Kekurangan Nakes Jadi Tantangan RSUD Cikalongwetan, DPRD KBB Siap Sokong Anggaran

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Cikalongwetan (foto: Abdul Kholilulloh)

i

RSUD Cikalongwetan (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id  – Direktur RSUD Cikalongwetan, Wisnhu Pramula, buka suara terkait sorotan Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengenai kehadiran dokter spesialis di rumah sakit tersebut.

Menurut Wisnhu, kunjungan Komisi I DPRD KBB beberapa waktu lalu sejatinya bertujuan untuk menggali informasi mengenai kekurangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, bukan menyoroti ketidakhadiran dokter spesialis.

“Fokus pembahasannya adalah kebutuhan SDM kesehatan di RSUD Cikalongwetan. Kami menjelaskan jumlah dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang masih belum ideal dibandingkan beban pelayanan,” kata Wisnhu, saat ditemui Sekitarkita.id di kantor, Selasa (9/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, dokter spesialis tetap menjalankan tugas sesuai jadwal yang telah ditetapkan rumah sakit.

Direktur RSUD Cikalongwetan, Wisnhu Pramula saat ditemui di kantor RSUD (foto: Abdul Kholilulloh)
Direktur RSUD Cikalongwetan, Wisnhu Pramula saat ditemui di kantor RSUD (foto: Abdul Kholilulloh)

Penjadwalan dilakukan karena keterbatasan ruang pelayanan serta menyesuaikan tugas dan tanggung jawab dokter spesialis, termasuk layanan di luar jam kerja.

“Yang ditampilkan saat itu adalah jadwal praktik dokter spesialis. Mungkin kemudian muncul persepsi bahwa dokter tidak hadir penuh setiap hari. Padahal mereka bertugas sesuai jadwal yang telah diatur, ini yang kemudian terjadi miskomunikasi,” ujarnya.

Wisnhu mengungkapkan, tantangan terbesar yang dihadapi RSUD Cikalongwetan saat ini adalah kekurangan tenaga kesehatan, khususnya perawat.

Baca Juga:  Suara Perubahan dari Tepi Citarum: P4KBB Gelar Makrab di Sanghyang Kenit Cipatat
Related Posts

Menurutnya, jumlah perawat yang tersedia belum sebanding dengan kapasitas tempat tidur dan jumlah pasien yang harus dilayani setiap hari.

RSUD Cikalongwetan (foto: Abdul Kholilulloh)
RSUD Cikalongwetan (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kalau satu ruangan memiliki 40 tempat tidur, sementara satu shift hanya dijaga dua sampai tiga perawat, tentu pelayanan tidak bisa maksimal. Karena itu kami harus menyesuaikan jumlah pasien dengan ketersediaan tenaga,” jelasnya.

Selain perawat, kata dia, rumah sakit juga masih membutuhkan tambahan tenaga farmasi untuk mempercepat pelayanan obat kepada pasien.

Wisnhu menyebutkan, dari total 381 tenaga kesehatan yang bekerja di RSUD Cikalongwetan, hanya sekitar 78 orang yang berstatus ASN.

Selebihnya merupakan tenaga kontrak dan pegawai lainnya yang pembiayaannya masih menjadi beban rumah sakit.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar pendapatan rumah sakit terserap untuk belanja pegawai sehingga ruang fiskal untuk pengadaan alat kesehatan maupun perbaikan fasilitas menjadi terbatas.

Baca Juga:  3 bocah tenggelam terseret arus saat main air hujan di Bekasi, 1 tewas

“Kami berharap ada dukungan pemerintah melalui penambahan formasi ASN atau PPPK untuk tenaga kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat bisa semakin optimal,” katanya.

Tentunya dengan sokongan anggaran juga sangat dibutuhkan, sejauh ini kami mandiri karena berstatus BLUD.

“Kita juga butuh dukungan semua pihak agar pelayanan lebih maksimal, kemarin kami mendapatkan penghargaan dari BPJS pusat soal pelayanan menggunakan sistem online tanpa harus mengantri berjam-jam,” katanya Wisnhu menandaskan.

Sebelumnya, Komisi I DPRD KBB melakukan pengawasan ke RSUD Cikalongwetan dan menemukan sejumlah catatan terkait kebutuhan SDM kesehatan. DPRD berkomitmen mendorong penambahan tenaga kesehatan serta peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat Bandung Barat.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD KBB, Sandi Supyandi, menegaskan bahwa pembenahan kualitas SDM di RSUD Cikalongwetan harus menjadi prioritas utama demi menjamin pelayanan kesehatan yang optimal.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat, Sandi Supyandi (foto: istimewa)
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat, Sandi Supyandi (foto: istimewa)

Guna mengatasi ketimpangan jumlah tenaga medis, Sandi menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong Pemkab Bandung Barat untuk segera bersurat kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna menambah kuota tenaga kesehatan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca Juga:  Resmi! Pemkab Bandung Barat Larang Kembang Api Saat Tahun Baru 2026

“Pertama dari segi SDM dulu, kita akan mendorong serta meminta bersurat kepada BKN bahwa tenaga kesehatan untuk PNS harus ditambahkan. Kemudian kita juga membutuhkan tenaga dokter spesialis yang betul-betul bisa bekerja sesuai yang diharapkan, dari Senin sampai Jumat berkantor di RSUD. Karena ini menjadi keluhan masyarakat, kami dapat laporan dokter spesialis tidak bertugas secara penuh,” ujar Sandi, Sabtu (6/6/2026).

Sandi memperingatkan manajemen RSUD bahwa urusan kesehatan menyangkut pelayanan dasar masyarakat yang tidak boleh dikelola secara sembarangan.

“Tenaga kesehatan ini harus betul-betul orang-orang yang berkompeten di bidangnya dan bersertifikasi,” tegas Sandi.

Dalam kunjungan tersebut, turut dihadiri anggota Komisi I DPRD KBB, Ahmad Fauzi, Liwa Ulhamdi, H Rismanto, Asep Miftah Sofwan, kunjungan tersebut di sambut baik Direktur RSUD Cikalongwetan, Wisnhu Pramula berserta jajaran.
Dalam kunjungan tersebut, turut dihadiri anggota Komisi I DPRD KBB, Ahmad Fauzi, Liwa Ulhamdi, H Rismanto, Asep Miftah Sofwan, kunjungan tersebut di sambut baik Direktur RSUD Cikalongwetan, Wisnhu Pramula berserta jajaran.

Melihat sengkarut masalah tersebut, DPRD KBB meminta Pemerintah Daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan RSUD Cikalongwetan.

Di satu sisi, DPRD mengapresiasi kemandirian rumah sakit yang selama ini sudah berjalan di bawah skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Namun di sisi lain, intervensi dan kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dinilai tetap wajib diperkuat untuk menambal kekurangan fasilitas dan pemenuhan kuota SDM,” tandasnya.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gudang Rongsok di Parongpong Bandung Barat Dilalap Api, Warga Sempat Panik
Jaenal Aripin Raih 3 Medali di TLAXCALA Meksiko, Harumkan Nama Bandung Barat di Kancah Dunia
Musim Kemarau Picu Tiga Kebakaran Lahan dalam Sehari di Bandung Barat, Damkar Minta Warga Siaga
Sempat Dirawat, Dua Anak di Padalarang Diduga Alami Sesak Napas, Perusahaan Buka Suara
Terungkap! Mantan Kekasih Diduga Culik Gadis Asal Cililin, Pelaku Ditangkap Polisi di Bali
Debu Kapur Kepung SDN Gunungmasigit Bandung Barat, Aktivitas KBM Terganggu hingga Krisis Air Bersih
Rakerda Bapera Jabar, Wabup Sumedang Ajak Pemuda Nusantara Kawal Program Prioritas Asta Cita
Deden Terpilih sebagai Anggota BPD Desa Ciburuy Periode 2026–2034, Wakili Aspirasi Warga

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:23 WIB

Gudang Rongsok di Parongpong Bandung Barat Dilalap Api, Warga Sempat Panik

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:15 WIB

Jaenal Aripin Raih 3 Medali di TLAXCALA Meksiko, Harumkan Nama Bandung Barat di Kancah Dunia

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:55 WIB

Musim Kemarau Picu Tiga Kebakaran Lahan dalam Sehari di Bandung Barat, Damkar Minta Warga Siaga

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:54 WIB

Sempat Dirawat, Dua Anak di Padalarang Diduga Alami Sesak Napas, Perusahaan Buka Suara

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:48 WIB

Terungkap! Mantan Kekasih Diduga Culik Gadis Asal Cililin, Pelaku Ditangkap Polisi di Bali

Berita Terbaru