Awasi Dapur SPPG Nakal, Pemkab Bandung Barat Bentuk Satgas MBG

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Omprengan MBG (foto: ilustrasi/ Abdul Kholilulloh)

i

Omprengan MBG (foto: ilustrasi/ Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk kolaborasi strategis dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Langkah ini dilakukan untuk menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Pembentukan Satgas MBG tersebut mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan program MBG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satgas dibentuk hingga tingkat kewilayahan agar pelaksanaan program berjalan optimal, tepat sasaran, serta sesuai standar gizi dan prosedur operasional yang ditetapkan oleh BGN.

Asisten Daerah I Pemkab Bandung Barat sekaligus Ketua Satgas MBG KBB, Fauzan Azima, menegaskan bahwa Satgas tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengaduan masyarakat.

Asisten Daerah I Pemkab Bandung Barat sekaligus Ketua Satgas MBG KBB, Fauzan Azima (foto: Abdul Kholilulloh)
Asisten Daerah I Pemkab Bandung Barat sekaligus Ketua Satgas MBG KBB, Fauzan Azima (foto: Abdul Kholilulloh)

Ia menyebut, lebih dari itu, Satgas memiliki peran penting dalam mengawal, memfasilitasi, serta memastikan kualitas program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para penerima.

“Satgas MBG bukan hanya soal pengaduan. Yang paling utama adalah memastikan program ini berjalan optimal di Bandung Barat, mulai dari menu, kualitas gizi, hingga penerimanya sesuai ketentuan SOP BGN,” ujar Fauzan saat ditemui, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga:  Sederet Rangkaian Kegiatan PWI KBB, Hendra Hidayat: Pesantren Jurnalistik jadi Program Unggulan 

Fauzan menjelaskan, Satgas bertugas memastikan menu yang disalurkan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai standar, baik dari sisi kualitas, kandungan gizi, maupun nilai anggaran.

Jika ditemukan menu yang tidak sesuai standar, termasuk di bawah harga ketentuan Rp10.000, Satgas akan langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

Omprengan MBG (foto: ilustrasi/ Abdul Kholilulloh)
Omprengan MBG (foto: ilustrasi/ Abdul Kholilulloh)

“Jika ada pengaduan masyarakat terkait menu MBG atau dapur SPPG yang tidak sesuai SOP, kami akan mengakomodir, mengecek langsung ke lapangan, lalu menyampaikannya ke Kantor Pemenuhan Pelayanan Gizi (KPPG) BGN agar diberikan teguran dan dilakukan perbaikan,” tegasnya.

Menurut Fauzan, Satgas MBG KBB merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Oleh karena itu, pengawasan dilakukan secara menyeluruh, termasuk inspeksi langsung ke dapur-dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Bandung Barat.

“Pengawasan kami lakukan dengan mendatangi langsung dapur SPPG untuk memastikan kesesuaian SOP BGN, mulai dari instalasi air bersih, kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), hingga standar penjamah makanan. Ini bagian dari kolaborasi lintas dinas untuk membantu kepala SPPG menjalankan program nasional MBG secara maksimal,” jelasnya.

Baca Juga:  Disdik KBB Terus Tingkatkan Kualitas Layanan Pendidikan dengan Sinergi dan Kolaborasi

Terkait pengaduan masyarakat, Fauzan mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah laporan mengenai menu MBG. Seluruh laporan tersebut langsung dibahas bersama KPPG dan para kepala SPPG di Kabupaten Bandung Barat.

“Kami menekankan agar seluruh dapur segera membenahi dan memperbaiki menu MBG. Bukan hanya kepala SPPG, KPPG juga sudah menyampaikan kepada para mitra agar memperbaiki SOP dan kualitas menu sebelum disalurkan kepada penerima manfaat,” katanya.

Menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait sanksi administratif hingga pidana bagi dapur SPPG yang menyediakan menu di bawah standar, Fauzan menegaskan bahwa kewenangan pemberian sanksi berada di bawah BGN.

“Masyarakat bisa melapor ke Satgas MBG kewilayahan di kecamatan. Setelah dicek, laporan akan diteruskan ke tingkat kabupaten dan kemudian ke BGN. Untuk dapur yang membandel, sanksi tegas menjadi kewenangan BGN,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kelayakan operasional dapur, Fauzan menyebutkan bahwa dari 143 dapur SPPG yang telah beroperasi di Bandung Barat, baru 88 dapur yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Baca Juga:  Kang Ace Kritisi Penyaluran Bantuan yang Tak Tepat Sasaran, saat RDP Komisi VIII DPR dengan Baznas

“Kami terus mendorong dapur SPPG lainnya agar segera memenuhi standar dan mengurus SLHS demi menjamin keamanan serta kualitas makanan bagi para penerima manfaat program MBG,” pungkasnya.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Kado HUT ke-19, Atlet NPCI Bandung Barat Jaenal Aripin Raih Juara 2 Dunia di Tunisia
Ketua Viking Tobias Ungkap Alasan Dukung Portugal: Ronaldo Layak Raih Trofi Piala Dunia
Pimpin KONI KBB, Tobias Ditantang Bupati Jeje Ritchie Raih Prestasi di Porprov Jabar 2026
KONI KBB Resmi Dilantik, Tobias Ginanjar Targetkan Tembus 6 Besar Porprov Jabar 2026
Viral! Warga Sakit di Cipatat Ditandu 500 Meter ke Ambulans, Jalan Rusak Tuai Sorotan
Hari Jadi ke-19: Djamu Kertabudi Kupas Perjalanan Panjang Lahirnya Bandung Barat
Ajang Pembinaan Atlet Voli Putri KBB, DPRD Cup Series 2 Antar Ngamprah Raih Trofi Juara
Panitia Bungkam, Warga Pertanyakan Selisih Suara dan Kejanggalan DPT dalam Pemilihan BPD Singajaya Cihampelas

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:09 WIB

Kado HUT ke-19, Atlet NPCI Bandung Barat Jaenal Aripin Raih Juara 2 Dunia di Tunisia

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:27 WIB

Ketua Viking Tobias Ungkap Alasan Dukung Portugal: Ronaldo Layak Raih Trofi Piala Dunia

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:58 WIB

Pimpin KONI KBB, Tobias Ditantang Bupati Jeje Ritchie Raih Prestasi di Porprov Jabar 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:53 WIB

KONI KBB Resmi Dilantik, Tobias Ginanjar Targetkan Tembus 6 Besar Porprov Jabar 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:34 WIB

Viral! Warga Sakit di Cipatat Ditandu 500 Meter ke Ambulans, Jalan Rusak Tuai Sorotan

Berita Terbaru