SEKITARKITA.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dendih, menegaskan tidak ada tindakan intimidasi terhadap para guru honorer yang menyuarakan aspirasi terkait nasib mereka.
Penegasan ini disampaikan menyusul mencuatnya laporan sejumlah guru yang merasa mendapat tekanan dari pihak sekolah saat hendak mengikuti aksi solidaritas.
Menurut Asep, langkah yang dilakukan pejabat sekolah terhadap guru honorer adalah bagian dari mekanisme pembinaan yang menjadi tupoksi Disdik KBB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Itu bukan intimidasi, tapi bagian dari pembinaan. Kami selalu mengedepankan komunikasi dan pembinaan kepada tenaga pendidik,” ujar Asep Dendih kepada wartawan Jumat, 13 Juni 2025.
Ia menegaskan bahwa Disdik KBB selalu mengutamakan pendekatan dialog dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan pendidikan.
Pernyataan Asep tersebut disampaikan setelah Ketua Forum Guru Honorer KBB, Ahmad Jafar, sebelumnya melaporkan adanya tekanan dari oknum pejabat sekolah terhadap guru yang hendak mengikuti aksi penyampaian aspirasi.
“Pemerintah harusnya punya integritas, bukan bertindak seperti preman. Intimidasi tak punya tempat dalam dunia pendidikan,” tegas Ahmad Jafar dalam penyampaiannya di DPRD KBB.
Ia menekankan bahwa dunia pendidikan harus menjunjung tinggi dialog, transparansi, dan etika, bukan tindakan yang bersifat represif.
Aksi yang hendak diikuti para guru honorer merupakan bentuk dorongan agar pemerintah daerah memberikan kejelasan status, kepastian karier, serta peningkatan kesejahteraan.
Hingga kini, banyak guru honorer di KBB mengaku masih berada dalam kondisi ketidakpastian terkait masa depan profesinya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








