KBB | SEKITARKITA.id – Adalah Dr. Yunita Nur Fadilla, S.Psi., M.I.P. menjadi salah satu wajah baru di jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Pemkab KBB).
Perempuan kelahiran Bandung, 18 Juni 1988 tersebut kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Barat di era kepemimpinan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.
Yunita resmi menduduki jabatan tersebut setelah Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail melantik dan mengambil sumpah/janji 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) di lingkungan Pemkab Bandung Barat, Jumat (11/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelantikan berlangsung di Lantai 2 Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat.
Usai pelantikan, Yunita mengaku merasa senang sekaligus terharu atas amanah baru yang diberikan kepadanya.
“Senang, terharu. Terima kasih untuk semuanya, Bupati dan Wakil Bupati juga jajaran SKPD,” kata Yunita usai pelantikan.
Sebelum dipercaya sebagai Kepala BKPSDM KBB, Yunita menjabat sebagai Kepala Bidang Mutasi, Promosi dan Kinerja (MPK) BKPSDM Kabupaten Bandung Barat.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Yunita untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar dalam mengelola manajemen aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bandung Barat.
Selama berkarier di lingkungan Pemkab Bandung Barat, Yunita banyak berkecimpung dalam bidang manajemen kepegawaian, mulai dari kebutuhan pendidikan dan pelatihan, pembinaan pegawai, penilaian dan evaluasi kinerja aparatur, hingga mutasi dan promosi ASN.
Pengalaman panjang tersebut membuat Yunita cukup dekat dengan berbagai persoalan dan dinamika manajemen ASN di lingkungan pemerintahan daerah.
Di balik sosoknya yang masih tergolong muda, Yunita memiliki latar belakang akademik yang kuat.
Pada usia 38 tahun, ia berhasil menyelesaikan pendidikan Doktor Ilmu Pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Yunita mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor di IPDN Jakarta pada 9 Juni 2026.
Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya dengan predikat Cum Laude dan meraih IPK 3,93.
Dalam wisuda IPDN pada Juli 2026, Yunita juga tercatat sebagai Wisudawan Terbaik Kedua Program Doktor Ilmu Pemerintahan.
Disertasinya mengangkat tema yang sangat berkaitan dengan bidang pekerjaan yang selama ini digelutinya.
Penelitian tersebut berjudul “Transformasi Manajemen Sumber Daya Aparatur dalam Meningkatkan Kinerja Pemerintah di Kabupaten Bandung Barat.”
Melalui pendekatan mixed methods, Yunita meneliti hubungan transformasi manajemen sumber daya aparatur dengan peningkatan kinerja pemerintah daerah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi manajemen sumber daya aparatur memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemerintah daerah.
Dari penelitian tersebut, Yunita kemudian mengembangkan konsep Transform ASN.
Gagasan tersebut menempatkan kesadaran aparatur sebagai salah satu kunci dalam mendorong perubahan birokrasi.
Konsep Transform ASN tersebut dirangkum dalam prinsip “Sadar -Berubah – Berkinerja.”
Yunita menawarkan lima dimensi kesadaran adaptif, yakni kesadaran terhadap perubahan, kesadaran untuk belajar, kesadaran terhadap tujuan organisasi, kesadaran kolaboratif serta kesadaran terhadap nilai publik.
Gagasan tersebut menjadi menarik karena memiliki keterkaitan langsung dengan tugas Yunita saat ini sebagai pimpinan BKPSDM KBB.
Karier Yunita sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dimulai pada 2011.
Ia mengawali perjalanan profesionalnya sebagai pemberi konsultasi psikologi pegawai sebelum kemudian dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis di bidang kepegawaian.
Perjalanan karier tersebut membawanya menangani berbagai bidang, mulai dari analisis kebutuhan diklat, pembinaan pegawai, penilaian dan evaluasi kinerja aparatur, hingga menduduki posisi Kepala Bidang Mutasi, Promosi dan Kinerja BKPSDM KBB.
Selama kurang lebih 13 tahun mengabdi di Kabupaten Bandung Barat, dunia kepegawaian menjadi bagian penting dalam perjalanan profesionalnya.
Salah satu fokus yang turut mendapat perhatian Yunita adalah penerapan sistem merit dan manajemen talenta ASN.
Tidak hanya Transform ASN, Yunita juga pernah mengembangkan gagasan Smart Talent.
Konsep tersebut merupakan sistem monitoring talenta aparatur secara real time yang diarahkan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi potensi ASN yang belum terlihat atau disebut sebagai hidden gem.
Kajian mengenai Smart Talent tersebut juga telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah pada 2025.
Pengalaman profesional dan akademiknya pun memiliki benang merah yang kuat.
Latar belakang psikologi yang dimilikinya bertemu dengan ilmu pemerintahan serta pengalaman panjang dalam mengelola manajemen ASN di Kabupaten Bandung Barat.
Kini, Yunita menghadapi babak baru dalam perjalanan kariernya sebagai Kepala BKPSDM Kabupaten Bandung Barat.
Posisi tersebut membawa tanggung jawab besar dalam pengelolaan aparatur, termasuk pengembangan kompetensi ASN, manajemen talenta, sistem merit, promosi dan mutasi, hingga peningkatan kinerja aparatur Pemkab Bandung Barat.
Dengan latar belakang akademik dan pengalaman di bidang kepegawaian, Yunita memiliki ruang lebih besar untuk menerjemahkan berbagai gagasan yang selama ini dikembangkan melalui penelitian maupun pengalaman profesional menjadi kebijakan nyata.
Konsep transformasi ASN, manajemen talenta, sistem merit dan peningkatan kinerja aparatur kini tidak hanya menjadi bahan penelitian.
Sebagai Kepala BKPSDM KBB di era Bupati Jeje, gagasan tersebut menjadi tantangan bagi Yunita untuk diwujudkan dalam tata kelola birokrasi yang semakin profesional dan adaptif.
Bagi Yunita, menjadi ASN bukan sekadar menjalankan pekerjaan. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi juga menjadi salah satu hal yang menurutnya penting agar aparatur tetap memiliki motivasi dan suasana hati yang baik dalam menjalankan tugas.
Kini, doktor muda dengan latar belakang psikologi dan ilmu pemerintahan tersebut resmi memimpin BKPSDM KBB.
Publik pun akan menanti bagaimana Dr. Yunita Nur Fadilla menerjemahkan gagasan Transform ASN, sistem merit dan manajemen talenta ke dalam kinerja birokrasi Kabupaten Bandung Barat.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







