Polemik Keracunan Massal MBG: DPRD KBB Sentil BGN Soal Klaim Air Bersih Jadi Biang Penyebab

- Penulis

Kamis, 13 November 2025 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD KBB sekaligus Koordinator Komisi III, Asep Dedi (Abdul Kholilulloh)

i

Wakil Ketua DPRD KBB sekaligus Koordinator Komisi III, Asep Dedi (Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id — Kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus menuai sorotan.

Wakil Ketua DPRD KBB sekaligus Koordinator Komisi III, Asep Dedi, menegaskan bahwa pernyataan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait dugaan penyebab utama kejadian tersebut harus disampaikan secara transparan dan berbasis data ilmiah yang jelas.

Menurut Asep, penjelasan BGN yang menyebut bakteri E. Coli dalam air sebagai penyebab utama belum bisa diterima begitu saja tanpa pembuktian komprehensif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, klaim tersebut berpotensi menimbulkan kekhawatiran dan stigma negatif terhadap kualitas air di wilayah Bandung Barat.

“Kami sejatinya berharap BGN dan Kemenkes terbuka dalam menyampaikan hasil investigasi. Apakah memang murni karena air, atau ada faktor lain yang belum diungkap ke publik?” ujar Asep Dedi, Kamis (13/11/2025).

Wakil Ketua DPRD KBB sekaligus Koordinator Komisi III, Asep Dedi (Abdul Kholilulloh)
Wakil Ketua DPRD KBB sekaligus Koordinator Komisi III, Asep Dedi (Abdul Kholilulloh)

Politisi asal Bandung Barat itu menilai, pernyataan sepihak dari BGN dapat menimbulkan efek domino di tengah masyarakat.

“Dengan pernyataan itu, muncul kegaduhan dan kekhawatiran yang tidak perlu. Padahal mayoritas warga Bandung Barat selama ini aman menggunakan air sumur dan sumber lokal. Jangan sampai pernyataan seperti ini merusak citra daerah dan menimbulkan kecemasan kolektif,” tegasnya.

Baca Juga:  Usai ASN Dilantik, Ketua Komisi I DPRD KBB Minta Kekosongan Jabatan Kadis Segera Diisi 

Lebih lanjut, Asep menyoroti ruang lingkup investigasi BGN dan Kemenkes yang dinilainya terlalu sempit karena hanya berfokus pada aspek kualitas air.

Ia meminta agar pemeriksaan mencakup faktor lain seperti bahan makanan mentah, kebersihan peralatan, proses pengolahan, hingga potensi human error.

“Apakah pemeriksaan sudah komprehensif? Jangan-jangan penyebabnya lebih kompleks dari sekadar air,” tambahnya.

Asep juga mendesak agar BGN dan Kemenkes berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah (Pemda) KBB dan DPRD sebelum mengumumkan hasil investigasi ke publik.

“Kami minta data dan metodologi yang jelas. Publik berhak tahu secara utuh di titik mana terjadi kontaminasi — apakah di sumber air atau saat penyimpanan di SPPG. Jangan sampai generalisasi justru membuat warga resah,” pungkasnya.

Pernyataan BGN: 75% Kasus Keracunan Berkaitan dengan Air Tidak Layak

Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut hasil investigasi awal menemukan adanya kontaminasi bakteri E. Coli pada air yang digunakan dalam pengolahan makanan program MBG.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (foto: istimewa)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (foto: istimewa)

Ia menjelaskan, berdasarkan kajian awal Kemenkes, sekitar 75% kasus keracunan makanan di Bandung Barat berkaitan dengan penggunaan air yang tidak memenuhi standar kebersihan.

Baca Juga:  Ini Raja Kasep, Bibit Domba Garut Asal Cililin KBB yang Harganya Rp30 Juta

Sebagai langkah antisipasi, BGN merekomendasikan agar seluruh Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung Barat tidak lagi menggunakan air mentah, melainkan air matang atau air yang telah melalui uji kualitas laboratorium.

Meski demikian, Asep Dedi menilai, langkah edukasi dan pembinaan terhadap pelaksana program di lapangan harus diutamakan daripada hanya menyalahkan satu faktor penyebab.

“Program MBG ini sangat baik untuk masyarakat. Jadi sebaiknya jangan langsung menyudutkan, tapi perkuat pengawasan, edukasi higienitas, dan kualitas bahan makanan,” ujarnya.

Dengan demikian, DPRD KBB berharap agar polemik keracunan massal MBG menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pangan, sanitasi, dan komunikasi publik antarinstansi, agar kasus serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Dalam kurun waktu sebulan terakhir, sejumlah kasus gejala keracunan makanan dilaporkan di berbagai wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Rentetan kejadian tercatat bermula dari Kecamatan Cipongkor, kemudian menyebar ke Kecamatan Cihampelas, Kecamatan Cisarua, Kecamatan Lembang, dan teranyar muncul laporan di Kecamatan Ngamprah.

Informasi tersebut dihimpun dari Dinas Kesehatan Bandung Barat yang merinci peningkatan kasus dengan pola gejala serupa di beberapa kecamatan.

Baca Juga:  Pastor John Misty, Sharon Van Etten – Data Pemuat

Berbagai media juga melaporkan bahwa otoritas setempat tengah menindaklanjuti insiden ini dengan melakukan investigasi dan pemantauan termasuk pemeriksaan sumber makanan, sampling laboratorium, serta sosialisasi langkah pencegahan kepada masyarakat.

Sebagai upaya mitigasi, warga diminta meningkatkan kehati-hatian terhadap kebersihan makanan dan minuman, serta segera melapor ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala keracunan.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta
Gardu Listrik Keluarkan Gas, Bikin Warga Padalarang Bandung Barat Resah
Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak
Viral ! Lewat Jalan Rusak, Pasien Kangker Otak di Cililin Bandung Barat Ditandu 
Baru Diresmikan Wamendagri Bima Arya, Dua Bangunan KDMP di Padalarang Rusak Diterjang Puting Beliung
520 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di KBB, Gedung KDMP Turut Terdampak
Apes! Mobil Box Pengangkut MBG Terperosok di Jembatan Gantung Bandung Barat
Pasca Puting Beliung Terjang KBB, Warga Padalarang Evakuasi Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:37 WIB

Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Gardu Listrik Keluarkan Gas, Bikin Warga Padalarang Bandung Barat Resah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Viral ! Lewat Jalan Rusak, Pasien Kangker Otak di Cililin Bandung Barat Ditandu 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Baru Diresmikan Wamendagri Bima Arya, Dua Bangunan KDMP di Padalarang Rusak Diterjang Puting Beliung

Berita Terbaru