BOOMS Soroti Reformasi Birokrasi dan Transparansi Tunjangan DPRD KBB

- Penulis

Kamis, 4 September 2025 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOOMS Soroti Reformasi Birokrasi dan Transparansi Tunjangan DPRD KBB

SEKITARKITA.id- Anggota Barisan Ormas, OKP, LSM, dan Mahasiswa (BOOMS) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Gunawan Rasyid alias Guras, menyoroti sejumlah persoalan mendasar dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Menurut Guras, reformasi birokrasi harus dijalankan dengan sungguh-sungguh agar tidak terjebak pada budaya pragmatis dan praktik titipan jabatan.

Guras yang juga menjabat sebagai Ketua Laskar Anti Korupsi (LAKI) Bandung Barat menilai, salah satu akar masalah kegagalan sistem pemerintahan dari tahun ke tahun terletak pada kualitas SDM aparatur sipil negara (ASN), terutama dalam konteks rotasi, mutasi, dan promosi jabatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bupati Bandung Barat (Jeje Ritchie Ismail) harus jeli dan cermat dalam melakukan rotasi maupun promosi. Jangan sampai ada oknum yang terindikasi masalah justru diberi jabatan kembali. Kalau itu terjadi, biasanya akan menimbulkan aksi protes atau demonstrasi setelah pelantikan,” tegas Guras, saat ditemui Sekitarkita.id, usai melakukan audiensi di kantor DPRD KBB, Rabu 03 September 2025.

Gedung DPRD KBB/ilustrasi (foto: Abdul Kholilulloh)
Gedung DPRD KBB/ilustrasi (foto: Abdul Kholilulloh)

Ia menambahkan, reformasi birokrasi tidak boleh hanya menjadi slogan. DPRD KBB pun, kata dia, harus konsisten dalam mengawasi kebijakan eksekutif agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik.

Baca Juga:  Pedagang rujak tewas dihantam ban kontainer, Polisi amankan sopir truk di Bandung Barat

Transparansi Tunjangan DPRD Dipertanyakan

Selain menyoroti reformasi birokrasi, Guras juga menyinggung persoalan transparansi tunjangan anggota DPRD Bandung Barat.

Ia menilai hingga kini publik belum mendapatkan kejelasan mengenai besaran maupun jenis tunjangan yang diterima dewan.

“Masyarakat menunggu kejelasan. Tunjangan apa saja yang ada, berapa besarannya, harus dibuka secara transparan. Jangan sampai ada yang bungkam hanya karena takut ada masalah. Kalau rasional dan berbasis kinerja, kenapa harus ditutup-tutupi,” ungkapnya.

Puluhan anggota BOOMS KBB melakukan audiensi dengan pimpinan DPRD KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Puluhan anggota BOOMS KBB melakukan audiensi dengan pimpinan DPRD KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurut Guras, keterbukaan soal tunjangan bukan hanya soal administrasi, melainkan juga bagian dari akuntabilitas kinerja wakil rakyat.

Dalam pertemuan dengan DPRD, BOOMS KBB sebelumnya telah menyampaikan sembilan poin penting yang harus ditindaklanjuti, termasuk soal reformasi birokrasi, komunikasi yang tersumbat antara eksekutif dan legislatif, hingga disparitas dalam pelayanan publik.

Guras menegaskan, jika DPRD dan eksekutif tidak berani melakukan koreksi, masyarakat akan semakin apatis terhadap lembaga perwakilan.

“Yang dibutuhkan hari ini adalah keterbukaan, bukan sekadar janji. Budaya titipan dan pragmatisme harus dihentikan demi membangun Bandung Barat yang lebih baik,” pungkasnya.

Baca Juga:  Tragis, Seorang Polisi Tewas Diduga Bunuh Diri di Jakarta Selatan

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan
Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya
Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya
SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng
Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026
Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 
Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah
Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:51 WIB

KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 19:25 WIB

Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya

Senin, 14 September 2026 - 18:58 WIB

Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya

Senin, 14 September 2026 - 17:12 WIB

SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng

Senin, 14 September 2026 - 16:45 WIB

Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026

Berita Terbaru