Debu Kapur Kepung SDN Gunungmasigit Bandung Barat, Aktivitas KBM Terganggu hingga Krisis Air Bersih

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SDN Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

i

SDN Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – SD Negeri (SDN) Gunungmasigit di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, menjadi salah satu sekolah yang terdampak sebaran debu kapur yang diduga berasal dari aktivitas sejumlah perusahaan pengolahan kapur di wilayah tersebut.

Memasuki musim kemarau, debu yang terbawa embusan angin menyelimuti lingkungan sekolah. Kondisi tersebut mengganggu kenyamanan kegiatan belajar mengajar (KBM) dan dikhawatirkan berdampak pada kesehatan siswa maupun tenaga pendidik.

Kepada wartawan, Guru SDN Gunungmasigit, Yayan Suryana, mengatakan persoalan debu bukan hal baru. Menurutnya, setiap musim kemarau sekolah selalu menghadapi kondisi serupa akibat debu dari jalan serta aktivitas industri pengolahan kapur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau dari pihak sekolah memang setiap tahun seperti ini. Saat musim kemarau, debu dari jalan maupun dari pabrik-pabrik kapur sangat mengganggu aktivitas di sekolah,” ujar Yayan saat ditemui di SDN Gunungmasigit, Senin (27/7/2026).

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai siswa, guru, maupun orang tua yang mengalami gangguan kesehatan serius akibat paparan debu kapur. Namun, ia menilai kondisi tahun ini lebih parah dibandingkan musim kemarau sebelumnya.

Baca Juga:  Santuni anak yatim piatu dan dhuafa, KO-WAPPI Jabar gandeng Ko-WAPPI Subang
SDN Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
SDN Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurut Yayan, keberadaan pepohonan di sekitar sekolah masih cukup membantu mengurangi debu yang masuk ke lingkungan sekolah. Akan tetapi, kemarau yang lebih panjang membuat debu semakin mudah terbawa angin.

“Untungnya masih banyak pepohonan yang menahan debu, tetapi tahun ini kemarau lebih panjang sehingga debu lebih mudah terbawa angin ke lingkungan sekolah,” katanya.

Related Posts

Ia menegaskan, meskipun warga sekolah sudah terbiasa menghadapi kondisi tersebut, dampak debu tidak boleh dianggap remeh. Debu yang terus beterbangan tetap mengganggu proses pembelajaran sekaligus berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi anak-anak.

Karena itu, pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes), dapat memberikan bantuan berupa masker bagi siswa dan guru selama musim kemarau.

Baca Juga:  Jelang Berbuka Puasa, Jurnalis dan Konten Kreator di KBB Bagi-bagi Es Teh

“Waktu pandemi COVID-19 dulu ada pembagian masker. Mungkin sekarang juga perlu dilakukan lagi jika debu semakin parah, agar kesehatan anak-anak dan guru tetap terjaga,” ucapnya.

Selain persoalan debu kapur, SDN Gunungmasigit kini juga menghadapi ancaman krisis air bersih. Kemarau yang berkepanjangan menyebabkan pasokan air mulai sulit diperoleh.

“Sekarang saja air sudah sulit. Berbeda dengan Agustus tahun lalu, saat itu masih ada air. Tahun ini kemarau lebih berat dan air bersih mulai susah didapat,” ungkap Yayan.

Ia khawatir apabila musim kemarau terus berlangsung, kondisi lingkungan sekolah akan semakin memburuk karena ketebalan debu meningkat dan kebutuhan air bersih semakin sulit dipenuhi.

“Semoga ada perhatian dari Disdik dan Dinkes untuk penyediaan masker dan semoga ada solusi juga untuk air bersih di sekolah,” pungkasnya.

Kondisi SDN Gunungmasigit menjadi perhatian karena lingkungan sekolah semestinya menjadi tempat yang aman, sehat, dan nyaman bagi peserta didik.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mengurangi dampak debu industri, sekaligus membantu penyediaan masker serta memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekolah-sekolah yang terdampak musim kemarau.

Baca Juga:  Pemkab Bekasi Resmi Luncurkan Bus Trans Wibawamukti, Berikut Rutenya

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Awas Macet! Ratusan Buruh Koalisi Tujuh Turun ke Jalan, Demo Kepung Kantor Bupati Bandung Barat
Gudang Rongsok di Parongpong Bandung Barat Dilalap Api, Warga Sempat Panik
Jaenal Aripin Raih 3 Medali di TLAXCALA Meksiko, Harumkan Nama Bandung Barat di Kancah Dunia
Musim Kemarau Picu Tiga Kebakaran Lahan dalam Sehari di Bandung Barat, Damkar Minta Warga Siaga
Sempat Dirawat, Dua Anak di Padalarang Diduga Alami Sesak Napas, Perusahaan Buka Suara
Terungkap! Mantan Kekasih Diduga Culik Gadis Asal Cililin, Pelaku Ditangkap Polisi di Bali
Rakerda Bapera Jabar, Wabup Sumedang Ajak Pemuda Nusantara Kawal Program Prioritas Asta Cita
Deden Terpilih sebagai Anggota BPD Desa Ciburuy Periode 2026–2034, Wakili Aspirasi Warga

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:24 WIB

Awas Macet! Ratusan Buruh Koalisi Tujuh Turun ke Jalan, Demo Kepung Kantor Bupati Bandung Barat

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:23 WIB

Gudang Rongsok di Parongpong Bandung Barat Dilalap Api, Warga Sempat Panik

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:15 WIB

Jaenal Aripin Raih 3 Medali di TLAXCALA Meksiko, Harumkan Nama Bandung Barat di Kancah Dunia

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:55 WIB

Musim Kemarau Picu Tiga Kebakaran Lahan dalam Sehari di Bandung Barat, Damkar Minta Warga Siaga

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:54 WIB

Sempat Dirawat, Dua Anak di Padalarang Diduga Alami Sesak Napas, Perusahaan Buka Suara

Berita Terbaru