PR GARUT– Progres pembangunan Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) terus memperlihatkan kemajuan yang signifikan. Setelah proses pengadaan lahan di Kabupaten Bandung dan Garut hampir selesai, kini fokus beralih ke Tasikmalaya. Ratusan bidang tanah di wilayah ini telah disiapkan untuk menerima Uang Ganti Rugi (UGR).
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan bahwa proyek Tol Getaci akan berawal pembangunannya pada tahun 2026 dan diharapkan mulai beroperasi pada 2029. Proyek nasional strategis ini menjadi bagian penting dari Jalan Tol Trans Jawa Selatan, yang nantinya akan terhubung langsung dengan Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta dan Jalan Tol Cilacap–Pejagan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Proses pengosongan lahan dan pembayaran UGR di Kabupaten Bandung serta Garut telah hingga hampir 100 persen. Berikutnya, akan berlanjut ke Kabupaten dan Kota Tasikmalaya,” ujar Menteri PUPR Dody Hanggodo di Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Fokus 2026: Gedebage–Tasikmalaya Dikebut
Pada tahapan awal, fokus pembangunan tertuju pada dua bagian utama:
- Bagian 1: Gedebage – Garut Utara (45,2 km)
- Bagian 2: Garut Utara – Tasikmalaya (50,2 km)
Di Kabupaten Garut, menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Getaci II Muhammad Hidayat Satria Adi, telah tercapai pengosongan 2.200 bidang tanah. Bahkan, Ketua Tim Pengadaan Tanah Tol Getaci Kabupaten Garut, Muhamad Rahman, menyebut penyelesaian 355 bidang tanah bisa diselesaikannya hanya dalam tiga hari kerja — memperlihatkan percepatan yang tidak dapat dipercaya di lapangan.
“Jumlahnya banyak sekali, ratusan bidang in line with hari dapat kami selesaikan,” ujar Rahman.
Setelah Garut, kini wilayah Tasikmalaya menjadi fokus berikutnya. Pemerintah berencana mengakhiri seluruh pengadaan lahan pada segmen Gedebage–Tasikmalaya mencapai tahun 2026, dengan begitu konstruksi bisa secepatnya berawal.
Daftar Desa Penerima Dana Desa di Tasikmalaya
Berdasarkan knowledge resmi, terdapat 32 desa dan kelurahan di 9 kecamatan di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya yang akan terkena dampak dari proyek Tol Getaci. Berikut penjelasannya:
Kabupaten Tasikmalaya
- Kecamatan Salawu: Desa Sukahurip, Desa Neglasari
- Kecamatan Cigalontang: Desa Kersamaju, Lengkongjaya, Nanggerang, Nangtang, Pusparaja, Sirnagalih, Sukamanah, Tanjungkarang, Tenjonagara
- Kecamatan Padakembang: Desa Cilampunghilir
- Kecamatan Leuwisari: Desa Arjasari
- Kecamatan Singaparna: Desa Sukaherang, Cintaraja, Cikunir, serta Cikadongdong
Kota Tasikmalaya
- Kecamatan Mangkubumi: Desa Karikil, Cigantang, dan Sambong Jaya
- Kecamatan Kawalu: Desa Gunung Tandala, Karang Anyar, Cilamajang, serta Karsamenak
- Kecamatan Cibeureum: Desa Ciherang dan Ciakar
- Kecamatan Tamansari: Kelurahan Setia Mulya, Taman Jaya, Mulya Sari, Suka Hurip, Mugar Sari, serta Sumelap
Catatan penting: daftar nama-nama pemilik lahan yang dapatkan UGR akan diumumkan secara resmi melalui pemberitahuan dari panitia pengadaan tanah di setiap daerah.
Pandangan Baru Pembangunan Infrastruktur Jawa Barat Selatan
Tol Getaci akan menjadi jalur transportasi utama di selatan Jawa Barat. Selain mengurangi waktu antar-jemput dari Bandung ke Tasikmalaya menjadi 45 menit, jalur ini juga akan memperluas akses ekonomi menuju Garut, Pangandaran, mencapai Cilacap.
“Tol Getaci akan mempercepat perputaran logistik, meningkatkan kunjungan wisata, serta menghadirkan pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat bagian selatan,” ujar Dody Hanggodo.
Selain itu, pemerintah daerah mulai mempersiapkan fasilitas pendukung, seperti akses menuju gerbang tol, enviornment istirahat, serta keterhubungan antar wilayah guna memberi dukungan perkembangan ekonomi setempat.
*Berbagai kemajuan yang cepat dan mulai mengalirnya pembayaran UGR ke Tasikmalaya membuat Tol Getaci semakin nyata dalam proses pembangunan fisik. Wilayah selatan Jawa Barat siap menyambut era koneksi baru!*








