Kang Ace Kritisi Penyaluran Bantuan yang Tak Tepat Sasaran, saat RDP Komisi VIII DPR dengan Baznas

- Penulis

Senin, 27 Mei 2024 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kang Ace saat Rapat Dengar Pendapat (RPD) Komisi VIII DPR RI dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) (Ist)

i

Kang Ace saat Rapat Dengar Pendapat (RPD) Komisi VIII DPR RI dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) (Ist)

Jakarta, SekitarKita.id – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RPD) Komisi VIII DPR RI dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tubagus Ace Hasan Syadzily mengkritik penyaluran bantuan Baznas lebih banyak di Jakarta dibanding daerah yang membutuhkan, pada Senin, 7 Mei 2024.

Dalam kesempatan itu Kang Ace menyampaikan, Baznas perlu diapresiasi atas pengumpulan dan proses penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang lebih baik dan tinggi nilainya.

Sehingga dari hal tersebut, Kang Ace panggilan akrabnya Ketua DPD Golkar ini meminta Baznas untuk lebih meningkatkan pengumpulan zakat, infak, dan juga sedekah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kang Ace, Rp327 triliun potensi zakat di Indonesia harus dioptimalkan dalam konteks bagaimana publik atau umat Islam memberikan kepercayaan kepada lembaga Baznas maupun yang lain untuk mempercayakan zakat, infak, dan sedakah kepada lembaga filantropi ini.

“Per hari ini, total zakat, infak, dan sedekah yang terkumpul baru Rp37 triliun. Sedangkan Baznas, Rp880 miliar. Jadi tentu dengan capaian ini, kita semua harus sama-sama mendorong Baznas dan lembaga lainnya, menjadi lembagai filantropi terpercaya,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR.

Baca Juga:  Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi Tinjau Langsung Rehabilitasi Jembatan Flyover Tegal Gede

Kang Ace, menyatakan, Indonesia dikenal sebagai negara berpenduduk paling dermawan di dunia. Tentu ini menjadi potensi yang harus dioptimalkan. Namun diingatkan kepada semua, bahwa Baznas dengan zakat, infak, dan sedekahnya, itu bukan negara.

Dalam pengertian, ujar Kang Ace, jangan tugas-tugas negara yang telah mendapatkan alokasi anggaran cukup besar, Rp448 triliun untuk bantuan sosial, perlindungan sosial, beasiswa KIP, PIP, dan subsidi sosial lain, juga dilakukan oleh Baznas.

“Zakat menurut saya salah satu potensi yang di luar negara itu. Karenanya, koordinasi antara berbagai program pemerintah dengan yang menjadi bagian dari 8 program prioritas Baznas itu yang tidak boleh diganggu,” ujar Kang Ace.

“Justru yang memiliki tanggung jawab terhadap pengentasan kemiskinan dan penanggulangan bencana itu, adalah negara. Jangan sampai minta-mintanya sama Baznas. Menurut saya itu enggak masuk akal. Ini perlu saya tegaskan,” tutur dia.

Kang Ace mengatakan, APBN saat ini Rp3.000 triliun. Sedangkan potensi zakat Rp327 triliun. Itu pun yang bisa dikembangkan hanya Rp37 triliun.

Baca Juga:  Kompak! 40 Ormas Geruduk Kantor Bupati, Tuntutan Copot Ketua DPRD KBB-Sekda Menggema

“Terus, misalnya, pemerintah minta ke Baznas, menurut saya enggak etis. Tetapi kontribusi Baznas juga sangat penting. Karena itu, kita perlu mengambil garis diferensiasi. Memang tidak semua anggaran pemerintah yang arahnya untuk mewujudkan welfare state (negara kesejahteraan) atau subsidi sosial,” ucap Kang Ace.

Kang Ace hanya mengingatkan jangan sampai dana umat digunakan untuk hal-hal yang bukan pada tempatnya. Ini amanah yang harus dijaga. Terutama di daerah yang tingkat pendapatannya kurang tinggi, zakatnya kemungkinan rendah. Justru daerah itu membutuhkan uluran tangan atau bantuan Baznas.

Menurut Kang Ace, Jakarta yang banyak menerima bantuan Baznas, tidak perlu. Justru yang perlu mendapatkan bantuan Baznas adalah Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kalau Jakarta kan, udah program pemerintahnya besar, APBD-nya besar, terus semua mau dikasih ke Jakarta ya, namanya enggak make sense. Yang harus dilakukan apa? Di NTT, banyak saudara-saudara muslim yang mendirikan TPA saja susahnya minta ampun. Kenapa karena kondisi ekonomi dan jumlah kelompok dermawannya terbatas,” ujar dia.

Baca Juga:  Deklarasi DPP LSM Nyi Ronggeng, Memperjuangkan Hak-Hak Perempuan di Karawang

Maka, tutur Kang Ace, perlu pemikiran bersama agar program-program Baznas lebih diarahkan kepada satu segmentasi kelompok masyarakat tertentu yang membutuhkan bantuan dan negara tidak hadir di situ.

“Karena itu, Baznas harus mendiversifikasi 8 program prioritas tersebut yang perlu untuk mendapatkan kehadiran Baznas berada di wilayah tersebut,” tutur Kang Ace.

Kemudian Kang Ace menyoroti tentang kelanjutan distribusi dam yang konon Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi berencana pendistribusikan daging di Indonesia. Potensi 241.000 haji tamatu dengan daging itu banyak sekali. Orang Arab tidak perlu daging lagi.

“Saya ingin tahu bagaimana kelanjutannya. Karena katanya kemarin sudah disampaikan saat kunjungan Menteri Haji Arab Saudi, mumpung sekarang kita mau haji. Bagaimana pun Indonesia lebih membutuhkan daging dibandingkan Arab Saudi,” ucapnya.

Kang Ace juga mengapresiasi cepat tanggap Baznas menyalurkan bantuan ke lokasi bencana. Termasuk beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa membutuhkan. Tetapi beasiswa yang menjadi ranah negara sebaiknya tidak dilakukan Baznas. “Namun fine-fine saja. Intinya kehadiran Baznas sangat dibutuhkan,” pungkas Kang Ace.***



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat
Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru