SEKITARKITA.id – Nasib pilu menimpa Mustirah (53), warga Blok Ranca, RT02/RW02, Desa Batujajar, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Rumah miliknya yang berukuran sekitar 10 tumbak dengan bangunan berbahan GRC (Glassfiber Reinforced Concrete) dilaporkan ambruk di bagian dapur pada Kamis, 23 April 2026 dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB saat seluruh penghuni tengah terlelap tidur. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kejadiannya sekitar jam satu malam, saat semua sedang tidur lelap,” ujar Mustirah saat dihubungi pada Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, saat kejadian tidak ada hujan maupun angin kencang yang melanda wilayah tersebut. Ia menduga ambruknya bagian dapur rumah disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah tua dan lapuk dimakan usia.
“Memang kondisi bangunan sudah tua, tulang-tulangnya juga sudah rapuh. Pas kejadian tidak ada hujan atau angin,” ungkapnya.
Mustirah yang kini berstatus janda tinggal bersama anak dan menantunya. Dalam satu rumah tersebut terdapat dua kepala keluarga dengan total tiga jiwa. Kondisi ekonomi yang serba terbatas membuatnya kesulitan untuk memperbaiki rumah yang rusak.
“Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk kebutuhan sehari-hari saja pas-pasan. Alhamdulillah masih bisa makan,” tuturnya dengan nada lirih.
Kondisi rumah yang ambruk tersebut telah diketahui oleh pemerintah desa setempat. Untuk sementara, bagian dapur yang rusak ditutup menggunakan terpal guna mencegah kerusakan lebih lanjut.
“Pemerintah desa sudah datang. Alhamdulillah tidak ada korban. Sekarang ditutup terpal dulu,” jelasnya.
Mustirah berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah, khususnya melalui program rumah tidak layak huni (rutilahu), agar dirinya dan keluarga bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.
“Semoga bantuan dari program rutilahu bisa segera terealisasi dan tepat sasaran, terutama untuk warga yang benar-benar membutuhkan,” harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah setempat terkait tindak lanjut bantuan untuk korban.
Program rutilahu yang selama ini digencarkan diharapkan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








