SEKITARKITA.id – Suasana haru menyelimuti aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Ngamprah Raya saat gelaran Pentas Seni Pelepasan dan Kenaikan Kelas berlangsung.
Tangis bahagia, tepuk tangan, hingga pelukan hangat orang tua dan siswa mewarnai momen istimewa yang menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.
Acara tersebut digelar dihalaman SLB berlokasi di Jalan Cihaliwung, RT.05/RW.03, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Selasa 23 Juni 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sorotan utama acara tertuju pada penampilan Gisel, seorang siswi tuna rungu yang tampil memukau di atas panggung. Dengan senyum penuh percaya diri, Gisel menari mengikuti irama musik meski tidak dapat mendengar melodi secara sempurna.
Mengandalkan getaran yang ia rasakan dari lantai dan arahan isyarat dari guru di hadapan panggung, setiap gerakan yang ditampilkan Gisel tampak selaras dan penuh penghayatan. Penampilannya sukses membuat para tamu undangan terdiam haru sekaligus kagum.
Tak sedikit mata yang berkaca-kaca menyaksikan perjuangan dan semangat yang ditunjukkan siswi tersebut.
“Mereka Tidak Berbeda, Mereka Hanya Istimewa” kata itu melekat dihati yang membuat mereka tampil percaya diri.
Kepala SLB Ngamprah Raya, Arief Rakhman, mengungkapkan rasa bangganya terhadap seluruh siswa yang telah menunjukkan perkembangan luar biasa selama menempuh pendidikan.
Dalam sambutannya, Arief menegaskan bahwa pelepasan siswa bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari langkah baru untuk membuktikan kemampuan mereka di tengah masyarakat.
“Pelepasan ini bukanlah akhir, melainkan gerbang pembuktian bagi anak-anak kita. Gisel dan teman-temannya mengajarkan kepada kita semua bahwa keterbatasan fisik bukanlah dinding penghalang untuk melahirkan karya yang luar biasa,” ujar Arief.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan mampu mengembangkan potensi terbaiknya.
Menurutnya, keberhasilan para siswa hari ini merupakan hasil dari kerja keras bersama antara keluarga, guru, dan lingkungan pendidikan yang terus memberikan dukungan tanpa henti.
Puncak keharuan terjadi saat sesi sungkeman dan penyerahan tanda kelulusan. Momen tersebut menjadi saksi perjuangan panjang yang telah dilalui para siswa bersama keluarga mereka.
Deri Tri S, orang tua Gisel, tak mampu menahan air mata ketika putrinya berjalan menghampiri dengan membawa karya hasil belajarnya. Dengan penuh haru, ia langsung memeluk sang anak erat di hadapan para hadirin.
Pelukan panjang itu seolah menjadi simbol dari perjalanan penuh perjuangan, kesabaran, serta cinta yang telah mereka lalui selama bertahun-tahun.
“Melihat Gisel bisa berdiri di panggung tadi dan menari dengan percaya diri, rasanya semua lelah dan air mata selama membesarkannya terbayar lunas. Terima kasih kepada seluruh guru di SLB Ngamprah Raya yang tidak pernah menyerah mendidik anak kami,” ungkap Deri dengan suara terbata-bata.
Ucapan tersebut disambut tepuk tangan dari para tamu undangan yang turut merasakan kebahagiaan keluarga Gisel.
Acara Pentas Seni Pelepasan dan Kenaikan Kelas SLB Ngamprah Raya ditutup dengan sesi foto bersama dan pelepasan balon ke udara.
Balon-balon yang terbang tinggi menjadi simbol harapan, doa, dan cita-cita para siswa berkebutuhan khusus yang siap melangkah menuju masa depan.
Di balik segala keterbatasan yang mereka miliki, para siswa SLB Ngamprah Raya telah membuktikan bahwa semangat, ketekunan, dan dukungan orang-orang terdekat mampu membawa mereka menembus batas, meraih prestasi, dan menginspirasi banyak orang.
Momen pelepasan ini bukan sekadar perpisahan, melainkan perayaan atas keberanian, perjuangan, dan mimpi besar anak-anak istimewa yang terus melangkah maju dengan penuh keyakinan.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








