Babak Kualifikasi Piala Presiden Seni Ketangkasan Domba Garut Dimulai, KBB Jadi Tuan Rumah Salah Satunya

- Penulis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Babak Kualifikasi Piala Presiden Seni Ketangkasan Domba Garut Dimulai, KBB Jadi Tuan Rumah Salah Satunya

SEKITARKITA.id – Rangkaian Babak Kualifikasi Piala Presiden untuk ajang Seni Ketangkasan Domba Garut 2025 resmi dimulai, Sabtu (26/7/2025).

Ajang bergengsi ini akan digelar di enam wilayah di Jawa Barat, yakni Kabupaten Bandung, Sumedang, Garut, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Majalengka, dan Cianjur.

Final kompetisi ketangkasan domba khas Jawa Barat ini dijadwalkan berlangsung pada September mendatang di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris DPC Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) KBB, M. Mulyono, mengungkapkan bahwa ajang ini merupakan bentuk pelestarian warisan budaya lokal yang sarat nilai edukasi.

Babak Kualifikasi Piala Presiden untuk ajang Seni Ketangkasan Domba Garut 2025 resmi dimulai, di Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah KBB, Sabtu (26/7/2025). foto: Abdul Kholilulloh
Babak Kualifikasi Piala Presiden untuk ajang Seni Ketangkasan Domba Garut 2025 resmi dimulai, di Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah KBB, Sabtu (26/7/2025). foto: Abdul Kholilulloh

“Di KBB sendiri, yang sedang dilaksanakan hari ini merupakan babak kualifikasi untuk kelas A, B, dan C. Ada sekitar 50 ekor Domba Garut yang akan bertarung untuk lolos ke final di Bogor,” ujar Mulyono saat ditemui di Pamidangan Cikawati, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Sabtu (26/7).

Tercatat pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 79 pasang domba mengikuti seleksi. Sekitar 100 ekor di antaranya berasal dari wilayah Kabupaten Bandung Barat, sementara sisanya datang dari berbagai penjuru Jawa Barat.

Baca Juga:  Pemilih Tertua di Bandung Barat: Simbol Pengalaman Demokrasi dari Masa ke Masa

Mulyono menjelaskan bahwa filosofi seni ketangkasan domba Garut tidak hanya menonjolkan keberanian hewan, tetapi juga menjadi cerminan kualitas peternakan.

“Domba bukan sekadar penghasil daging. Melalui ketangkasan ini, publik bisa melihat sisi lain dari domba sebagai aset ekonomi dan sarana edukasi,” jelasnya.

Tak hanya menjadi ajang adu ketangkasan, kompetisi ini juga berdampak langsung pada nilai ekonomi. Menurut Mulyono, nilai jual domba usai mengikuti ketangkasan dapat meningkat signifikan, bahkan mencapai angka hingga Rp100 juta.

Ia menambahkan bahwa KBB, terutama kawasan Parongpong, Lembang, dan Cisarua, dikenal sebagai sentra peternakan unggulan, mulai dari penyediaan bibit, penggemukan, hingga produksi domba pedaging berkualitas tinggi.

Lebih jauh, ajang ini disebut sebagai program strategis yang mampu membuka peluang kolaborasi antara peternak dan pemerintah daerah. Tak hanya meningkatkan mutu genetik ternak, seni ketangkasan domba juga berpotensi menjadi daya tarik wisata khas daerah.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, yang turut hadir membuka kegiatan, menegaskan pentingnya peran ajang ketangkasan dalam mendorong pembangunan sektor peternakan.

Baca Juga:  Dugaan korupsi dilingkungan Pemda Bandung Barat, LAKI siap lapor KPK RI

“Seni ketangkasan domba bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari strategi meningkatkan mutu genetik ternak dan mendorong ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Jeje juga menyoroti peran HPDKI dalam pembinaan peternak serta percepatan penerapan teknologi di bidang peternakan.

“Tujuan utamanya bukan sekadar memenangkan pertandingan, tapi bagaimana memberdayakan para peternak agar lebih mandiri dan berdaya saing,” sambungnya.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan event seperti ini harus dikemas secara profesional agar mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata.

“Daerah seperti KBB yang sebagian besar masyarakatnya adalah petani dan peternak harus menjadikan sektor agrobisnis, termasuk peternakan domba, sebagai prioritas pembangunan,” pungkas Jeje.

 



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat
Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 
Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat
Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung
Tragedi Kapal Virgo di Laut Jawa, Faisal Warga KBB Ceritakan Detik-detik Selamat dari Maut
17 Bangunan di Padalarang KBB Terindikasi Melanggar, Warga Sukamaju Sepakat Bongkar Mandiri
Revitalisasi Sekolah di KBB Diduga Dikuasai Suplier Luar Daerah, Kepsek dan Komite Disebut Hanya Jadi “Penonton”

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:18 WIB

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa

Selasa, 22 September 2026 - 12:01 WIB

Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Selasa, 22 September 2026 - 10:19 WIB

Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 

Selasa, 22 September 2026 - 09:55 WIB

Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat

Selasa, 22 September 2026 - 09:54 WIB

Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung

Berita Terbaru