Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 

- Penulis

Selasa, 22 September 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 

i

Saluran drainase diduga tertutup bangunan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kartini (foto: Abdul Kholilulloh)

KBB | SEKITARKITA.id – Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), bakal memanggil manajemen Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kartini untuk meminta penjelasan terkait keberadaan lintasan jalan di kawasan Jalan GRE Manulang, Kecamatan Padalarang.

Lintasan tersebut menjadi sorotan setelah anggota DPRD KBB menemukan dugaan adanya bangunan jalan yang menutupi saluran drainase milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB.

Temuan itu diketahui saat Komisi I DPRD KBB melakukan peninjauan langsung ke kawasan Jalan GRE Manulang, Senin, 21 September 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peninjauan dilakukan setelah sebelumnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) KBB membongkar 16 bangunan liar (bangli) yang berdiri di kawasan tersebut.

Di tengah proses penataan kawasan eks lokasi bangli, keberadaan lintasan yang mengarah menuju RSIA Kartini turut menjadi perhatian. Pasalnya, lintasan tersebut diduga berada di atas atau menutupi aliran saluran air.

Saluran drainase diduga tertutup bangunan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kartini (foto: Abdul Kholilulloh)
Saluran drainase diduga tertutup bangunan di
Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kartini (foto: Abdul Kholilulloh)

Ketua Komisi I DPRD KBB, Sandi Supyandi, mengatakan pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan terkait status maupun legalitas lintasan tersebut.

Baca Juga:  RSIA Kartini Padalarang Tunggak Gaji Dokter hingga Rp1,4 Miliar, Pemilik Eisenhower Tersangkut Kasus Korupsi

Menurutnya, DPRD perlu memperoleh data dan fakta secara utuh sebelum menentukan langkah lebih lanjut, termasuk terkait kondisi saluran drainase yang berada di bawah lintasan.

“Kita baru menemukan terkait hal ini, saluran air ditutupi bangunan jalan. Nanti kita akan undang pihak rumah sakit karena kita perlu data dan fakta yang lebih nyata lagi,” kata Sandi saat meninjau lokasi, didampingi Kepala Satpol PP KBB Ludi Awaludin, sejumlah personel Satpol PP serta petugas Dinas Perhubungan KBB, Senin, 21 September 2026.

Sandi menegaskan, pemanggilan manajemen RSIA Kartini diperlukan untuk mengetahui secara jelas bagaimana awal pembangunan lintasan tersebut.

Selain itu, Komisi I DPRD KBB akan meminta penjelasan mengenai status saluran air yang berada di bawah lintasan serta bagaimana mekanisme pemeliharaannya.

Menurut Sandi, persoalan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh agar tidak muncul keputusan yang hanya didasarkan pada temuan di lapangan.

Komisi I juga berencana mengundang pemilik bangunan lain yang diketahui melakukan pembangunan di atas aliran sungai atau saluran air di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Semarak 1 Muharram 1447 H di Desa Kesuben Tegal, Ratusan Warga Gelar Pawai Ta’aruf

“Kita akan lihat dulu dari awal bagaimana pembangunan ini dilakukan. Kita juga perlu mengetahui status salurannya dan bagaimana kesepakatan yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Terkait kemungkinan pembongkaran lintasan menuju RSIA Kartini, Sandi mengatakan DPRD KBB belum mengambil keputusan.

Ia menilai, langkah tersebut harus mempertimbangkan kondisi teknis di lapangan, kepentingan masyarakat serta aspek pemeliharaan saluran air.

“Nah ini kita harus lihat dulu dari awal. Kalau misal ini disepakati oleh masyarakat dan ini tidak bermasalah. Yang terpenting ada perawatan terhadap sungai,” kata Sandi.

Dengan demikian, keberadaan lintasan menuju RSIA Kartini masih akan dikaji lebih lanjut setelah Komisi I mendapatkan keterangan dari pihak rumah sakit dan dinas teknis terkait.

Selain meninjau kawasan eks lokasi pembongkaran bangli di Jalan GRE Manulang, Komisi I DPRD KBB juga menyoroti kondisi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Underpass Padalarang.

Sandi menyatakan mendukung langkah pemerintah daerah dalam melakukan penataan PKL untuk menciptakan kawasan yang lebih tertib, rapi dan aman.

Namun, menurutnya, penertiban PKL tidak semestinya hanya berujung pada pembongkaran maupun pemindahan pedagang.

Baca Juga:  Dispernakan KBB Genjot Daya Saing Peternak Lewat Bimtek Budidaya Domba

Pemerintah daerah, kata dia, perlu menyiapkan solusi agar para pedagang tetap memiliki ruang untuk menjalankan aktivitas ekonomi.

“Pemerintah tetap harus hadir buat mereka dengan mencari solusi terbaik, semisal ditempatkan di satu titik saja,” ucapnya.

Menurut Sandi, penempatan PKL di satu kawasan yang lebih terpusat dapat menjadi salah satu solusi agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban dan keamanan di sekitar Underpass Padalarang.

Ia menambahkan, persoalan penataan PKL tidak dapat dibebankan hanya kepada Satpol PP. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait perlu duduk bersama untuk merumuskan solusi yang dapat diterapkan.

“Dari proses ini kita akan berdiskusi lagi dan tidak hanya Satpol PP saja tapi dengan dinas terkait lainnya,” pungkasnya.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat
Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat
Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung
Tragedi Kapal Virgo di Laut Jawa, Faisal Warga KBB Ceritakan Detik-detik Selamat dari Maut
17 Bangunan di Padalarang KBB Terindikasi Melanggar, Warga Sukamaju Sepakat Bongkar Mandiri
Revitalisasi Sekolah di KBB Diduga Dikuasai Suplier Luar Daerah, Kepsek dan Komite Disebut Hanya Jadi “Penonton”
Milangkala ke-166, Cililin Ngahiji Jadi Momentum Bangkitkan Kembali Marwah dan Kejayaan Pituin

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:18 WIB

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa

Selasa, 22 September 2026 - 12:01 WIB

Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Selasa, 22 September 2026 - 10:19 WIB

Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 

Selasa, 22 September 2026 - 09:55 WIB

Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat

Selasa, 22 September 2026 - 09:54 WIB

Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung

Berita Terbaru