SEKITARKITA.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara terkait video viral seorang lansia sakit yang dievakuasi menggunakan alat berat ekskavator di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa tersebut menuai keprihatinan publik dan menjadi sorotan luas warganet.
Orang nomor satu di Jawa Barat yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) menyebut peristiwa tersebut sebagai kejadian yang memilukan sekaligus menggambarkan kondisi wilayah yang telah lama terisolasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lansia yang terekam dalam video viral itu diketahui bernama Abah Dalang atau Anung Asmarawijaya (80), warga Desa Jati, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Saat kejadian, Abah Dalang tengah menderita sakit lambung dan hendak dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dalam video tersebut, Abah Dalang terlihat duduk di dalam bucket ekskavator sambil dipeluk anak perempuannya. Penggunaan alat berat dilakukan lantaran tidak adanya akses jalan yang bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat menuju rumahnya.
“Peristiwa ini sangat memilukan dan mengharukan. Seorang lansia dan anak perempuannya terpaksa ditempatkan di pengeruk ekskavator untuk diangkut karena menderita sakit,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya yang diunggah melalui akun Instagram resmi @dedimulyadi71, Selasa (16/12/2025).
KDM menjelaskan bahwa daerah tersebut merupakan wilayah yang terisolasi selama puluhan tahun, karena untuk mencapai lokasi harus menyeberangi Waduk Saguling dan tidak memiliki akses darat yang memadai.
“Saat ini Pemerintah Kabupaten Bandung Barat di bawah kepemimpinan Bupati Jeje Ritchie Ismail sedang membangun dua hal penting, yakni jembatan apung agar bisa dilintasi, serta akses jalan menuju kampung Abah Dalang,” jelasnya.
Menurut KDM, pembangunan jalan dan jembatan tersebut baru dimulai pada tahun 2025. Saat kejadian, akses kendaraan sama sekali belum tersedia sehingga ekskavator yang sedang bekerja di lokasi menjadi satu-satunya sarana yang memungkinkan.
“Abah saat itu sakit maag dan akan dibawa ke bidan atau puskesmas terdekat. Alhamdulillah, saat ini Abah sudah sembuh kembali,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan disebabkan oleh jalan rusak maupun bencana alam, melainkan akibat kondisi kampung yang telah lama terisolasi dan baru mendapatkan pembangunan infrastruktur tahun ini.
Di sisi lain, pasca viralnya video tersebut, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang menimbulkan keprihatinan publik.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian ini. Kami mengakui bahwa penanganan awal dari tingkat desa dan kecamatan belum berjalan cepat,” ujar Jeje dalam pernyataannya melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (16/12/2025).
Jeje menjelaskan bahwa rumah Abah Dalang berada di pinggir Waduk Saguling, tepat di lokasi pembangunan jembatan apung, sehingga akses jalan belum dapat dilalui kendaraan.
“Ekskavator digunakan karena alat berat tersebut sedang berada di lokasi pekerjaan dan menjadi sarana yang memungkinkan saat itu,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa penggunaan ekskavator bukan karena kondisi jalan rusak, melainkan akibat pembangunan akses jalan yang masih berlangsung.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Sumber Instagram @dedimulyadi71







