Buntut Guyuran Dana Rp200 Triliun, Hotman Paris Protes, Menkeu: Ini Strategi Saya

- Penulis

Selasa, 23 September 2025 - 02:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung protes pengacara Hotman Paris terkait dana Rp200 triliun di Bank Himbara. (Kemenkeu.go.id - Instagram.com/@hotmanparisofficial)

i

Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung protes pengacara Hotman Paris terkait dana Rp200 triliun di Bank Himbara. (Kemenkeu.go.id - Instagram.com/@hotmanparisofficial)

SEKITARKITA.id– Kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana jumbo Rp200 triliun ke bank-bank milik negara (Himbara) memunculkan pro dan kontra.

Salah satu yang paling vokal menanggapi langkah ini adalah pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

Dalam konferensi pers APBN KiTA, Senin 22 September 2025, Purbaya justru menilai keluhan Hotman Paris sebagai bukti nyata kebijakan tersebut mulai berjalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hotman Paris protes waktu perpanjang depositonya, bunganya turun, dia jadi rugi. Itu tujuan saya,” ujar Purbaya blak-blakan.

Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung protes pengacara Hotman Paris terkait dana Rp200 triliun di Bank Himbara. (Kemenkeu.go.id - Instagram.com/@hotmanparisofficial)
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung protes pengacara Hotman Paris terkait dana Rp200 triliun di Bank Himbara. (Kemenkeu.go.id – Instagram.com/@hotmanparisofficial)

Menurutnya, logika kebijakan ini sederhana: dana besar milik masyarakat kelas menengah atas di deposito diarahkan agar kembali belanja ke pasar.

“Biar dia belanja lagi. Kalau belanja, ekonomi jalan. Itu tujuannya, dan keluhan Hotman Paris menjadi konfirmasi bahwa kebijakan kita efektif,” tegasnya.

Dana ditempatkan dalam bentuk deposito on call tanpa lelang dengan bunga 80,476 persen dari BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR).

Purbaya menyebut, langkah ini untuk mengakhiri praktik perang bunga antar bank.

Baca Juga:  Kolaborasi, DPD KNPI dan PWI KBB Gandeng Penggiat Medsos Salurkan Bantuan Bencana Gempa Cianjur

“Dengan bunga turun, maka cost of money ikut turun. Dampaknya, bunga pinjaman lebih ringan, deposito juga lebih rendah, tapi ekonomi bergerak,” jelasnya.

Likuiditas tambahan ini diharapkan mendorong penyaluran kredit, termasuk ke sektor produktif.

Menkeu bahkan memberikan insentif bunga lebih rendah jika bank menyalurkan dana ke program prioritas pemerintah.

“Kalau dipakai untuk Koperasi Merah Putih, bunga yang kami charge lebih rendah, hanya 2 persen,” ujarnya.

Purbaya juga memastikan, dana tersebut tidak akan ditarik dalam enam bulan ke depan sehingga perbankan punya kepastian menyalurkan kredit.

Kebijakan ini, lanjut Purbaya, sama sekali tidak mengganggu posisi keuangan negara karena cadangan pemerintah di bank sentral masih lebih besar.

“Ini win-win solution. Kalau bank bisa salurkan kredit, bagus. Kalau tidak, bisa diarahkan ke program pemerintah. Jadi hampir pasti ekonomi lebih cepat bergerak,” katanya.

Meski menuai kritik dari kalangan tertentu, termasuk Hotman Paris, langkah agresif Menkeu Purbaya ini dinilai sebagai strategi mendorong kredit dan konsumsi di tengah perlambatan ekonomi.

Baca Juga:  Sebanyak 961 Kepala Daerah Dilantik Serentak oleh Presiden Prabowo, Kali Pertama dalam Sejarah

Keluhan Hotman Paris

Lewat akun Instagram pribadinya, @hotmanparisofficial pada 18 September 2025, Hotman menyoroti turunnya bunga deposito pasca pemerintah menggelontorkan Rp200 triliun ke bank BUMN.

“Penghasilan anda dari deposito dan tabungan jadi berkurang. Karena bank pemerintah kebanyakan duit, maka mereka tidak butuh lagi duit kamu. Kalau pun butuh, bunganya dikurangi,” terang Hotman.

Ia menambahkan, sejak awal sudah memperkirakan penurunan bunga deposito akan terjadi begitu kebijakan diumumkan.

“Saya sudah bilang dari hari pertama. Begitu Menkeu umumkan, saya buka deposito, bunganya langsung turun. Ini pengorbanan atau perjuangan apa?” tukasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Bangbara group/Instagram.com/@hotmanparisofficial

Berita Terkait

Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Polres Cimahi Sulap Lahan Tak Produktif Jadi Sentra Jagung
Kekurangan Nakes Jadi Tantangan RSUD Cikalongwetan, DPRD KBB Siap Sokong Anggaran
Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar
Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah
Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban
Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 
BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah
Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:35 WIB

Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Polres Cimahi Sulap Lahan Tak Produktif Jadi Sentra Jagung

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:33 WIB

Kekurangan Nakes Jadi Tantangan RSUD Cikalongwetan, DPRD KBB Siap Sokong Anggaran

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:58 WIB

Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:20 WIB

Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:11 WIB

Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban

Berita Terbaru