P4KBB Sentil Pemkab Bandung Barat: Tekanan Fiskal Jangan Jadi Alasan Abaikan Layanan Publik

- Penulis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

audiensi P4KBB bersama Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail pada Jumat 7 Agustus 2026 lalu

i

audiensi P4KBB bersama Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail pada Jumat 7 Agustus 2026 lalu

SEKITARKITA.id – Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat agar tekanan fiskal tidak menjadi alasan untuk mengabaikan pelayanan publik dan kebutuhan dasar masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam audiensi P4KBB bersama Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail. Audiensi yang dipimpin Haji Yacob Anwar Leuwi itu menjadi ruang bagi sejumlah mantan birokrat untuk menyampaikan masukan terkait arah pembangunan Kabupaten Bandung Barat.

Tekanan terhadap keuangan daerah memang tengah menjadi tantangan serius bagi Pemkab Bandung Barat. Menjelang Perubahan APBD 2026, Kabupaten Bandung Barat dipastikan kehilangan hampir Rp41 miliar dari Dana Bagi Hasil (DBH) atau opsen Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah menyempitnya ruang fiskal tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas tetap harus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengatakan, audiensi bersama P4KBB tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum menerima berbagai masukan untuk kemajuan daerah.

audiensi P4KBB bersama Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail pada Jumat 7 Agustus 2026 lalu
Audiensi P4KBB bersama Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail pada Jumat 7 Agustus 2026 lalu

“Saya menerima rekan-rekan dari P4KBB yang dikomandai oleh Pak Haji Yacob Lewi Anwar. Pertama silaturahmi, kedua beliau memberikan masukan dan saran untuk kemajuan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat,” kata Asep kepada wartawan, Jumat, 7 Agustus 2026.

Baca Juga:  Tragis! Pemuda Ditemukan Tak Bernyawa Tergantung di Gudang Warung Sembako Bandung Barat

Dalam pertemuan tersebut, P4KBB menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab Bandung Barat. Di antaranya penanganan stunting, pengelolaan aset daerah, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), infrastruktur, serta pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurut Asep, berbagai masukan yang disampaikan P4KBB merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan dan masa depan Kabupaten Bandung Barat.

“Ini masukan dan saran yang bagus bagi Pemkab Bandung Barat. Salah satunya terkait stunting, aset pemerintah daerah, layanan dasar, PAD, dan infrastruktur. Itu semuanya disampaikan oleh rekan-rekan dari P4KBB. Menurut saya, ini menunjukkan perhatian dan rasa memiliki sebagai warga Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.

Asep tidak menampik kondisi keuangan daerah saat ini menjadi tantangan dalam merealisasikan seluruh program pembangunan. Berkurangnya hampir Rp41 miliar dana transfer dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat Pemkab Bandung Barat harus lebih selektif dalam menentukan program prioritas.

Meski demikian, pembangunan tetap akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

“Soal kondisi keuangan Kabupaten Bandung Barat, itu nanti ranah Pak Bupati yang menjawab. Terkait realisasinya mungkin bisa menunggu tahun depan,” imbuhnya.

Baca Juga:  BPBD KBB Siagakan Posko dan Personel Selama Libur Nataru 2025/2026, Antisipasi Cuaca Ekstrem

Dalam kondisi fiskal yang terbatas, Pemkab Bandung Barat disebut akan memusatkan anggaran pada program yang dianggap paling mendesak dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta tetap berpedoman pada visi dan misi AMANAH dengan mengutamakan program prioritas.

“Tentu kita paham dengan kondisi APBD Kabupaten Bandung Barat. Karena itu kita perlu program prioritas dari visi misi yang sudah menjadi acuan bagi OPD untuk melaksanakan program prioritas AMANAH,” tegas Asep.

Dari sebanyak 131 Proyek Strategis Daerah (PSD) yang telah ditetapkan, Pemkab Bandung Barat tidak akan merealisasikan seluruhnya secara bersamaan.

Pemerintah akan menentukan skala prioritas berdasarkan urgensi dan kemampuan anggaran. Infrastruktur jalan, sektor pendidikan, kesehatan hingga fasilitas pelayanan dasar menjadi sejumlah program yang mendapat perhatian.

“Salah satunya yang sekarang sedang dilaksanakan, kita konsen pada infrastruktur jalan, ruang-ruang kelas pendidikan, dan juga rumah sakit. Informasi dari Kepala Dinas Kesehatan, Puskesmas Ciwaruga sedang dilaksanakan pembangunan. Ini salah satu pelaksanaan program prioritas dari visi AMANAH,” jelasnya.

Baca Juga:  Apel kesiapan personel pengamanan TPS Pemilu 2024, Wakapolres Metro Bekasi tekankan hal ini

Kondisi tersebut menunjukkan tantangan Pemkab Bandung Barat saat ini bukan hanya menyusun program pembangunan, tetapi juga menentukan skala prioritas di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas.

Bagi P4KBB, keterbatasan anggaran justru harus diikuti dengan tata kelola yang semakin efektif dan tepat sasaran. Pemerintah daerah dituntut memastikan anggaran yang tersedia benar-benar diarahkan pada kebutuhan paling mendesak masyarakat.

Terlebih, pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, penanganan stunting, serta kebutuhan sosial masyarakat tidak dapat sepenuhnya menunggu membaiknya kondisi fiskal.

Berkurangnya dana transfer dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi ujian bagi Pemkab Bandung Barat dalam mengelola APBD 2026.

Pada akhirnya, keberhasilan pemerintah daerah tidak hanya diukur dari banyaknya program yang masuk dalam daftar pembangunan, tetapi dari kemampuan menjaga pelayanan publik tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meski tekanan fiskal semakin kuat.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB
Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab
Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 
Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin
Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan
Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir
Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:44 WIB

Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB

Rabu, 30 September 2026 - 07:08 WIB

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Rabu, 30 September 2026 - 03:15 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 

Selasa, 29 September 2026 - 20:40 WIB

Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin

Selasa, 29 September 2026 - 09:21 WIB

Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi

Berita Terbaru