SEKITARKITA.id – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) kembali menggelar ajang tahunan Badan Ekraf Developer Day (BDD) 2025 pada Sabtu, 22 November 2025, di Trans Convention Center, The Trans Luxury Hotel Bandung.
Gelaran ini menjadi salah satu program terbesar pemerintah dalam memperkuat ekosistem talenta digital tanah air.
Sejak pertama kali hadir pada 2016, BDD telah berkembang menjadi barometer pertumbuhan ekosistem digital Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tercatat lebih dari 175 ribu developer dari 20 kota di Indonesia telah mengikuti program ini. Tahun ini, Bandung kembali dipercaya menjadi tuan rumah, membawa antusiasme tinggi dari peserta.
Panitia mencatat lebih dari 3.000 pendaftar, dengan 1.000 peserta terpilih akan mengikuti kegiatan secara langsung di lokasi acara.
Peningkatan ini menunjukkan semangat besar generasi muda dalam memperdalam kompetensi digital.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa pelaksanaan BDD 2025 dirancang sejalan dengan ambisi pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekosistem ekonomi digital nasional.
“Geliat peserta yang terus meningkat memperlihatkan kokohnya fondasi ekosistem SDM digital di tanah air. Sejak 2016, lebih dari 175 ribu developer tumbuh bersama BDD. Ini bukti Indonesia memiliki kekuatan digital yang luas dan menjanjikan. Kami yakin program ini dapat melahirkan the new engine of growth di era AI,” ujar Teuku Riefky dalam sambutannya.
Mengusung tema “Accelerating Creative Transformation Through Digital Talent”, BDD 2025 diharapkan menjadi ruang strategis yang mempertemukan talenta muda, praktisi teknologi, dan pelaku industri digital dalam satu wadah pembelajaran dan kolaborasi.
Ia menyebut, untuk mendukung peningkatan kualitas talenta digital, tahun ini Kemenkraf menghadirkan tiga jalur pembelajaran utama, yaitu Mobile Development, Full Stack Development dan Artificial Intelligence (AI).
Kurikulum pembelajaran disusun bersama Dicoding, kata dia, mitra resmi Google Developers sekaligus perusahaan edukasi teknologi yang dikenal dengan standardisasi kurikulum berbasis industri.
“Kolaborasi ini memastikan peserta mendapatkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pasar digital masa kini,” tambah Teuku Riefky.
Teuku Riefky menjelaskan, BDD 2025 juga menyasar berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, developer pemula, hingga masyarakat umum yang ingin memperluas keterampilannya di ranah digital dan teknologi.
“Tidak hanya fokus pada pengembangan SDM digital, BDD 2025 juga menjadi bagian dari implementasi Delapan Asta Ekraf, kerangka besar pengembangan ekonomi kreatif nasional yang disusun berdasarkan RPJPN, RPJMN, Renstra Kemenkraf, dan Rencana Induk Ekonomi Kreatif,” ungkapnya.
Seluruh agenda tersebut dirancang untuk memperkuat industri kreatif Indonesia secara inklusif, terukur, dan berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Menteri Ekraf menegaskan bahwa BDD bukan hanya ajang pelatihan, tetapi menjadi mesin baru yang mendorong Indonesia semakin kompetitif dalam era ekonomi digital global.
“Delapan agenda tersebut meliputi, Ekraf Kaya, Ekraf Data, Pasar Ekraf, Sinergi Ekraf, Talenta Ekraf, Sentra Ekraf, Dana Ekraf dan Ekraf Bijak,” ungkap Teuku Riefky menandaskan.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan







