Krisis Air Bersih Masih Bayangi Bandung Barat: Pemda Percepat Program SPAM dan Dorong Pemanfaatan Air Permukaan

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis Air Bersih Masih Bayangi Bandung Barat: Pemda Percepat Program SPAM dan Dorong Pemanfaatan Air Permukaan

SEKITARKITA.id – Meski pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat telah meluncurkan berbagai program penyediaan air bersih, sebagian wilayah masih kesulitan mendapatkan akses air layak konsumsi.

Kondisi ini terutama dirasakan di daerah rawan kekeringan seperti Rajamandala Kulon, Cipada, dan beberapa titik di wilayah barat dan selatan KBB.

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, Aan Sopyan, ST, MT, menegaskan bahwa persoalan air bersih menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh warga Bandung Barat bisa menikmati akses air yang layak dan berkelanjutan,” ujarnya saat ditemui Jumat, 24 Oktober 2025.

Menurut Aan, kondisi geografis Bandung Barat sangat beragam. Wilayah selatan dan barat cenderung mengalami kekeringan, sementara daerah utara seperti Lembang dan Parongpong justru memiliki ketersediaan air yang melimpah.

Kompleks Pemda Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)
Kompleks Pemda Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)

Namun, distribusi air dari wilayah kaya sumber air ke zona kekurangan belum berjalan optimal. Hal inilah yang membuat akses air bersih di Bandung Barat masih belum merata.

Baca Juga:  Gema Takbir berkumandang, warga Padalarang KBB padati pasar tumpah, kemacetan mengular

Sementara itu, Kepala Bidang Sanitasi dan Air Minum Dinas PUTR KBB, Rilvi Hadi, ST, MM, menyebutkan bahwa cakupan program air bersih tahun ini mengalami penurunan dibanding sebelumnya.

“Tahun ini programnya menurun, tapi Alhamdulillah, kami tetap bisa memperbarui data Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Program ini juga bagian dari 100 hari kerja Pak Bupati, fokus di lima desa prioritas,” jelasnya.

Lima desa prioritas SPAM 2025 yakni, Desa Mekarwangi, Desa Tanjungwangi, Desa Cipendeuy, Desa Rajamandala Kulon dan Desa Cipada.

Kelima desa tersebut diketahui menjadi wilayah rawan kekeringan terutama saat musim kemarau panjang.

Selain SPAM, Pemda Bandung Barat menyalurkan bantuan air bersih berbasis APBD ke beberapa desa, seperti, Gadobangkong (Ngamprah), Cihampelas, Mandalasari (Cikalongwetan), Kertawangi (Cisarua).

Sebagian besar proyek sudah selesai, dan sisanya ditargetkan rampung November 2025.

“Total anggaran tahun ini sekitar Rp400 juta. Sebagian merupakan aspirasi DPRD. Memang belum sebanding dengan kebutuhan, tapi kami terus berupaya agar manfaatnya merata,” kata Rilvi.

Ketergantungan masyarakat pada sumur bor dan air tanah semakin tinggi. Jika dibiarkan, ini bisa mengganggu keseimbangan cekungan air tanah.

Baca Juga:  Bentrokan Geng Motor di Batujajar KBB, Anggota Moonraker Tewas Akibat Sabetan Senjata Tajam

“Kalau pengeboran dilakukan terus-menerus tanpa kendali, bisa menurunkan kualitas dan debit air tanah,” tegas Rilvi.

Sebagai solusi, Dinas PUTR mulai mendorong pemanfaatan air permukaan seperti sungai dan mata air melalui sistem pipanisasi.

Wilayah utara KBB dinilai memiliki potensi air permukaan cukup besar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Kerja sama dengan PDAM Tirta Wibawa Mukti juga diperkuat untuk menyalurkan air dari wilayah utara ke daerah pemukiman yang kekurangan air.

Ia memastikan bahwa pemanfaatan air permukaan adalah solusi jangka panjang yang berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan.

Meski capaian sudah meningkat, Dinas PUTR mencatat sekitar 15 persen warga Bandung Barat belum memiliki akses air bersih sesuai standar.

“Bukan berarti mereka tidak punya air, tapi kualitasnya belum memenuhi standar air bersih,” jelas Rilvi.

Saat ini, 85 persen masyarakat telah mendapatkan akses air layak dari PDAM, SPAM, maupun sumber air desa terkelola. Namun sebagian warga masih mengandalkan sumur dangkal atau mata air terbuka yang rentan tercemar.

Baca Juga:  Prabowo: Kalau Pangan dan Energi Aman, RI Tak Perlu Takut dengan Siapapun di Dunia Ini

Pihaknya menegaskan bahwa keberhasilan penyediaan air bersih tidak hanya bergantung pada pemerintah.

“Warga juga harus menjaga lingkungan, tidak membuang limbah ke sungai, serta ikut merawat mata air di sekitar permukiman,” pesannya.

Rilvi menambahkan bahwa air bersih adalah hak dasar manusia, bukan sekadar proyek fisik.

“Air itu kehidupan. Kami ingin semua warga, terutama di pelosok, bisa menikmati air bersih yang layak,” kata dia.

Pemkab Bandung Barat komitmen bahwa Pemkab Bandung Barat akan terus memperluas jaringan layanan air bersih.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan PDAM dan pemerintah pusat agar program air bersih dapat menjangkau 100 persen masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Pemda menyiapkan strategi jangka panjang dengan memperluas SPAM, memperkuat kerja sama lintas instansi, serta mendorong desa-desa membangun kemandirian pengelolaan air lokal.

“Air bukan hanya soal infrastruktur, tapi tentang keberlanjutan hidup. Kami ingin memastikan tak ada lagi warga Bandung Barat yang harus menempuh kilometer demi setetes air,” tutup Rilvi. (Diskominfo KBB)



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB
Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab
Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 
Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin
Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan
Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir
Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:44 WIB

Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB

Rabu, 30 September 2026 - 07:08 WIB

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Rabu, 30 September 2026 - 03:15 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 

Selasa, 29 September 2026 - 20:40 WIB

Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin

Selasa, 29 September 2026 - 09:21 WIB

Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi

Berita Terbaru