SEKITARKITA.id – Momen istimewa mewarnai Rapat Paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (19/6/2026).
Tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan daerah, peringatan tersebut juga menghadirkan sosok inspiratif, yakni Venny Wulan Sucilyana, atlet disabilitas berprestasi dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bandung Barat.
Atlet berusia 26 tahun itu dipercaya membacakan naskah sejarah singkat berdirinya Kabupaten Bandung Barat di hadapan jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD, dan tamu undangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepercayaan tersebut menjadi simbol semakin terbukanya ruang bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam forum resmi pemerintahan.
“Untuk menceritakan tentang sejarah singkat Kabupaten Bandung Barat itu tidak mudah pastinya dan alhamdulillah saya dikasih kesempatan untuk membacakan sejarah singkat lahirnya Kabupaten Bandung Barat,” ujar Venny usai kegiatan.
Bagi Venny, kesempatan membacakan sejarah lahirnya KBB bukan sekadar bentuk penghargaan atas prestasi yang telah diraihnya, tetapi juga menjadi pengakuan atas eksistensi atlet disabilitas yang selama ini terus berjuang mengharumkan nama daerah.
Meski demikian, ia berharap perhatian pemerintah terhadap atlet disabilitas tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan diwujudkan melalui dukungan nyata.
“Di momen HUT ke-19 Kabupaten Bandung Barat, saya berharap pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan atlet-atlet yang berprestasi,” katanya.
“Baik atlet-atlet yang disabilitas ataupun yang umum. Tapi yang lebih diperhatikan itu dari atlet disabilitas,” tambahnya.
Venny merupakan atlet cabang olahraga atletik nomor balap kursi roda binaan NPCI KBB. Di balik penampilannya yang penuh semangat, tersimpan sederet prestasi membanggakan yang telah dipersembahkannya untuk Kabupaten Bandung Barat.
Sejumlah prestasi yang berhasil diraih Venny antara lain tiga medali emas pada Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Bekasi 2022, satu medali perunggu pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Solo 2024, serta dua medali emas dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Barat 2025.
“Untuk raihan prestasi itu dari cabor atletik, khususnya balap kursi roda, alhamdulillah saya dapat tiga medali emas di Peparda Bekasi 2022, satu perunggu di Peparnas Solo, dan dua medali emas di Kejurda Jawa Barat,” ungkapnya.
Sebelum menekuni balap kursi roda, Venny sempat aktif di cabang olahraga bulu tangkis. Namun, pada awal 2022, ia memutuskan beralih demi membuka peluang prestasi yang lebih besar.
Perjalanan tersebut tidak mudah. Latihan rutin dan berbagai keterbatasan menjadi tantangan yang harus dihadapinya setiap hari. Namun, tekad untuk mengharumkan nama Kabupaten Bandung Barat membuatnya tetap konsisten berlatih.
Menjelang Peparda VII Jawa Barat yang akan digelar pada November 2026, Venny memasang target tinggi.
“Kalau saya sendiri pasti punya target. Insyaallah kalau rezekinya itu tiga medali emas lagi buat KBB,” ujarnya optimistis.
NPCI KBB Soroti Minimnya Fasilitas dan Aksesibilitas
Momen HUT ke-19 Kabupaten Bandung Barat juga dimanfaatkan pengurus NPCI KBB untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pengembangan olahraga disabilitas.
Wakil Sekretaris NPCI KBB, Acep Kurnia, menilai di usia ke-19, Kabupaten Bandung Barat sudah seharusnya memiliki fasilitas olahraga yang memadai, termasuk stadion atletik yang representatif seperti daerah lain di Jawa Barat.
Selain itu, ia menyoroti masih minimnya fasilitas ramah disabilitas di gedung pemerintahan, perkantoran, maupun ruang publik.
“Lebih dari itu, aksesibilitas ramah disabilitas di gedung pemerintahan, perkantoran hingga fasilitas umum dinilai masih sangat kurang. Padahal, hal ini bukan hanya kebutuhan penyandang disabilitas, tetapi juga lansia dan sudah diatur secara tegas dalam undang-undang,” kata Acep.
Menurutnya, para atlet disabilitas tidak membutuhkan belas kasihan, melainkan kesempatan dan dukungan yang setara dengan atlet non-disabilitas.
Semangat juang para atlet disabilitas, kata Acep, kerap melampaui berbagai keterbatasan fisik yang mereka miliki demi mengharumkan nama daerah.
“Peringatan HUT ke-19 Kabupaten Bandung Barat pun menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kesetaraan, inklusivitas, serta dukungan nyata bagi perkembangan olahraga disabilitas,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








