbaru