Bupati Jeje Ungkap Arah RAPBD 2026: Bandung Barat Prioritaskan Infrastruktur dan Investasi

- Penulis

Senin, 17 November 2025 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail membacakan  Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD KBB, Senin (17/11/2025) (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail membacakan Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD KBB, Senin (17/11/2025) (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail memaparkan Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD KBB, Senin (17/11/2025).

Dalam penyampaiannya, Jeje menegaskan bahwa RAPBD 2026 merupakan bagian dari tahun kedua pelaksanaan RPJMD 2025–2029 dengan visi AMANAH (Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis).

Pemerintah daerah mengusung tema pembangunan, “Peningkatan Akses Infrastruktur Pelayanan Dasar dan Pelayanan Publik untuk Meningkatkan Ekonomi Daerah.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jeje menyebut bahwa RAPBD 2026 dirancang untuk memperkuat fungsi alokasi, distribusi, serta stabilisasi fiskal guna memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam paparannya, Bupati Jeje merinci struktur RAPBD 2026 sebagai berikut, untuk Pendapatan Daerah, Rp 2,87 Triliun. Terdiri dari, PAD Rp 1,04 triliun, Pendapatan Transfer, Rp 1,83 triliun.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail menyerahkan Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD KBB, Senin (17/11/2025) (foto: Abdul Kholilulloh)
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail menyerahkan Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD KBB, Senin (17/11/2025) (foto: Abdul Kholilulloh)

Jeje menyoroti tingginya ketergantungan pada pendapatan transfer yang mencapai 63,64%, sementara kontribusi PAD masih di angka 36,36%.

“Belanja Daerah Rp 2,90 Triliun. Dengan komponen, belanja operasi Rp 2,15 triliun, belanja modal? Rp 211 miliar, belanja transfer Rp 496 miliar dan belanja tidak terduga, Rp 37,90 miliar,” jelas Jeje.

Baca Juga:  Serap Tenaga Kerja, Disnakertrans KBB Gandeng HIPKI Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha

Ia menyebut, Defisit Rp 25,96 Miliar, Defisit ini direncanakan ditutup melalui pembiayaan daerah dan penyesuaian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya.

Jeje mengungkapkan adanya potensi tantangan fiskal yang cukup serius. Berdasarkan Surat Kementerian Keuangan Nomor S-62/PK/2025, terdapat indikasi penurunan pendapatan transfer hingga Rp 360,32 miliar.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail membacakan Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD KBB, Senin (17/11/2025) (foto: Abdul Kholilulloh)
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail membacakan Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD KBB, Senin (17/11/2025) (foto: Abdul Kholilulloh)

“Ini menuntut kita untuk melakukan penyesuaian belanja daerah secara cermat dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Ia meminta DPRD dan perangkat daerah melakukan pembahasan mendalam agar stabilitas keuangan daerah tetap terjaga tanpa mengganggu prioritas pembangunan, terutama di sektor infrastruktur dasar dan pelayanan publik.

Dalam sidang paripurna tersebut, Jeje juga mengajukan Raperda tentang Perubahan Perda Nomor 9 Tahun 2016 mengenai pembentukan dan susunan perangkat daerah.

Ia menjelaskan, raperda ini disusun untuk, menyesuaikan regulasi daerah dengan kebijakan nasional terbaru, mendukung penyederhanaan birokrasi, meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik, Mengakomodasi dinamika kebutuhan kelembagaan sepanjang 2016–2025.

“Penataan kembali kelembagaan menjadi penting agar organisasi pemerintah lebih responsif terhadap dinamika pelayanan dan beban kerja,” ungkap dia.

Baca Juga:  Pj Gubernur Jabar: Kontes Ternak dan Expo Pangan 2024 Optimis Swasembada Pangan

Selain itu, Jeje Ritchie turut mengajukan Raperda Penanaman Modal sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing investasi di Kabupaten Bandung Barat.

“Urgensi Penyusunan Raperda Penanaman Modal, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis investasi produktif, memberikan kepastian hukum bagi investor, memperluas lapangan kerja, mengoptimalkan potensi pariwisata, UMKM, perdagangan, industri, dan jasa, menyesuaikan regulasi daerah dengan UU Cipta Kerja dan OSS-RBA,” paparnya.

“Arah Pengaturan dalam Raperda, Tata kelola perizinan dan non-perizinan, Hak, kewajiban, dan perlindungan investor, Insentif dan kemudahan berusaha, pengawasan dan pengendalian investasi, kemitraan antara investor dan UMKM lokal, investasi yang berkelanjutan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan,” sambung Jeje.

Jeje berharap kehadiran regulasi ini dapat meningkatkan peringkat kemudahan berusaha dan memperkuat posisi Bandung Barat sebagai daerah yang kondusif untuk investasi.

Di akhir pidatonya, Bupati Jeje menegaskan kembali komitmen pemerintah daerah dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan yang efisien dan berdaya saing.

“RAPBD dan Raperda yang kami ajukan ini merupakan wujud komitmen kami untuk menghadirkan pemerintahan yang efisien, responsif, dan berdaya saing,” terang Jeje menandaskan.

Baca Juga:  Tita Roswati Dorong Program Strategis Ketenagakerjaan Lewat KADIN Bandung Barat

Rapat Paripurna selanjutnya dilanjutkan dengan pembahasan oleh Badan Anggaran dan komisi-komisi DPRD KBB.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Motif Pembunuhan Wanita di Indekos Cimahi, Berawal dari Aplikasi MiChat dan Tarif Rp250 Ribu
Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Wanita di Indekos Cimahi, Pria Asal KBB Disebut Penjual Cireng
Tragis! Wanita Ditemukan Tewas di Indekos Cimahi, Bersimbah Darah dengan Luka di Leher
Viral! Siswi SMA Diduga Dikeroyok di Kedai GOR Trisanja Slawi Tegal, Ibu Korban Tuntut Keadilan
Dramatis! Comeback 2-1 atas Melbourne Victory di ACL Two, PERSIB Pastikan Lolos 16 Besar 
Chaos! Habib Bahar Pimpin Demo Tolak Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran
Diwarnai Pembakaran dan Lemparan Petasan, Demo Ormas Islam Tolak Konser Andrea Bocelli Memanas
Mantan Kapolri Listyo Sigit Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:31 WIB

Terungkap! Motif Pembunuhan Wanita di Indekos Cimahi, Berawal dari Aplikasi MiChat dan Tarif Rp250 Ribu

Jumat, 6 November 2026 - 09:12 WIB

Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Wanita di Indekos Cimahi, Pria Asal KBB Disebut Penjual Cireng

Jumat, 6 November 2026 - 00:59 WIB

Tragis! Wanita Ditemukan Tewas di Indekos Cimahi, Bersimbah Darah dengan Luka di Leher

Kamis, 5 November 2026 - 15:32 WIB

Viral! Siswi SMA Diduga Dikeroyok di Kedai GOR Trisanja Slawi Tegal, Ibu Korban Tuntut Keadilan

Rabu, 4 November 2026 - 17:01 WIB

Dramatis! Comeback 2-1 atas Melbourne Victory di ACL Two, PERSIB Pastikan Lolos 16 Besar 

Berita Terbaru