[ad_1]
Karawang | SekitarKita.id,- Belakangan ini ramai diperbincangkan mengenai surat rekomendasi Pilkada Karawang dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang diberikan kepada salah satu bakal calon Bupati Karawang.
Rekomendasi yang diterbitkan DPP PAN itu ditujukan kepada satu nama bakal calon bupati Karawang yakni Acep Jamhuri sehari sebelum pelaksanaan Fit and Proper Test.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPD PAN Karawang, Dadi Mulyadi, menyampaikan bahwa partai mengeluarkan rekomendasi tentu sudah memiliki mekanisme dengan berbagai tahapan.
Ia menyebut, setiap partai politik (parpol) dalam meraih rekomendasi memiliki pola, strategi dan ini merupakan sebagian dari perjalanan politik.
“Kenapa surat rekomendasi itu terbit sehari sebelum fit and propertest, itu merupakan bagian dari skema,” kata Dadi mulyadi kepada wartawan, Kamis 18 Juli 2024.
Dadi menjelaskan, alsan mengapa surat rekomendasi tersebut terbit kepada Acep Jamhuri, yang merupakan mantan Sekda Karawang.
“Saat melakukan Fit and Proper Test itu DPW. Itu sah-sah saja, karena itu bagian dari skema. Politik itu kadang kan di luar normal. Kalau normal-normal saja itu bukan politik dan Fit and Proper Test itu hanya bagian dari administrasi,” cetus Dadi.
Perolehan dari rekomendasi kemudian terbit diberikan kepada Acep Jamhuri, lanjut dia, itu merupakan bagian dari salah satu langkah politik yang tepat, efektif dan efisien menurut kepentingan politik.
“Yang mengeluarkan rekom kemudian disusul SK itu DPP. Dan itu bukan kita yang menginginkan, tapi aturan yang berbicara begitu perundang-undangan yang menginginkan,” terang Dadi.
Ia menjelaskan, salah satu syarat dari pencalonan kepala daerah yakni harus ada surat keputusan (SK) dari DPP PAN yang ditandatangani oleh ketum dan sekjen.
“Bicara SK, itu ketika calon ini sudah mendapatkan pasangan. Hari ini semua calon belum ada pasangan. Dan kita bisa lihat bahwa ke depan dinamika politik Karawang akan lebih cepat, akan lebih sering berubah. Karena semakin dekat semakin dinamis, semakin bergerak, semakin orang sulit memprediksi,” ujar Dadi.
Kembali Dadi menegaskan, dalam langkah politik yang dikeluarkan oleh PAN, sudah dilakukan dengan berbagai pertimbangan.
“Pak Acep sudah mendaftar lebih dulu di penjaringan PAN, karena memang di PAN sendiri tak ada kader yang mencalonkan. Dan ketika beliau mendapatkan rekom, itu sah,” jelas Dadi.
“Dan kenapa rekom itu jatuh ke Pak Acep Jamhuri? Itu kepiawaian dalam politik. Di politik itu tidak melulu melalui pola administrasi, tidak melulu mengikuti prosedur tapi yang dicari adalah goal nya,” imbuhnya.
“Disana juga ada beberapa nama lainnya yang sudah melaksanakan Fit and Proper Test di DPW PAN Jabar, yaitu Gina Fadlia Swara, Yana Suyatna, dan Gus Imam,” ujar Dadi menandaskan.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho








