SURAT KABAR – PEMIKIRAN RAKYAT –Dalam perjalanan ledakan teknologi dan perubahan sosial yang pesat, anggota PKK RW 08 Baleendah, Kabupaten Bandung, kini diberikan kemampuan virtual guna memperkuat kesejahteraan keluarga.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh tim dosen dari Universitas Langlangbuana (UNLA) bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dalam rangka program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Peningkatan Keterampilan Kader dalam Edukasi Ketahanan Keluarga di Era Society 5.0”.
Sepanjang empat hari pelatihan intensif yang berlangsung pada Oktober–November 2025, para anggota mengikuti pembelajaran mengenai metode komunikasi yang efektif, pemanfaatan alat virtual, serta cara penyuluhan memakai aplikasi dan platform on-line.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua penyelenggara acara, Dudi Yudhakusuma, S.I.P., M.I.Kom., menyampaikan bahwa rutinitas ini bertujuan sebagai tanggapan terhadap peningkatan jumlah perceraian serta menurunnya komunikasi dalam keluarga di kawasan Baleendah.
“Anggota PKK memainkan peran yang sangat penting dalam masyarakat. Pada era virtual sementara waktu, mereka harus segera mampu memberikan edukasi kepada warga, tidak hanya secara langsung, namun juga melalui media teknologi,” ujarnya.
Salah satu hasil dari pelatihan ini adalah pembuatan aplikasi dan situs internet FamCare, sebuah platform belajar virtual yang menyediakan e-modul, video edukatif, serta forum diskusi mengenai ketahanan keluarga.
Platform ini diharapkan mampu membantu rakyat dalam memahami pentingnya komunikasi keluarga, cara mendidik anak, serta upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.
Dosen UPI, Gina Indah Permata Nastia, S.Kesos., M.Kesos., menegaskan bahwa ketahanan keluarga tidak bisa dipisahkan dari kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
“Anggota kami ajak memahami nilai-nilai keluarga serta menguasai teknologi virtual, agar bisa memberikan pendidikan yang lebih sesuai dan mendekati masyarakat,” ujarnya.
Disisi berbeda, Iqbal Syaefulloh, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen ISBI Bandung, mengadakan pelatihan mengenai metode mengungkapkan pesan edukatif yang menarik dalam lingkungan virtual.
“Anggota diberi pelatihan dalam menyusun konten yang dapat meyakinkan, seperti video pendek atau infografis, agar pesan mengenai harmonisasi keluarga lebih mudah dimengerti,” ujarnya.
Sederhana dan mudah diakses
Dari segi teknologi, Dila Siti Nurfadhilah, S.Kom., M.Kom., dosen Informatika UNLA, memastikan bahwa FamCare dirancang sederhana dan bisa diakses oleh siapa saja.
“Kami mengharapkan teknologi ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang belum terbiasa memakai aplikasi virtual,” ujarnya.
Selain FamCare, para kader juga diajarkan cara mendapatkan manfaat dari Canva dalam menyusun materi visible dan video pendek agar pesan penyuluhan menjadi lebih menarik.
Seorang peserta, Sri Wahyuni, Ketua Kader RW 08 Baleendah, menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan yang baru.
“Biasanya kami hanya membuat poster atau sosialisasi langsung. Sekarang kami mampu menyusun konten virtual dan menyebarkannya melalui media sosial. Masyarakat menjadi lebih antusias,” ujarnya.
Program ini juga menghasilkan karya ilmiah, video dokumentasi di saluran UNLA TV, serta poster edukatif virtual. Di masa yang akan datang, tim berencana bekerja sama dengan pemerintah kelurahan agar pelatihan serupa bisa diadakan di daerah lain.
Menariknya, rutinitas ini termasuk dalam Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat berbasis BIMA (Foundation Informasi Observasi dan Pengabdian kepada Masyarakat) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).
Program ini membantu para dosen di berbagai universitas untuk berinovasi dan bekerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui teknologi.
“Kami mengharapkan anggota PKK Baleendah menjadi contoh kader yang tangguh di masa virtual—yang tidak hanya menjaga harmonisasi keluarga, namun juga mampu memperkuat masyarakat melalui teknologi,” tutup Dudi.








