Dadang Naser Soroti Keracunan Massal MBG “Jangan Ada Mafia Dapur SPPG di KBB”

- Penulis

Sabtu, 27 September 2025 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., M.I.Pol., saat mengunjungi korban keracunan MBG di GOR Kecamatan Cipongkor KBB, Jumat 26 September 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., M.I.Pol., saat mengunjungi korban keracunan MBG di GOR Kecamatan Cipongkor KBB, Jumat 26 September 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., M.I.Pol., menyoroti adanya dugaan mafia dalam tubuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penyebab keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hal itu ia sampaikan usai mengunjungi ratusan siswa korban keracunan MBG yang ditangani di GOR Kecamatan Cipongkor, Jumat (26/9/2025) malam.

Menurutnya, program MBG yang sejatinya bertujuan mulia justru tercoreng akibat lemahnya pengawasan serta indikasi praktik bisnis kotor di balik dapur umum penyedia makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., M.I.Pol., saat mengunjungi korban keracunan MBG di GOR Kecamatan Cipongkor KBB, Jumat 26 September 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)
Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., M.I.Pol., saat mengunjungi korban keracunan MBG di GOR Kecamatan Cipongkor KBB, Jumat 26 September 2025 (foto: Abdul Kholilulloh)

Soroti Mafia di Tubuh SPPG

Dadang Naser mengaku prihatin dengan kondisi para siswa yang mengalami keracunan massal akibat konsumsi makanan MBG. Ia menilai ada kesalahan serius dalam tata kelola SPPG.

“Saya baru dari Cipongkor, melihat sendiri bagaimana para siswa menjadi korban keracunan. Ini dapur MBG bukan untuk mencari cuan, tapi untuk mencetak generasi emas bangsa. Jangan sampai ada mafia di balik program mulia ini,” tegas Dadang.

Baca Juga:  Belum Tiga Bulan Rusak, Warga Padalarang Bongkar Dugaan Proyek Jalan Asal-asalan dan Mark-Up Anggaran

Menurutnya, di negara lain program makan gratis sekolah benar-benar menjaga kualitas gizi. Namun di Indonesia, justru berulang kali terjadi kasus keracunan.

Politisi senior itu menyoroti pola dapur umum MBG yang setiap unitnya dipaksa melayani hingga 3.000 porsi makanan. Ia menilai hal ini tidak realistis, terutama di wilayah perdesaan seperti KBB.

Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., M.I.Pol. usai mengunjungi korban keracunan MBG di GOR Kecamatan Cipongkor KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., M.I.Pol. usai mengunjungi korban keracunan MBG di GOR Kecamatan Cipongkor KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

“Di negara maju tidak ada dapur umum yang dipaksa memasak 3.000 porsi per hari. Itu berisiko besar. Seharusnya melibatkan kantin sekolah agar lebih higienis, makanan tersaji hangat, dan siswa punya pilihan,” jelasnya.

Dadang menambahkan, keterlibatan kantin sekolah juga penting untuk menjaga ekonomi lokal. Pasalnya, sejak MBG berjalan, banyak kantin sekolah kehilangan omset karena kalah bersaing dengan distribusi dari dapur SPPG.

Selain masalah teknis, Dadang Naser menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam pengawasan program MBG. Ia menyesalkan bahwa selama ini penunjukan SPPG dilakukan terpusat tanpa melibatkan bupati maupun dinas terkait.

“Kalau sudah seperti ini, Mendagri juga harus bicara. Pemerintah daerah jangan hanya dijadikan penonton. Disdik, Dinkes, Dinsos di daerah harus ikut mengawasi agar program ini tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Tata Kelola Arsip Daerah, Disarpus KBB Gelar Bimtek Arsip Dinamis dan Statis di Lembang

Ia juga mengusulkan agar ke depan, pengelolaan MBG melibatkan komite sekolah, orang tua, hingga kelompok PKK dan posyandu. Dengan begitu, program pemenuhan gizi tidak hanya untuk siswa, tapi juga bisa menyasar balita dan ibu hamil yang rawan stunting.

Duga Ada Mafia dalam Program MBG

Lebih jauh, Dadang menyebut adanya indikasi praktik mafia dalam pengelolaan MBG. Ia mencontohkan kasus pengadaan beras yang sempat dirusak mafia, dan kini pola serupa diduga merambah ke dapur SPPG.

“Ada laporan ke saya, di wilayah ini ada oknum yang berkuasa. Setiap program bantuan pemerintah selalu ada mafia. Jangan sampai SPPG juga jadi lahan cuan. Ini uang triliunan dari APBN, jangan dikorupsi,” katanya.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pangan dan gizi, Dadang berjanji akan membawa temuan ini ke tingkat nasional.

Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) harus mengevaluasi total sistem SPPG, termasuk distribusi, menu makanan, hingga pengawasan di lapangan.

“Kalau di Korea, anak-anak dipaksa makan telur organik setiap hari untuk atasi stunting. Kita jangan sampai anak-anak malah diberi makanan tidak higienis. Program ini bagus, tapi kalau salah urus, generasi emas bisa gagal,” pungkasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Teror Rampok Berkedok Pocong Viral di Bandung Barat, Warga Padalarang Resah
Bupati Jeje Apresiasi Persib Bandung Juara Super League 2026, Bobotoh Diimbau Tetap Tertib
Pawai Juara PERSIB 2026 Disambut Lautan Bobotoh, Tradisi Sejak 1937 Terus Berlanjut
PERSIB Cetak Sejarah! Jadi Klub Pertama Juara Liga Indonesia Tiga Kali Beruntun
Belatung Ikut Ngantor, Sampah Jadi Pegawai Teladan di Ngamprah Bandung Barat
Bojan Hodak Sebut Beckham Putra dan Federico Barba Layak Raih Penghargaan Bergengsi
Selamatkan Warisan Sunda, Bandung Barat Targetkan Verifikasi Naskah Kuno Pertama di 2026
Bupati Bandung Barat Dorong Musorkab KONI 2026 Perkuat Prestasi Atlet Daerah

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 02:16 WIB

Teror Rampok Berkedok Pocong Viral di Bandung Barat, Warga Padalarang Resah

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:50 WIB

Bupati Jeje Apresiasi Persib Bandung Juara Super League 2026, Bobotoh Diimbau Tetap Tertib

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:46 WIB

Pawai Juara PERSIB 2026 Disambut Lautan Bobotoh, Tradisi Sejak 1937 Terus Berlanjut

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:02 WIB

PERSIB Cetak Sejarah! Jadi Klub Pertama Juara Liga Indonesia Tiga Kali Beruntun

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:59 WIB

Belatung Ikut Ngantor, Sampah Jadi Pegawai Teladan di Ngamprah Bandung Barat

Berita Terbaru