Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail didampingi Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail saat ditemui usai upacara peringatan HUT KBB ke-19 Jumat 19 Juni 2026 (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail didampingi Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail saat ditemui usai upacara peringatan HUT KBB ke-19 Jumat 19 Juni 2026 (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, merespons dugaan pemecatan sepihak terhadap seorang guru di MTs Muslimin Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Guru bernama Nisfa Widia, warga Kampung Cisarongge, RT003/RW011, Desa Mekarmukti, diberhentikan dari pekerjaannya sesaat setelah mengajukan cuti hamil.

Saat ini, Nisfa tengah mengandung anak keduanya dengan usia kehamilan tujuh bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi persoalan tersebut, Asep mengaku baru menerima informasi dari pemberitaan media dan berjanji segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Kami akan berkoordinasi dan memanggil Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat serta pihak sekolah untuk mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya,” kata Asep saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Jumat (19/6/2026).

MTs Muslimin Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (foto ilustrasi AI)
MTs Muslimin Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (foto ilustrasi AI)

Menurut Asep, persoalan cuti hamil harus diselesaikan melalui komunikasi dan tabayun antara pihak sekolah dengan tenaga pendidik.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan berupaya meluruskan persoalan tersebut agar tidak menimbulkan dampak lebih luas.

“Soal cuti hamil, tentu perlu ada tabayun antara guru dan pihak sekolah. Kami akan berupaya meluruskan persoalan ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Kang Ace Gelontorkan Bansos Rp202 Miliar untuk Pemberdayaan Masyarakat, Bentuk Kepedulian pada Dapilnya

Bertepatan dengan momentum Hari Jadi ke-19 Kabupaten Bandung Barat, Asep berharap tidak ada lagi praktik diskriminasi maupun dugaan penindasan terhadap tenaga pendidik dan peserta didik.

Ia menegaskan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, sebagaimana tertuang dalam visi misi “AMANAH”.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail didampingi Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail saat ditemui usai upacara peringatan HUT KBB ke-19 Jumat 19 Juni 2026 (foto: Abdul Kholilulloh)
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail didampingi Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail saat ditemui usai upacara peringatan HUT KBB ke-19 Jumat 19 Juni 2026 (foto: Abdul Kholilulloh)

“Selain infrastruktur dan kesehatan, pendidikan menjadi prioritas utama kepemimpinan Pak Bupati Jeje Ritchie Ismail. Persoalan ini akan kami luruskan melalui tabayun bersama seluruh pihak terkait,” katanya.

Sebelumnya, Nisfa mengaku menerima informasi pemberhentiannya hanya melalui pesan WhatsApp tanpa adanya surat keputusan resmi maupun pertemuan langsung dengan pihak sekolah.

Perempuan yang telah mengabdi selama dua tahun sebagai tenaga pendidik tersebut mengaku tidak menyangka persoalan administrasi tabungan siswa yang sempat dibantunya kelola berujung pada dugaan pemecatan sepihak.

“Saya awalnya menjalankan tugas dengan baik karena menganggap itu amanah dari sekolah. Namun belakangan saya mengetahui ada persoalan administrasi yang terjadi sebelumnya dan akhirnya justru saya yang dianggap bertanggung jawab,” kata Nisfa.

Baca Juga:  Kebakaran Hanguskan Gudang Rongsokan di Padalarang, Diduga Akibat Kelalaian

Menurutnya, ia hanya membantu mengelola administrasi tabungan siswa yang sebelumnya ditangani guru lain berdasarkan hasil musyawarah bersama wali murid.

Namun dalam prosesnya, Nisfa menemukan adanya ketidaksesuaian data dari periode sebelumnya.

Alih-alih mendapatkan dukungan untuk menyelesaikan persoalan tersebut, ia justru merasa menjadi pihak yang disalahkan.

“Saya sebelumnya izin cuti hamil. Saya tidak tahu ternyata mendapat kabar melalui WhatsApp bahwa saya diberhentikan tanpa ada surat ataupun teguran langsung dari kepala sekolah. Sampai hari ini kepala sekolah juga enggan menemui saya,” ujarnya.

Nisfa mengaku pemberhentian tersebut berdampak pada nama baiknya di lingkungan masyarakat.

“Mendengar saya dipecat, wali murid merasa khawatir uang tabungan itu dibawa oleh saya sehingga terjadi kegaduhan. Saya merasa menjadi tumbal dalam persoalan ini,” katanya.

Keluarga Siap Tempuh Jalur Hukum

Di tengah kondisi kehamilannya, Nisfa bersama sang suami, Riza, berupaya menyelesaikan seluruh tanggung jawab administrasi yang diamanahkan kepadanya.

Keduanya melakukan pendataan ulang untuk memastikan seluruh administrasi dan keuangan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

Baca Juga:  Peringati Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi Gelar Pendidikan Kader Pratama Angkatan II

“Alhamdulillah seluruh keuangan yang menjadi tanggung jawab saya sudah diserahkan kepada pihak sekolah,” ujar Nisfa.

Sementara itu, suami Nisfa, Riza, mengaku khawatir kondisi psikologis istrinya akan berdampak pada kehamilan yang sedang dijalani.

“Istri saya sedang hamil tua. Mendapat kabar pemecatan tentu sangat mengejutkan. Hanya karena izin cuti, mengapa bisa diberhentikan tanpa surat resmi?” katanya.

Riza menyebut pihak keluarga telah berupaya meminta penjelasan langsung kepada kepala sekolah, namun hingga kini belum memperoleh tanggapan.

Ia menegaskan akan melaporkan persoalan tersebut ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat sebelum menempuh jalur hukum.

“Persoalan ini akan kami bawa ke jalur hukum karena sudah mencemarkan nama baik keluarga. Semua bukti sudah kami kumpulkan,” tandasnya.

Sampai berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak MTs Muslimin Citapen maupun Yayasan Al-Furqon Citapen terkait dugaan pemberhentian sepihak, mekanisme pengelolaan tabungan siswa, serta berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB
Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar
Paripurna HUT KBB ke-19, Jeje Bongkar Masalah Kemiskinan Ekstrem dan Minimnya Lapangan Kerja
HUT KBB ke-19, Dinkes Bandung Barat Tegaskan Pelayanan Kesehatan Jadi Prioritas Utama
Di Balik Megahnya HUT KBB ke-19, NPCI Minta Pemerintah Penuhi Janji Perhatikan Olahraga Disabilitas
Model Kebaya Syahnaz Sadiqah Jadi Inspirasi Busana Anggun ala Istri Pejabat di HUT KBB ke-19
Perbup Pesantren Jadi Kado Istimewa di Momentum HUT KBB ke-19
HUT KBB ke-19, Bupati Jeje: Perkuat Amanah dan Pertahankan Tata Kelola Transparan

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:50 WIB

Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:45 WIB

Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:18 WIB

Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:11 WIB

Paripurna HUT KBB ke-19, Jeje Bongkar Masalah Kemiskinan Ekstrem dan Minimnya Lapangan Kerja

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:42 WIB

HUT KBB ke-19, Dinkes Bandung Barat Tegaskan Pelayanan Kesehatan Jadi Prioritas Utama

Berita Terbaru