Bandung Barat lautan sampah, Pandawara Group ajak warga bersih-bersih aliran sungai Citarum

- Penulis

Jumat, 14 Juni 2024 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Baru-baru ini viral di media sosial (medsos) aliran sungai Citarum, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu tertutup tumpukan sampah.

Bukan hanya sampah yang menumpuk, aliran sungai tersebut juga sempat tertutup eceng gondok yang membentuk pulau sepanjang 3 kilometer dengan lebar 60 meter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video yang diunggah penggiat lingkungan @pandawaragroup, tampak tumpukan sampah menutup hampir seluruh aliran di bawah jembatan Bakan Sapan (BBS) yang menghubungkan Cililin-Batujajar KBB.

Pandawara Group menyebut, Kota Kembang akan memiliki julukan baru yakni Bandung Lautan Sampah jika sampah-sampah yang menutup aliran sungai DAS Citarum tidak segera dibersihkan dan dibiarkan begitu saja.

Kondisi tumpukan sampah di bawah jembatan BBS Batujajar Bandung Barat sebelum dibersihkan (foto: tangkapan layar @pandawaragroup)
Kondisi tumpukan sampah di bawah jembatan BBS Batujajar Bandung Barat sebelum dibersihkan (foto: tangkapan layar @pandawaragroup)

“Bukan Bandung lautan api, tapi Bandung lautan sampah. Ya, jika kondisi ini terjadi selama berpuluh-puluh tahun ke depan,” kata Pandawara Group dilansir dari video kanal Instagram @pandawaragroup, Jumat (14/06/2024).

Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat Bandung Raya umumnya warga Bandung Barat untuk membersihkan sampah di bawah jembatan BBS tersebut.

Baca Juga:  Pererat Silaturahmi, KH Masykuri Berkunjung ke Ponpes Nurul Falah Pasirmalang Banten

“Warga Bandung, kami tunggu, hari Jumat pukul 08.00 pagi hingga selesai, agar kalian bisa merasakan apa yang kami rasakan pada saat membersihkan sungai yang dirusak oleh oknum manusia yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

“Kami apresiasi untuk seluruh dinas terkait yang langsung turun tangan dan memberikan respon cepat atas video lautan sampah yang kami unggah tersebut,” sambung Pandawa mengakhiri video tersebut.

Diperkirakan ada 200 ton sampah yang mengambang. Setelah viral di media sosial, upaya penbersihan Sungai Citarum dari sampah itu mulai dilakukan sejak Rabu (12/6/2024) sesuai titah Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat, Ibrahim Aji mengatakan kalau wilayah Bandung Barat kecipratan sampah yang sebetulnya bersumber dari wilayah hulu Sungai Citarum.

Kondisi tumpukan sampah di aliran sungai Citarum di bawah jembatan BBS Batujajar KBB sudah mulai dibersihkan pasca viral (foto: tangkapan layar drone, Hen-hen/SekitarKita.id)

“Analisis kita, jadi itu kiriman dari hulu, karena sebelumnya itu ada hujan lebat kan beberapa hari. Tanggal 3 Mei kita sempat ada kegiatan bersih-bersih di Sungai Citarum tapi sampah itu belum ada, cuma ada eceng gondok,” kata Ibrahim saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (13/6/2024).

Baca Juga:  Pj Gubernur Jabar Bey Melepas Kontingen PWI Jabar ke Porwanas XIV Kalsel

Ia menjelaskan, setelah hujan deras selama beberapa hari itu terjadi, barulah aliran air yang deras dari wilayah hulu di Kabupaten Bandung, Kota Bandung, serta Kota Cimahi membawa sampah berbagai jenis.

“Nah begitu hujan deras beberapa hari itu, baru sampah terlihat banyak sekali. Makanya menurut kami itu kiriman dari hulu dan kebetulan Sungai Citarum KBB ini arusnya berputar seperti penampungan,” ujar Ibrahim.

Ibrahim mengatakan karena masifnya pemberitaan soal sampah di Sungai Citarum wilayah Bandung Barat, membuat pihaknya gerak cepat berkomunikasi dengan daerah di hulu sungai.

“Koordinasi dengan pemerintah daerah di hulu sungai sebetulnya sudah dan juga kan ada Satgas Citarum Harum sebagai koordinatornya. Jadi perlu dipikirkan solusinya supaya tidak terulang,” kata Ibrahim.

Pihaknya berencana akan memasang trash-boom melintas di sungai tersebut. Nantinya sampah bakal terjaring sehingga lebih memudahkan untuk diangkat.

“Mungkin kedepan kita perlu ada langkah preventif, misalnya ada trash-boom atau jaring supaya bisa meminimalisir sampah itu tidak semuanya mengambang di badan sungai terbawa arus ke hilir,” jelasnya.

Baca Juga:  Jika Terpilih Kembali, Pasangan Hengky-Ade Komitmen Majukan Petani Bandung Barat

Sesuai arahan Bey Machmudin, lanjut dia, sampah yang ada di Sungai Citarum itu mesti bisa dibersihkan dalam kurun waktu seminggu. Setelah itu sampahnya akan diangkut ke TPA Sarimukti, Cipatat, Bandung Barat.

“Sampahnya dibuang ke Sarimukti, nah untuk eceng gondoknya karena Sarimukti tidak menerima sampah organik maka akan diolah beberapa pegiat lingkungan membuat kerajinan dari eceng gondok,” ujar Ibrahim.

“Kemarin saya protes juga ke bu Kadis LH, kalau sampah dibuang ke sana ini jadi jatah KBB maka kami rugi mengurangi kuota pembuangan sampah. Ternyata disampaikan sama bu Kadis enggak. Jadi yang dari Citarum ini totalnya berapa truk, kalau ritase berapa. Jadi jatah berbeda dengan yang punya KBB sehingga tidak terganggu jatahnya,” ungkap Ibrahim menandaskan



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Instagram @pandawaragroup

Berita Terkait

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas
Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”
Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen
Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB
Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar
Di Usia ke-19, DPRD KBB Targetkan Bandung Barat Jadi Pusat Pertanian Masa Depan
Paripurna HUT KBB ke-19, Jeje Bongkar Masalah Kemiskinan Ekstrem dan Minimnya Lapangan Kerja
HUT KBB ke-19, Dinkes Bandung Barat Tegaskan Pelayanan Kesehatan Jadi Prioritas Utama

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:46 WIB

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:12 WIB

Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:50 WIB

Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:45 WIB

Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:18 WIB

Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar

Berita Terbaru

Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, dan para atlet Indonesia didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, usai penyerahan simbolis medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).

Bandung Barat

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:46 WIB