Lambatnya Respons Pemkab Bandung Barat, Jembatan di Padalarang Akhirnya Ambruk  

- Penulis

Senin, 24 Maret 2025 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar Kita.ID – Lambatnya penanganan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menyebabkan jembatan di Kampung Atlas Rancabali, RT 04 RW 05, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, akhirnya ambruk. Akibatnya, akses jalan penghubung desa tersebut terputus total.

Peristiwa ini terjadi pada Senin, 24 Maret 2025, sekitar pukul 06.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada sore sebelumnya. Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian ini.    

Pantauan SekitarKita.ID di lokasi menunjukkan bahwa jembatan tersebut sudah dalam kondisi kritis sejak lama. Retakan di bagian bibir tembok semakin melebar, dan aspal di atas jembatan terkikis hingga menganga. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga sekitar bahkan telah memasang garis pembatas untuk mencegah kendaraan lewat karena khawatir jembatan akan roboh sewaktu-waktu.  

jembatan di Kampung Atlas Rancabali, RT 04 RW 05, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, akhirnya ambruk (foto: Abdul Kholilulloh)
jembatan di Kampung Atlas Rancabali, RT 04 RW 05, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, akhirnya ambruk (foto: Abdul Kholilulloh)

Iwan (63), seorang warga yang menyaksikan langsung detik-detik jembatan ambruk, mengungkapkan bahwa dirinya mendengar suara keras seperti tembok runtuh saat melintas di sekitar lokasi kejadian.  

Baca Juga:  Dadang M. Naser Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap XI di Ciparay Bandung

“Saat itu saya sedang lewat, tiba-tiba ada suara keras seperti tembok roboh. Pas dicek, ternyata jembatannya yang ambruk,” ujarnya kepada SekitarKita.ID dilokasi, Senin.  

Ia menjelaskan bahwa meskipun saat kejadian cuaca sedang cerah, hujan deras yang turun sebelumnya diduga menjadi pemicu utama jembatan ambruk. 

Iwan menyebut, derasnya udara mengikis bangunan hingga akhirnya jembatan runtuh, menyebabkan jalan utama terputus total.  

Ambruknya jembatan ini berdampak signifikan bagi warga, terutama dalam mobilitas sehari-hari. Banyak warga yang harus menempuh jarak hingga 5 km untuk mencari jalan alternatif.  

“Jembatan ini menghubungkan RW 05, RW 06, dan RW 25. Mayoritas warga di sini adalah pedagang. Kalau harus memutar sejauh itu, tentu sangat merepotkan, terutama bagi yang sering beraktivitas di kecamatan,” jelas Iwan.  

Selain itu, longsoran akibat ambruknya jembatan juga mengancam satu rumah warga yang berada di dekat lokasi kejadian.  

“Satu rumah hampir ikut ambruk. Untungnya, warga sudah lebih dulu memasang pembatas agar kendaraan tidak melintas di jembatan yang sudah retak ini,” tambahnya.  

Baca Juga:  Deklarasi Millenial Berdaya Karawang, Dukungan Full Paslon Acep-Gina

Sudah Lama Dikeluhkan, Tak Kunjung Diperbaiki  

Warga menilai lambatnya respon dari Pemkab Bandung Barat menyebabkan penyebab utama kejadian ini. Pasalnya, kondisi jembatan sudah memprihatinkan sejak enam bulan lalu, namun belum ada tindakan serius dari pemerintah.  

“Kalau sejak dulu diperbaiki, mungkin tidak akan separah ini. Sekarang sudah ambruk, biaya perbaikannya pasti lebih besar,” ujar Iwan dengan nada kecewa.  

Warga mendesak Pemkab Bandung Barat untuk segera mengambil tindakan sebelum kondisi semakin parah.  

“Kami hanya ingin jembatan ini segera diperbaiki. Jangan sampai harus ada korban dulu baru pemerintah bergerak,” pungkas Iwan.  

Sementara itu, Pian (35), seorang pengendara motor yang biasa melintas di jalan ini, juga mengaku kesulitan karena harus memutar jauh untuk sampai ke tempat kerjanya.  

“Sudah lama jembatan ini rusak, tapi tidak ada penanganan yang serius. Sekarang malah ambruk total. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki agar akses kembali lancar,” ujarnya.  

Kejadian Serupa Pernah Terjadi Sebelumnya 

Berdasarkan laporan SekitarKita.ID, kondisi jembatan ini sudah pernah mengalami pergeseran tanah pada 7 Januari 2025 akibat hujan deras. Bahkan, tembok penahan tanah (TPT) setinggi 5 meter yang menopang jembatan sempat ambruk, mengancam rumah warga sekitar.  

Baca Juga:  Kongres Luar Biasa, Zulmansyah Sekedang Terpilih sebagai Ketua Umum PWI Periode 2023-2028

Diah Indrawati (54), pemilik rumah yang terancam longsor, mengatakan bahwa kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan yang mampu dilakukan oleh pemerintah.  

“Dulu sempat diperbaiki pakai uang pribadi sampai habis ratusan juta. Pernah juga diperbaiki oleh pemerintah desa, tapi kualitas bangunannya buruk, jadi tetap saja ambruk lagi,” ungkapnya.  

Ia kini merasa waswas setiap kali hujan turun karena longsoran tanah semakin dekat dengan rumahnya.  

“Sekarang jaraknya cuma sekitar 5 cm dari bangunan rumah saya. Saya takut kalau hujan dan deras lagi, rumah ini bisa ikut roboh,” katanya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CV Deannova dan PUTR KBB Disorot, Proyek Jalan H Gofur-Cibatu Dinilai Asal-asalan 
Tak Lagi Gunakan Rakit, Bupati Jeje Hadirkan Mobil Antar-Jemput untuk 16 Siswa SDN Budiharja KBB
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2
Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix
Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Resmi Disepakati! DPRD KBB dan Bupati Tetapkan Arah R-APBD Perubahan 2026, Infrastruktur Digenjot
Reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7! Prabowo Lantik 16 Pejabat, Bahlil Rangkap Dua Jabatan 
Belasan Siswa SDN Garuda Cisarua Tumbang Diduga Usai Makan MBG, SPPG Jambudipa 1 Jadi Sorotan 

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:47 WIB

CV Deannova dan PUTR KBB Disorot, Proyek Jalan H Gofur-Cibatu Dinilai Asal-asalan 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Tak Lagi Gunakan Rakit, Bupati Jeje Hadirkan Mobil Antar-Jemput untuk 16 Siswa SDN Budiharja KBB

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Berita Terbaru