Bandung Barat | SekitarKita.id,- Gema takbir berkumandang menggelar di setiap sudut pelosok desa, di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hari Raya Idulfitri, selalu menyambut dengan gema takbir untuk mengagungkan asma Allah bagi umat muslim.
Hanya Allah lah yang Maha Besar. Kalimat takbir adalah bentuk pengagungan kebesaran Allah. ‘Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu’.
Momen ini dimanfaatkan sebagian masyarakat berburu baju lebaran dan persiapan lainnya untuk menyambut shalat Idul Fitri 2024, pada hari Rabu 10 April 2024 besok sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan pewarta SekitarKita.id, Selasa (09/04) pukul 21.21 WIB, sejumlah titik di jalan arteri Padalarang, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang KBB mengalami kemacetan cukup panjang. Banyak dari masyarakat yang sengaja memadati pasar tumpah wilayah tersebut.
Sejak pukul 17.14 WIB sore tadi, puluhan pedagang berjejer menjajakan barang dagangannya di sepanjang ruko di jalan arteri Padalarang. Dari mulai pertigaan Rancabali hingga menuju persimpangan Tagog Padalarang.
“Rame banget malam takbiran Lebaran ini, memang tiap setahun sekali disini (Padalarang) ada pasar tumpah,” kata Anti (32) warga Poswetan, Desa Kertamulya, Padalarang, saat ditemui SekitarKita.id, Selasa malam.
Ia menjelaskan, sejumlah kebutuhan untuk menyambut Lebaran ia persiapkan sejak jauh jauh hari, seperti mempersiapkan masakan di momen Hari Raya Idul Fitri. Kendati itu ia sengaja berburu baju untuk kedua anaknya tepat pada malam takbir.
“Kalau masakan kaya ketupat dan kue sudah semua, tinggal baju baru buat kedua anak saya, malam takbiran ini momen yang paling ditunggu, kalau pas jam 12.00 malam biasanya harganya di murahin,” ujarnya.
Sementara itu, Adin pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman ke bilangan Kota Tegal Jawa Tengah menyebut, imbas dari pasar murah di sepanjang ruko itu berdampak kemacetan panjang.
Ia menjelaskan, banyak dari masyarakat tumpah ruah berburu barang dagangan. Kemacetan terjadi mulai dari arah Ciburuy hingga pertigaan Tagog Padalarang dan sebaliknya, dari arah Kota Baru Parahyangan – Tagog Padalarang.
“Macet tadi banyak warga berburu pakaian dan kembang buat besok jadi imbasnya macet parah dari Ciburuy. Lumayan kurang lebih setengah jam, biasanya cuman 5 menit,” ujar Adin.
Terpantau hingga pukul 21.59 WIB sepanjang ruko (kios) di jalan arteri Padalarang, warga masih memadati lokasi tersebut, diperkirakan kondisi ini akan terjadi hingga pukul 23.40 WIB.
Petugas kepolisian Satlantas Polres Cimahi dan Polsek Padalarang terpantau tengah berjibaku mengurai arus lalulintas di lokasi. Pengamanan juga dipertebal di setiap titik persimpangan Rancabali, Simpang Tagog Padalarang dan juga pasar Tagog Padalarang.
Petugas kepolisian di pimpin Kapolsek Padalarang, Kompol Darwan menghimbau kepada para pedagang dengan menggunakan pengeras suara, agar tidak memakan bahu jalan untuk berjualan, karena akan berdampak pada penumpukan masa dan mengakibatkan kemacetan.
“Yang tertib, jangan mengganggu pengguna jalan,” kata Darwan singkat.
Penulis : Abdul Kholilulloh
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan Khusus (Lipsus)








