Bupati Jeje Sambut Positif Langkah KDM Soal Tambahan Ritase Sampah ke TPA Sarimukti

- Penulis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

i

TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id — Kabar baik datang bagi warga Kabupaten Bandung Barat (KBB). Setelah sempat dibatasi, kini kuota ritase pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti akhirnya mendapat tambahan.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, usai menerima informasi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) yang memberikan izin penambahan ritase bagi truk pengangkut sampah asal Bandung Barat.

“Alhamdulillah, kemarin Pak Gubernur telepon langsung dan sudah menyetujui. Karena katanya kita ini tuan rumah, jadi dipersilahkan menambah ritase ke TPA Sarimukti,” ujar Jeje Ritchie Ismail saat ditemui wartawan di Ngamprah, Selasa (7/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

Sebelumnya, Kabupaten Bandung Barat hanya memiliki 16 ritase per hari untuk mengangkut sampah ke TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat.

Namun setelah ada restu dari Pemprov Jabar, jumlah tersebut dapat ditambah sesuai kondisi lapangan.

Jeje mengatakan, pihaknya masih menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Meski begitu, secara prinsip Gubernur sudah memberikan lampu hijau agar Bandung Barat bisa menambah ritase.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail saat kunjungan pengerukan saluran drainase di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Selasa 7 Oktober 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail saat kunjungan pengerukan saluran drainase di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Selasa 7 Oktober 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kalau kemarin 16 ritase, sekarang saya masih menunggu SK-nya. Tapi kata Pak Gubernur Dedi Mulyadi, karena Bandung Barat ini tuan rumah, silakan saja ditambah sesuai kebutuhan,” jelas Jeje.

Baca Juga:  Evakuasi Truk Terguling di Bandung Barat Berjalan Alot, Kemacetan Panjang Menggular

Bupati Jeje menegaskan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat diminta terus memantau situasi di lapangan dan memperbarui laporan secara berkala.

Penambahan ritase ini diharapkan bisa mempercepat proses pengangkutan dan mengurai tumpukan sampah di berbagai titik.

“Kami minta DLH selalu update kondisi terbaru. Dengan penambahan ritase ini, semoga penumpukan sampah di Bandung Barat bisa cepat terurai,” tegasnya.

Kondisi TPA Sarimukti Kecamatan Cipatat KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Kondisi TPA Sarimukti Kecamatan Cipatat KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Sebelumnya, berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Jawa Barat Nomor 6174/PBLS.04/DLH, Pemprov Jabar membatasi pembuangan sampah harian ke TPA Sarimukti dengan rincian:

-Kota Bandung: 981,31 ton/hari

-Kabupaten Bandung: 280,37 ton/hari

-Kota Cimahi: 119,16 ton/hari

-Kabupaten Bandung Barat: 119,16 ton/hari

Pembatasan ini bertujuan menjaga kapasitas TPA agar tidak melebihi daya tampung. Namun di lapangan, kebijakan tersebut menyebabkan penumpukan sampah di beberapa titik, terutama di Padalarang dan Ngamprah.

Warga sekitar mengeluhkan bau menyengat dan kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan akibat keterbatasan ritase truk pengangkut.

Antrean truk sampah yang datang dari kabupaten/kota se Bandung Raya menuju TPA Sarimukti (foto: Abdul Kholilulloh)
Antrean truk sampah yang datang dari kabupaten/kota se Bandung Raya menuju TPA Sarimukti (foto: Abdul Kholilulloh)

UPT Kebersihan KBB Pernah Ajukan Tambahan Ritase

Sebelumnya, Kepala UPT Kebersihan DLH KBB, Imam Fauzi, mengungkapkan telah melayangkan surat resmi ke DLH Provinsi Jawa Barat untuk meminta tambahan ritase.

Baca Juga:  Jeje Ritchie Bungkam soal Polemik dengan PAN KBB: “Itu Nanti Saya Urus di Internal”

“Surat sudah kami sampaikan,” kata Imam, saat dihubungi Sekitarkita.id, Selasa (07/10).

Dalam surat tersebut, pihak UPT meminta tambahan 10 ritase per hari selama 10 hari kerja guna mengurai penumpukan di halaman kantor dan sejumlah TPS di wilayah Bandung Barat.

Surat tersebut akhirnya di respons, namun, gunungan sampah terus bertambah di halaman Kantor UPT Kebersihan Jalan Pasar Gedong Lima, Padalarang, hingga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu warga.

“UPT Kebersihan KBB tidak tinggal diam terus bergerak untuk bisa berjuang agar sampah tidak menumpuk di depan kantor,” ujarnya.

“Dan hasilnya alhamdulillah ada respon dari DLH Provinsi Jabar, per hari Senin kemarin kita mulai pelan-pelan membereskan pengangkutan sesuai jadwal dan untuk yang di UPT rencana besok diangkut pakai mobil besar,” sambung Imam.

Warga dan Sopir Truk Keluhkan Kondisi Sampah

Sejumlah warga sekitar UPT Kebersihan mengaku resah. Bau sampah kerap terbawa angin hingga ke rumah mereka.

Gundukan sampah terlihat di depan Kantor UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Gundukan sampah terlihat di depan Kantor UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

“Bau sampah sering terbawa angin ke rumah. Saya mau lapor ke kantor UPT, tapi kepala UPT jarang ada di tempat. Seharusnya sigap mencari solusi,” keluh Usep (45), warga Gedong Lima.

Baca Juga:  Hozier Memainkan Selimut 'Too Sweet', 'Fairytale of New York'

Keluhan juga datang dari sopir truk sampah yang mengaku kewalahan menghadapi protes warga akibat tumpukan sampah di TPS dan rumah-rumah.

“Biasanya seminggu bisa tujuh rit, sekarang hanya empat. Sisanya numpuk. Warga marah ke saya, padahal saya cuma sopir,” ujar seorang sopir yang enggan disebut namanya.

Sementara di TPA Sarimukti, antrean panjang truk dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan KBB masih menjadi pemandangan sehari-hari.

Koordinator Pengelola TPA Sarimukti, Zidni Ilman, menjelaskan pembatasan dilakukan agar zona pembuangan tidak jebol.

“Kalau tidak dibatasi, zona bisa penuh lebih cepat. Semua truk harus sabar antre,” ujarnya.

Zidni menambahkan, kondisi ini membuat banyak TPS di wilayah Bandung Raya mengalami penumpukan parah. Ia menilai, perlu langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menekan volume sampah dari sumbernya.

“Tanpa pengolahan mandiri dan edukasi masyarakat, krisis sampah akan terus berulang,” pungkasnya.*** (Diskominfotik)



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah
Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu
Puluhan Siswa Diduga Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Malah Asik Berlibur ke Pangandaran
Dinkes KBB Belum Pastikan Dugaan Keracunan MBG, Sampel Makanan Tak Tersedia
Tragis! Pemuda Ditemukan Tak Bernyawa Tergantung di Gudang Warung Sembako Bandung Barat
Belasan Siswa SDN 2 Cipeundeuy Padalarang, Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan MBG
Pimpin BKPSDM KBB Era Bupati Jeje, Ini Sosok Dr. Yunita Nur Fadilla
76 Dapur SPPG di KBB Terancam Suspend, Dinkes Pastikan 174 Sudah Kantongi SLHS

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 21:57 WIB

Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah

Minggu, 13 September 2026 - 15:54 WIB

Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu

Sabtu, 12 September 2026 - 21:42 WIB

Puluhan Siswa Diduga Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Malah Asik Berlibur ke Pangandaran

Sabtu, 12 September 2026 - 20:22 WIB

Dinkes KBB Belum Pastikan Dugaan Keracunan MBG, Sampel Makanan Tak Tersedia

Sabtu, 12 September 2026 - 19:53 WIB

Tragis! Pemuda Ditemukan Tak Bernyawa Tergantung di Gudang Warung Sembako Bandung Barat

Berita Terbaru

Sebuah mobil mengalami kecelakaan tunggal di kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (13/9/2026) malam. Foto: istimewa

Bandung Barat

Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah

Minggu, 13 Sep 2026 - 21:57 WIB