Lakukan Pengurangan Volume Ketebalan, CV PGM Dinilai Tidak Profesional dalam Pelaksanaan Proyek di Bekasi

- Penulis

Kamis, 22 Mei 2025 - 00:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKITARKITA.id – Proyek peningkatan infrastruktur jalan di Kabupaten Bekasi kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, CV. Putra Gabus Mandiri (PGM) diduga melakukan pengurangan volume dan ketebalan beton dalam pelaksanaan proyek jalan lingkungan di Kampung Poncol RT002 RW015, Desa Segaramakmur, Kecamatan Tarumajaya.

Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp569.269.500 tersebut seharusnya dilaksanakan sesuai spesifikasi yang tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Namun, berdasarkan hasil investigasi dari Lembaga Independen Anti Rasuah (LIAR), ditemukan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan di lapangan dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketebalan Beton Tidak Sesuai Spesifikasi

Rahmat alias Goler, perwakilan dari LSM LIAR, menyebut bahwa pada beberapa titik lokasi, ketebalan beton tidak mencapai standar 15 cm sebagaimana tercantum dalam RAB.

“Ketika dilakukan pengukuran menggunakan metode tarik benang pada papan bekisting, ditemukan ketebalan hanya berkisar antara 10 cm hingga 12 cm. Bahkan, ada bagian yang menyisakan ruang hingga 4 cm dari papan bekisting,” ungkap Goler kepada sejumlah wartawan.

Baca Juga:  Gelar Rakor, DPD IPHI 1987 Jawa Barat Paparkan Program Jitu Diera Digital

Ia menambahkan bahwa pengurangan volume juga terjadi pada tahap pemadatan agregat, yang merupakan bagian penting dalam konstruksi jalan rabat beton.

“Ini jelas merupakan bentuk pelanggaran dan tindakan tidak profesional dari CV. Putra Gabus Mandiri,” tegasnya.

Minim Pengawasan, Kerugian Negara Mengintai

Kelemahan dalam sistem pengawasan dari pihak Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, menurut Goler, menjadi faktor utama terjadinya praktik curang tersebut.

Ia menyayangkan fungsi pengawasan teknis dan supervisi yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Kalau hal seperti ini terus dibiarkan, potensi kerugian terhadap keuangan daerah sangat besar. Ini harus ditindak tegas agar tidak menjadi preseden buruk dalam pelaksanaan proyek lainnya,” ujarnya.

Atas temuan tersebut, LSM LIAR mendesak Disperkimtan Kabupaten Bekasi untuk segera melakukan evaluasi dan meninjau ulang pelaksanaan proyek di Kampung Poncol.

“Kami tidak ingin dinas terkait terkesan tutup mata. Jika pembiaran ini terjadi, kami akan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Negeri,” pungkas Goler.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Respons Cepat Wabup Asep Ismail Soal Bocah 11 Tahun Diduga Makan Rumput di Bandung Barat
Kisah Bocah Makan Rumput di Bandung Barat Berbuah Harapan, Pengusaha Muda Hendrik Buka Jalan Hidup Baru
Momen Wabup Asep Ismail Naik Motor di Tengah Aksi Buruh KBB, Soroti Tuntutan Kesejahteraan Pekerja
Wabup Bandung Barat Asep Ismail Sampaikan Pesan Mendagri di Hari Otda 2026, Soroti Kinerja Daerah
Rumah Warga di Batujajar Bandung Barat Ambruk, Butuh Bantuan Pemerintah
Pemprov Jabar Salurkan Kompensasi Tahap Kedua untuk Warga Terdampak Normalisasi Situ Ciburuy
Desakan Warga Menguat, Satpol PP KBB Usulkan Putus Listrik Tower PT Protelindo Padalarang
Kecelakaan Truk vs Motor di Padalarang Berujung Maut, Polisi Turun Tangan

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 07:32 WIB

Respons Cepat Wabup Asep Ismail Soal Bocah 11 Tahun Diduga Makan Rumput di Bandung Barat

Selasa, 28 April 2026 - 02:57 WIB

Kisah Bocah Makan Rumput di Bandung Barat Berbuah Harapan, Pengusaha Muda Hendrik Buka Jalan Hidup Baru

Senin, 27 April 2026 - 12:15 WIB

Momen Wabup Asep Ismail Naik Motor di Tengah Aksi Buruh KBB, Soroti Tuntutan Kesejahteraan Pekerja

Senin, 27 April 2026 - 11:44 WIB

Wabup Bandung Barat Asep Ismail Sampaikan Pesan Mendagri di Hari Otda 2026, Soroti Kinerja Daerah

Jumat, 24 April 2026 - 23:10 WIB

Rumah Warga di Batujajar Bandung Barat Ambruk, Butuh Bantuan Pemerintah

Berita Terbaru