Dana lindung nilai world mengejar reli saham Hong Kong, kata UBS Oleh Reuters

- Penulis

Jumat, 3 Mei 2024 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Pada Musim Panas Zhen

HONG KONG (Reuters) – Dana lindung nilai (hedge fund) world yang menggunakan strategi jangka panjang dan pendek ekuitas tumbuh semakin bullish di Tiongkok, dibuktikan dengan peningkatan besar dalam pembelian saham-saham yang terdaftar di bursa Hong Kong, kata UBS Staff dalam sebuah catatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasar saham Hong Kong, yang mencerminkan kinerja buruk Tiongkok, telah pulih sejak Maret seiring Beijing meluncurkan langkah-langkah dukungan ekonomi. Indeks tersebut naik lebih dari 7% pada bulan April, menandai kenaikan bulanan terbaiknya sejak Januari 2023 dan mengungguli sebagian besar pasar utama.

Financial institution Swiss UBS mengatakan dalam sebuah catatan bahwa tren pasar Hong Kong telah berubah pada hari-hari terakhir bulan April, berbeda dengan sejak bulan Februari ketika sebagian besar arus masuk berasal dari short-covering. Ketika saham-saham Hong Kong menguat, dana lindung nilai jangka panjang dan pendek yang elementary terus terakumulasi di perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terdaftar di Hong Kong, menurut catatan UBS yang melacak aliran dana lindung nilai, tertanggal 1 Mei.

Baca Juga:  Meta turun 12% karena panduan pendapatan Q2 yang lebih lemah, peningkatan rencana belanja AI Oleh Making an investment.com

Sebagian besar pembelian difokuskan pada sektor teknologi dan sektor konsumen, kata UBS, tanpa mengungkapkan jumlah alirannya.

Indeks kelas berat Meituan, Tencent dan Haidilao masing-masing melonjak 21%, 15% dan 13%, minggu lalu.

Banyak dana memasuki tahun 2024 dengan kondisi bearish di Tiongkok sementara saham-saham di Jepang dan Amerika Serikat mengalami kelebihan berat badan.

Namun, sentimen terhadap negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini telah membaik setelah adanya langkah-langkah untuk menstabilkan pasar, sedikit meredanya ketegangan AS-Tiongkok, dan penurunan di pasar AS dan Jepang.

Beijing juga menunjukkan tanda-tanda penyelesaian krisis properti melalui pelonggaran kebijakan dan penyelesaian persediaan perumahan.

UBS pekan lalu menaikkan peringkat saham-saham Tiongkok dan Hong Kong menjadi obese, sementara Goldman Sachs mengatakan Tiongkok siap untuk melakukan “penilaian ulang”, mengutip panduan terbaru pemerintah yang bertujuan memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan kualitas perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa.

Iklan pihak ketiga. Bukan tawaran atau rekomendasi dari Making an investment.com. Lihat pengungkapan Di Sini atau
Hilangkan iklan
.

Sementara itu, sejumlah dana jangka panjang world yang besar tampaknya menambah posisi mereka di Tiongkok melalui saham Hong Kong, menurut catatan penjualan BofA Securities yang diterbitkan pada hari Kamis.

Baca Juga:  Tesla kembali meminta persetujuan pemegang saham atas gaji Musk pada tahun 2018 yang dibatalkan oleh hakim Oleh Reuters

Mengingat volatilitas baru-baru ini di pasar seperti Jepang dan AS, “investor mungkin mencari diversifikasi yang murah untuk portofolio mereka di HK atau Tiongkok,” kata nota penjualan tersebut.

Keduanya dan patokan AS turun lebih dari 4% setiap bulan lalu.



[ad_2]

2024-05-03 15:07:18

www.making an investment.com



Berita Terkait

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat
Kolaborasi Pentahelik, Hamaren Corporation Sukses Gelar Annual Meeting 2025 di Bekasi

Berita Terkait

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:37 WIB

muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan

Berita Terbaru

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 Apr 2026 - 20:00 WIB