SEKITARKITA.id – Rangkaian Babak Kualifikasi Piala Presiden untuk ajang Seni Ketangkasan Domba Garut 2025 resmi dimulai, Sabtu (26/7/2025).
Ajang bergengsi ini akan digelar di enam wilayah di Jawa Barat, yakni Kabupaten Bandung, Sumedang, Garut, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Majalengka, dan Cianjur.
Final kompetisi ketangkasan domba khas Jawa Barat ini dijadwalkan berlangsung pada September mendatang di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris DPC Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) KBB, M. Mulyono, mengungkapkan bahwa ajang ini merupakan bentuk pelestarian warisan budaya lokal yang sarat nilai edukasi.
“Di KBB sendiri, yang sedang dilaksanakan hari ini merupakan babak kualifikasi untuk kelas A, B, dan C. Ada sekitar 50 ekor Domba Garut yang akan bertarung untuk lolos ke final di Bogor,” ujar Mulyono saat ditemui di Pamidangan Cikawati, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Sabtu (26/7).
Tercatat pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 79 pasang domba mengikuti seleksi. Sekitar 100 ekor di antaranya berasal dari wilayah Kabupaten Bandung Barat, sementara sisanya datang dari berbagai penjuru Jawa Barat.
Mulyono menjelaskan bahwa filosofi seni ketangkasan domba Garut tidak hanya menonjolkan keberanian hewan, tetapi juga menjadi cerminan kualitas peternakan.
“Domba bukan sekadar penghasil daging. Melalui ketangkasan ini, publik bisa melihat sisi lain dari domba sebagai aset ekonomi dan sarana edukasi,” jelasnya.
Tak hanya menjadi ajang adu ketangkasan, kompetisi ini juga berdampak langsung pada nilai ekonomi. Menurut Mulyono, nilai jual domba usai mengikuti ketangkasan dapat meningkat signifikan, bahkan mencapai angka hingga Rp100 juta.
Ia menambahkan bahwa KBB, terutama kawasan Parongpong, Lembang, dan Cisarua, dikenal sebagai sentra peternakan unggulan, mulai dari penyediaan bibit, penggemukan, hingga produksi domba pedaging berkualitas tinggi.
Lebih jauh, ajang ini disebut sebagai program strategis yang mampu membuka peluang kolaborasi antara peternak dan pemerintah daerah. Tak hanya meningkatkan mutu genetik ternak, seni ketangkasan domba juga berpotensi menjadi daya tarik wisata khas daerah.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, yang turut hadir membuka kegiatan, menegaskan pentingnya peran ajang ketangkasan dalam mendorong pembangunan sektor peternakan.
“Seni ketangkasan domba bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari strategi meningkatkan mutu genetik ternak dan mendorong ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Jeje juga menyoroti peran HPDKI dalam pembinaan peternak serta percepatan penerapan teknologi di bidang peternakan.
“Tujuan utamanya bukan sekadar memenangkan pertandingan, tapi bagaimana memberdayakan para peternak agar lebih mandiri dan berdaya saing,” sambungnya.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan event seperti ini harus dikemas secara profesional agar mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata.
“Daerah seperti KBB yang sebagian besar masyarakatnya adalah petani dan peternak harus menjadikan sektor agrobisnis, termasuk peternakan domba, sebagai prioritas pembangunan,” pungkas Jeje.







