Gema Takbir berkumandang, warga Padalarang KBB padati pasar tumpah, kemacetan mengular

- Penulis

Selasa, 9 April 2024 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Gema takbir berkumandang menggelar di setiap sudut pelosok desa, di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hari Raya Idulfitri, selalu menyambut dengan gema takbir untuk mengagungkan asma Allah bagi umat muslim.

Hanya Allah lah yang Maha Besar. Kalimat takbir adalah bentuk pengagungan kebesaran Allah. ‘Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu’.

Momen ini dimanfaatkan sebagian masyarakat berburu baju lebaran dan persiapan lainnya untuk menyambut shalat Idul Fitri 2024, pada hari Rabu 10 April 2024 besok sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan pewarta SekitarKita.id, Selasa (09/04) pukul 21.21 WIB, sejumlah titik di jalan arteri Padalarang, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang KBB mengalami kemacetan cukup panjang. Banyak dari masyarakat yang sengaja memadati pasar tumpah wilayah tersebut.

Ratusan masyarakat padati pasar tumpah di ruko Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Ratusan masyarakat padati pasar tumpah di ruko Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Sejak pukul 17.14 WIB sore tadi, puluhan pedagang berjejer menjajakan barang dagangannya di sepanjang ruko di jalan arteri Padalarang. Dari mulai pertigaan Rancabali hingga menuju persimpangan Tagog Padalarang.

Baca Juga:  Trendz memikat pecinta dengan gambar artis yang mengejutkan untuk album mini kedua Jepang 'Canvas - Kpoppie

“Rame banget malam takbiran Lebaran ini, memang tiap setahun sekali disini (Padalarang) ada pasar tumpah,” kata Anti (32) warga Poswetan, Desa Kertamulya, Padalarang, saat ditemui SekitarKita.id, Selasa malam.

Ia menjelaskan, sejumlah kebutuhan untuk menyambut Lebaran ia persiapkan sejak jauh jauh hari, seperti mempersiapkan masakan di momen Hari Raya Idul Fitri. Kendati itu ia sengaja berburu baju untuk kedua anaknya tepat pada malam takbir.

“Kalau masakan kaya ketupat dan kue sudah semua, tinggal baju baru buat kedua anak saya, malam takbiran ini momen yang paling ditunggu, kalau pas jam 12.00 malam biasanya harganya di murahin,” ujarnya.

Sementara itu, Adin pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman ke bilangan Kota Tegal Jawa Tengah menyebut, imbas dari pasar murah di sepanjang ruko itu berdampak kemacetan panjang.

Ia menjelaskan, banyak dari masyarakat tumpah ruah berburu barang dagangan. Kemacetan terjadi mulai dari arah Ciburuy hingga pertigaan Tagog Padalarang dan sebaliknya, dari arah Kota Baru Parahyangan – Tagog Padalarang.

Baca Juga:  Depot Air Minum Gratis: Visi Hengky untuk KBB Seperti Negara Maju

“Macet tadi banyak warga berburu pakaian dan kembang buat besok jadi imbasnya macet parah dari Ciburuy. Lumayan kurang lebih setengah jam, biasanya cuman 5 menit,” ujar Adin.

Penebalan personel Satlantas Polres Cimahi dikerahkan guna mengurai kemacetan di Padalarang (foto: Abdul Kholilulloh)
Penebalan personel Satlantas Polres Cimahi dikerahkan guna mengurai kemacetan di Padalarang (foto: Abdul Kholilulloh)

Terpantau hingga pukul 21.59 WIB sepanjang ruko (kios) di jalan arteri Padalarang, warga masih memadati lokasi tersebut, diperkirakan kondisi ini akan terjadi hingga pukul 23.40 WIB.

Petugas kepolisian Satlantas Polres Cimahi dan Polsek Padalarang terpantau tengah berjibaku mengurai arus lalulintas di lokasi. Pengamanan juga dipertebal di setiap titik persimpangan Rancabali, Simpang Tagog Padalarang dan juga pasar Tagog Padalarang.

Petugas kepolisian di pimpin Kapolsek Padalarang, Kompol Darwan menghimbau kepada para pedagang dengan menggunakan pengeras suara, agar tidak memakan bahu jalan untuk berjualan, karena akan berdampak pada penumpukan masa dan mengakibatkan kemacetan.

“Yang tertib, jangan mengganggu pengguna jalan,” kata Darwan singkat.



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan Khusus (Lipsus)

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab
Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 
Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin
Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan
Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir
Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 07:08 WIB

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Rabu, 30 September 2026 - 03:15 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 

Selasa, 29 September 2026 - 20:40 WIB

Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin

Selasa, 29 September 2026 - 09:21 WIB

Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi

Selasa, 29 September 2026 - 08:28 WIB

Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan

Berita Terbaru