BOOMS Sempat Walk Out, Pimpinan DPRD KBB Sepakat Bedah Isu Persoalan Daerah, Berikut Tuntutannya

- Penulis

Rabu, 3 September 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOOMS KBB bersama Pimpinan DPRD KBB menyepakati poin-poin tuntutan massa (foto: Abdul Kholilulloh)

i

BOOMS KBB bersama Pimpinan DPRD KBB menyepakati poin-poin tuntutan massa (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id– Suasana audiensi antara puluhan massa yang tergabung dalam Barisan Ormas, OKP, LSM, dan Mahasiswa (BOOMS) dengan DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) sempat memanas hingga terjadi walk out.

Namun, akhirnya para pimpinan DPRD KBB hadir untuk menampung aspirasi masyarakat sekitar pukul 13.20 WIB.

Awalnya, audiensi yang digelar di Gedung DPRD KBB, Rabu (3/9/2025) hanya dihadiri Ketua DPRD KBB, Muhammad Mahdi. Hal itu memicu kekecewaan massa hingga sempat meninggalkan forum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun pada pukul 13.20 WIB, Wakil Ketua DPRD KBB Asep Dedi dan Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriyati turut hadir, disusul pimpinan lainnya untuk berdialog langsung.

BOOMS KBB bersama Pimpinan DPRD KBB menyepakati poin-poin tuntutan massa (foto: Abdul Kholilulloh)
BOOMS KBB bersama Pimpinan DPRD KBB menyepakati poin-poin tuntutan massa (foto: Abdul Kholilulloh)

Turut hadir pula Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra, perwakilan Dandim 0609/Cimahi, Danramil Padalarang, serta jajaran Polsek Padalarang untuk memastikan jalannya audiensi berlangsung kondusif.

DPRD KBB Soroti APBD Rp3,4 Triliun dan Nasib Honorer

Wakil Ketua DPRD KBB, Asep Dedi, menegaskan pentingnya transparansi dan keberpihakan dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp3,4 triliun.

Baca Juga:  Viral, pria di Bandung gantung diri di Flyover Cimindi, petugas temukan surat wasiat

“APBD Rp3,4 triliun ini harus benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan sampai salah arah. Termasuk soal gaji honorer, kita harus kritisi bersama agar anggaran benar-benar berpihak kepada rakyat,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD KBB, Asep Dedi (foto: Abdul Kholilulloh)
Wakil Ketua DPRD KBB, Asep Dedi (foto: Abdul Kholilulloh)

Asep juga menyampaikan apresiasi terhadap BOOMS yang telah menjaga kondusivitas Bandung Barat. Menurutnya, aspirasi rakyat hanya bisa diperjuangkan dengan baik jika suasana daerah tetap aman dan harmonis.

“Terima kasih sudah ikut menjaga kondusivitas di KBB. Ini apresiasi untuk teman-teman semua. Bandung Barat harus tetap kondusif, tapi kita juga punya PR besar memastikan kebijakan daerah sesuai kebutuhan rakyat,” tambahnya.

Isi Pernyataan Sikap Bersama DPRD KBB dan BOOMS

Dalam audiensi tersebut, DPRD KBB bersama BOOMS menandatangani pernyataan sikap bersama yang memuat sepuluh poin komitmen, di antaranya:

1. Menciptakan Bandung Barat yang kondusif dan harmonis.

2. Menjaga keamanan, ketertiban umum, dan masyarakat bersama aparat.

3. Mengutamakan musyawarah mufakat demi kepentingan rakyat.

4. Tidak mudah terprovokasi pihak luar.

5. Tidak melakukan tindakan provokatif atau anarkis.

6. Tidak menyebarkan hoaks atau informasi palsu.

Baca Juga:  Cabor Bulutangkis NPCI Kabupaten Bekasi Sabet 6 Medali di Kejurda Jabar 2025

7. Mendesak pemerintah pusat dan DPR-RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

8. Mempercepat reformasi birokrasi di KBB.

9. Mengedepankan struktur APBD yang pro-rakyat.

10. Menjadi garda terdepan menjaga kondusivitas Kabupaten Bandung Barat.

Kesepakatan tersebut menjadi komitmen bersama antara DPRD KBB, aparat keamanan, dan elemen masyarakat sipil untuk memastikan pembangunan serta kebijakan daerah benar-benar berpihak kepada rakyat.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan
Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya
Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya
SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng
Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026
Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 
Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah
Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:51 WIB

KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 19:25 WIB

Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya

Senin, 14 September 2026 - 18:58 WIB

Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya

Senin, 14 September 2026 - 17:12 WIB

SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng

Senin, 14 September 2026 - 16:45 WIB

Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026

Berita Terbaru