Bantah Isu Intimidasi Guru Honorer, Disdik KBB: Hanya Pembinaan

- Penulis

Sabtu, 14 Juni 2025 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dendih (foto: istimewa)

i

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dendih (foto: istimewa)

SEKITARKITA.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dendih, menegaskan tidak ada tindakan intimidasi terhadap para guru honorer yang menyuarakan aspirasi terkait nasib mereka.

Penegasan ini disampaikan menyusul mencuatnya laporan sejumlah guru yang merasa mendapat tekanan dari pihak sekolah saat hendak mengikuti aksi solidaritas.

Menurut Asep, langkah yang dilakukan pejabat sekolah terhadap guru honorer adalah bagian dari mekanisme pembinaan yang menjadi tupoksi Disdik KBB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu bukan intimidasi, tapi bagian dari pembinaan. Kami selalu mengedepankan komunikasi dan pembinaan kepada tenaga pendidik,” ujar Asep Dendih kepada wartawan Jumat, 13 Juni 2025.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dendih (foto: istimewa)
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dendih (foto: istimewa)

Ia menegaskan bahwa Disdik KBB selalu mengutamakan pendekatan dialog dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan pendidikan.

Pernyataan Asep tersebut disampaikan setelah Ketua Forum Guru Honorer KBB, Ahmad Jafar, sebelumnya melaporkan adanya tekanan dari oknum pejabat sekolah terhadap guru yang hendak mengikuti aksi penyampaian aspirasi.

“Pemerintah harusnya punya integritas, bukan bertindak seperti preman. Intimidasi tak punya tempat dalam dunia pendidikan,” tegas Ahmad Jafar dalam penyampaiannya di DPRD KBB.

Baca Juga:  Indonesia Dapat Kuota Haji Tambahan 20 Ribu, Kang Ace: Petugas Wajib Berikan Pelayanan Terbaik
Related Posts

Ia menekankan bahwa dunia pendidikan harus menjunjung tinggi dialog, transparansi, dan etika, bukan tindakan yang bersifat represif.

Aksi yang hendak diikuti para guru honorer merupakan bentuk dorongan agar pemerintah daerah memberikan kejelasan status, kepastian karier, serta peningkatan kesejahteraan.

Hingga kini, banyak guru honorer di KBB mengaku masih berada dalam kondisi ketidakpastian terkait masa depan profesinya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babak Baru, Sejumlah Kios Terima Surat Pembongkaran Satpol PP KBB, Nasib Pedagang Terancam
Sungai Cihaur Padalarang Jadi Lautan Sampah, Warga Desak UPT Kebersihan KBB Bertindak
Bangli Rancabali Segera Dibongkar, Warga Sentil Dugaan Satpol PP KBB Tebang Pilih
Keributan Warnai Karnaval HUT RI ke-81 di Tagog Apu, Panitia Bantah Isu Pembacokan
HUT ke-81 RI, Bupati Jeje: Kemerdekaan Harus Terasa dalam Kehidupan Masyarakat Bandung Barat
Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI
Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat
Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Babak Baru, Sejumlah Kios Terima Surat Pembongkaran Satpol PP KBB, Nasib Pedagang Terancam

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:45 WIB

Sungai Cihaur Padalarang Jadi Lautan Sampah, Warga Desak UPT Kebersihan KBB Bertindak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Bangli Rancabali Segera Dibongkar, Warga Sentil Dugaan Satpol PP KBB Tebang Pilih

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Keributan Warnai Karnaval HUT RI ke-81 di Tagog Apu, Panitia Bantah Isu Pembacokan

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:04 WIB

HUT ke-81 RI, Bupati Jeje: Kemerdekaan Harus Terasa dalam Kehidupan Masyarakat Bandung Barat

Berita Terbaru