Sapi Bali Asal Bima Jadi Primadona Jelang Iduladha 1447 H di Bandung Barat

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sapi Bali asal Bima, NTB, banyak diburu warga Kabupaten Bandung Barat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah karena kualitas dagingnya yang padat dan tidak berair (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Sapi Bali asal Bima, NTB, banyak diburu warga Kabupaten Bandung Barat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah karena kualitas dagingnya yang padat dan tidak berair (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Sapi Bali asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi primadona di wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Hewan kurban tersebut banyak diburu masyarakat karena dinilai memiliki kualitas daging yang lebih padat dan tidak berair dibandingkan sapi lokal maupun jenis lainnya.

Hal itu diungkapkan Rafiq, penjual sekaligus penanggung jawab pemeliharaan sapi Bali di Jalan Gedonglima, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rafiq, setiap ekor sapi Bali didatangkan langsung dari Bima dengan perjalanan mencapai lima hari menuju Padalarang.

Rafiq, penjual sekaligus penanggung jawab pemeliharaan sapi Bali di Jalan Gedonglima (foto: Abdul Kholilulloh)
Rafiq, penjual sekaligus penanggung jawab pemeliharaan sapi Bali di Jalan Gedonglima (foto: Abdul Kholilulloh)

“Biaya transportasi per ekor sekitar Rp1,5 juta. Tapi untuk pembeli dari wilayah tertentu kami berikan layanan pengiriman gratis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sistem pembayaran juga dibuat fleksibel guna memudahkan masyarakat membeli hewan kurban menjelang Iduladha.

“Cukup bayar uang muka Rp2 juta saat pemesanan, sisanya dilunasi saat sapi diantar tanpa biaya tambahan,” katanya.

Rafiq menuturkan, keunggulan utama sapi Bali asal Bima terletak pada kualitas daging dan pola pemeliharaan alami di padang sabana.

Baca Juga:  Korban kecelakaan kereta tiba dirumah duka, haru biru menyelimuti pemakaman Julian

Menurutnya, sapi-sapi tersebut hanya diberi pakan jerami tanpa campuran pakan buatan maupun ampas, sehingga menghasilkan tekstur daging yang lebih baik.

Sapi Bali asal Bima, NTB, banyak diburu warga Kabupaten Bandung Barat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah karena kualitas dagingnya yang padat dan tidak berair (foto: Abdul Kholilulloh)
Sapi Bali asal Bima, NTB, banyak diburu warga Kabupaten Bandung Barat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah karena kualitas dagingnya yang padat dan tidak berair (foto: Abdul Kholilulloh)

“Hasilnya daging lebih padat, tidak berair, dan tulangnya kecil. Itu yang membuat banyak konsumen suka,” terangnya.

Secara fisik, sapi Bali memiliki ciri khas tubuh lebih kecil dibanding sapi Jawa meski usianya lebih tua. Selain itu terdapat warna putih di bagian pantat serta tanduk pendek dan meruncing.

Rafiq menyebutkan, harga sapi Bali yang dijual berkisar antara Rp16 juta hingga Rp30 juta per ekor tergantung ukuran dan kondisi fisik hewan.

Tingginya minat masyarakat membuat penjualan tahun ini meningkat dibandingkan musim Iduladha sebelumnya.

Dari total 40 ekor sapi yang didatangkan pada awal musim, kini hanya tersisa 11 ekor.

“Alhamdulillah permintaan meningkat. Banyak pelanggan lama kembali membeli karena sudah tahu kualitas daging sapi Bali,” ujarnya.

Meski menyediakan beberapa ekor sapi jenis Limousin, Rafiq mengakui mayoritas pembeli tetap memilih sapi Bali karena dianggap memiliki kualitas daging yang lebih unggul.

Baca Juga:  Sugiri Bupati Ponorogo Jadi Tersangka Korupsi Suap

Ia juga mengatakan kenaikan harga jual tahun ini dipengaruhi ukuran tubuh dan kualitas masing-masing sapi.

Meski belum menyebutkan angka omzet secara rinci, Rafiq memastikan penjualan Iduladha tahun ini melampaui capaian tahun sebelumnya.

Kini, bagi masyarakat di Desa Kertajaya dan sekitarnya, sapi Bali asal Bima mulai menjadi pilihan utama untuk hewan kurban dan perlahan menggeser dominasi sapi Jawa yang sebelumnya lebih banyak diminati.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

PAN Bandung Barat Sambut Positif Penambahan Dapil Pemilu 2029, Target Tambah Kursi DPRD
Pemkab Bandung Barat Janji Insentif RT/RW Cair Sebelum Iduladha 2026
Wagub Jabar Erwan Yakin Persib Juara, Ini Dua Syarat Maung Bandung Kunci Gelar Super League
Pemkab Bandung Barat Resmikan 25 Gerai KDKMP, Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan
Pangdam III/Siliwangi Optimis KDKMP Perkuat Ekonomi Desa dan Ketahanan Pangan Nasional
Ketua Komisi IV DPRD KBB Soroti Sekolah Rusak dan Layanan Kesehatan, Minta Jadi Prioritas
Bupati Jeje Soroti Kuota Haji Bandung Barat 2026 Anjlok, Pelayanan Jemaah Lansia Jadi Prioritas
Kuota Haji Bandung Barat 2026 Turun Drastis, Hanya 89 Jemaah Diberangkatkan

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:34 WIB

PAN Bandung Barat Sambut Positif Penambahan Dapil Pemilu 2029, Target Tambah Kursi DPRD

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:42 WIB

Pemkab Bandung Barat Janji Insentif RT/RW Cair Sebelum Iduladha 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:12 WIB

Sapi Bali Asal Bima Jadi Primadona Jelang Iduladha 1447 H di Bandung Barat

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:21 WIB

Wagub Jabar Erwan Yakin Persib Juara, Ini Dua Syarat Maung Bandung Kunci Gelar Super League

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:58 WIB

Pangdam III/Siliwangi Optimis KDKMP Perkuat Ekonomi Desa dan Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terbaru

Puluhan pengurus RT dan RW Kabupaten Bandung Barat mendatangi Kantor Pemkab Bandung Barat untuk menuntut pencairan dana insentif yang tertunda selama lima bulan (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Pemkab Bandung Barat Janji Insentif RT/RW Cair Sebelum Iduladha 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:42 WIB