[ad_1]
Oleh Man Faulconbridge dan Felix Gentle
MOSKOW (Reuters) – Banjir meningkat di dua kota di pegunungan Ural Rusia pada Minggu setelah sungai terpanjang ketiga di Eropa itu meluap melalui bendungan, membanjiri sedikitnya 10.000 rumah dan memaksa ribuan orang mengungsi hanya dengan membawa hewan peliharaan dan beberapa barang miliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa banjir terburuk dalam beberapa dekade telah melanda serangkaian wilayah Rusia di Pegunungan Ural dan Siberia, serta beberapa wilayah tetangga Kazakhstan dalam beberapa hari terakhir.
Sungai Ural, yang bermuara di Pegunungan Ural dan mengalir ke Laut Kaspia, meluap beberapa meter hanya dalam beberapa jam pada hari Jumat akibat air yang mencair, meluap melalui tanggul bendungan di kota Orsk, 1.800 km (1.100 mil) timur Moskow .
Walikota Orsk, Vasily Kozupitsa, seperti dikutip oleh kantor berita Rusia mengatakan sungai kedua di kota itu, Yelshanka, juga meluap. Tindakan sedang dilakukan untuk mengevakuasi warga dari daerah yang terkena dampak.
Lebih dari 6.100 orang telah dievakuasi dari kota berpenduduk 230.000 jiwa itu, menurut pihak berwenang setempat. Lima belas dari 40 sekolah di sekolah tersebut terendam banjir.
Rekaman yang diterbitkan oleh Kementerian Keadaan Darurat menunjukkan orang-orang melewati perairan setinggi leher, menyelamatkan anjing-anjing yang terdampar, dan melakukan perjalanan di sepanjang jalan yang banjir dengan perahu dan kano.
Kantor berita negara TASS melaporkan bahwa enam orang dewasa dan tiga anak-anak telah dirawat di rumah sakit di Orsk, namun kondisi mereka tidak mengancam jiwa.
Sejumlah lembaga yang mengutip pihak berwenang mengatakan Sungai Samara di kota Buzuluk, lebih jauh ke barat di wilayah Orenburg, juga naik dengan cepat. Langkah-langkah diambil untuk menjaga keamanan warga.
Presiden Vladimir Putin memerintahkan Menteri Keadaan Darurat Alexander Kurenkov untuk terbang ke wilayah tersebut. Kremlin mengatakan pada hari Minggu bahwa banjir kini juga tidak dapat dihindari di wilayah Ural di Kurgan dan wilayah Siberia di Tyumen.
Putin telah berbicara dengan gubernur di wilayah tersebut melalui telepon, kata Kremlin.
Di kota Kurgan, yang berpenduduk 310.000 jiwa, pihak berwenang memerintahkan penduduk di salah satu lingkungan tepi sungai untuk segera mengungsi, dengan mengatakan bahwa air banjir akan segera mencapai kota tersebut.
Gubernur wilayah Orenburg, Denis Pasler, mengatakan banjir tersebut merupakan yang terburuk yang melanda wilayah tersebut sejak pencatatan dimulai.
Dia mengatakan banjir tercatat terjadi di sepanjang Sungai Ural sepanjang 2.400 km (1.500 mil), yang mengalir melalui wilayah Orenburg dan kemudian melalui Kazakhstan ke Laut Kaspia.
Media Rusia mengutip otoritas wilayah Orenburg yang memperkirakan kerugian akibat banjir secara lokal sekitar 21 miliar rubel ($227 juta) dan mengatakan bahwa air banjir hanya akan hilang setelah tanggal 20 April.
Di Kazakhstan, Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengatakan pada hari Sabtu bahwa banjir adalah bencana alam terbesar di negaranya dalam hal skala dan dampak selama 80 tahun.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan simpatinya kepada Putin mengenai banjir tersebut, kata media pemerintah KCNA, yang menggarisbawahi hubungan yang lebih kuat antara Moskow dan Pyongyang setelah kedua pemimpin tersebut bertemu tahun lalu.
“Rakyat kami akan selalu bersama rakyat Rusia,” kata Kim.
'LEVEL HANYA AKAN NAIK'
Peringatan banjir juga dikeluarkan di wilayah Rusia lainnya dan Kurenkov mengatakan situasinya bisa menjadi lebih buruk dengan sangat cepat.
“Air akan datang, dan dalam beberapa hari mendatang ketinggiannya akan meningkat,” kata Sergei Salmin, Wali Kota Orenburg, sebuah kota berpenduduk sedikitnya 550.000 orang. “Situasi banjir masih kritis.”
Menteri Keadaan Darurat Kurenkov mengatakan air kemasan dan instalasi perawatan keliling diperlukan, sementara pejabat kesehatan setempat mengatakan vaksinasi terhadap Hepatitis A dilakukan di daerah banjir.
Pejabat setempat mengatakan bendungan di Orsk dibangun dengan ketinggian air 5,5 meter (18 kaki) namun Sungai Ural naik hingga 9,6 meter (31,5 kaki).
Penyelidik federal membuka kasus pidana atas kelalaian dan pelanggaran aturan keselamatan selama pembangunan bendungan tahun 2010, yang menurut jaksa tidak dipelihara dengan baik.
Kilang minyak Orsk menghentikan pekerjaannya pada hari Minggu karena banjir. Tahun lalu, Kilang Orsk memproses 4,5 juta ton minyak.
($1 = 92,5080 rubel)
[ad_2]
2024-04-08 10:28:22
www.making an investment.com








