SEKITARKITA.id – Memasuki puncak musim kemarau, potensi kebakaran lahan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai meningkat. Dalam sehari, Minggu (26/7/2026), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat menangani tiga kebakaran lahan yang terjadi di Kecamatan Padalarang, Parongpong, dan Lembang.
Seluruh kejadian didominasi kebakaran lahan yang ditumbuhi pohon bambu dan alang-alang. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam ketiga peristiwa tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat, Siti Aminah Anshoriah, mengatakan kondisi cuaca yang kering membuat api sangat mudah menyebar sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini ada tiga titik lokasi kebakaran lahan, di antaranya di Kecamatan Padalarang, Parongpong, dan Lembang. Masyarakat agar tetap waspada pada musim kemarau ini,” ujar Siti Aminah kepada wartawan, Rabu 29 Juli 2026.
Peristiwa pertama terjadi di kawasan Perum Jamar Bhakti Indah RT 03 RW 14, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang.
Laporan diterima petugas pada pukul 10.20 WIB dan tim tiba di lokasi hanya dalam waktu 15 menit, tepatnya pukul 10.35 WIB.
Objek yang terbakar berupa kawasan perbukitan dengan vegetasi bambu dan alang-alang. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare.
Api sempat mengancam kawasan Cluster Arsaka Hills, Perumahan Jamar Bhakti Indah, kebun bambu, hingga permukiman warga Kampung Tipar Timur.
Berdasarkan hasil pendataan awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah oleh warga.
Dalam penanganannya, Damkar Bandung Barat mengerahkan satu unit mobil pemadam berkapasitas 3.000 liter, satu unit Matra 4.000 liter, serta satu unit kendaraan Rescue.
Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 17.20 WIB dengan fokus mencegah api meluas sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran saat musim kemarau.
Beberapa jam kemudian, kebakaran kembali terjadi di Kampung Cihideung RT 02 RW 08, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong.
Informasi diterima petugas pada pukul 12.55 WIB, sedangkan tim tiba di lokasi pukul 13.08 WIB.
Api menghanguskan sekitar 100 meter persegi kebun bambu yang berada tidak jauh dari Pondok Pesantren Mahad Nurul Huda.
Dugaan sementara, kebakaran kembali dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah.
Regu 01 Pos Parongpong mengerahkan satu unit Fire Truck 1.000 liter dan satu unit mobil water supply. Api berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan sehingga tidak sempat merambat ke area sekitar.
Kebakaran ketiga terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di kawasan tebing jurang Kampung Cijengkol, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang.
Sekitar 60 meter persegi lahan yang ditumbuhi alang-alang dan pohon bambu terbakar.
Karena lokasi cukup jauh dari akses jalan raya, petugas bersama warga melakukan pemadaman secara manual sebelum api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WIB.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran di lokasi tersebut masih dalam proses penyelidikan.
Siti Aminah mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang dipenuhi semak, alang-alang, dan bambu.
Menurutnya, vegetasi yang mengering akibat musim kemarau membuat api sangat cepat membesar dan berpotensi menjalar hingga ke permukiman warga.
Meski seluruh kejadian berhasil ditangani tanpa korban jiwa, rangkaian kebakaran ini menjadi peringatan bahwa risiko kebakaran lahan di Kabupaten Bandung Barat meningkat selama musim kemarau.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin sehingga kebakaran tidak meluas dan membahayakan lingkungan maupun permukiman warga.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







