KBB, SekitarKita.id — Peringatan hari jadi ke-41 Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi momentum penuh makna. Digelar di Aula Kantor Desa pada Selasa (24/6/2025), acara Milangkala kali ini diisi dengan pengajian dan syukuran bersama ulama kondang, KH Ahmad Salimul Apip, Pimpinan Ponpes Addahlaaniyyah HBT.
Namun lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi ajang refleksi perjalanan desa dan pernyataan arah masa depan yang penuh harapan. Kepala Desa Laksanamekar, Kohar, dalam wawancara eksklusif dengan Bangbara Group, memaparkan sejarah desa, pencapaian penting, hingga aspirasi besar untuk pembangunan ke depan.
Transformasi Desa dalam Empat Dekade
“Perjalanan desa ini telah memasuki usia ke-41 tahun. Bila ditarik ke belakang, proses pembentukannya dimulai sekitar tahun 1980–1982, saat masih berstatus sebagai desa persiapan. Lalu pada 1984, barulah dilakukan pemilihan kepala desa pertama,” ujar Kohar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak saat itu, Desa Laksanamekar telah melalui empat kali masa kepemimpinan, termasuk periode Kohar saat ini yang dimulai sejak tahun 2020. Dengan kebijakan perpanjangan masa jabatan menjadi delapan tahun, Kohar bertekad membawa desanya menjadi lebih terstruktur, mandiri, dan berdaya saing.
Dari “Membangun Desa” ke “Desa Membangun”
Kohar menyampaikan bahwa arah pembangunan desa kini tidak lagi sepenuhnya digerakkan dari atas, melainkan berdasarkan kebutuhan dan inisiatif dari warga.
“Kalau dulu semangatnya membangun desa, sekarang kita mengedepankan desa membangun. Artinya, pembangunan digerakkan dari bawah, partisipatif, dan terbuka,” jelasnya.
Program-program strategis seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), ketahanan pangan, serta penyertaan modal ke BUMDes menjadi wujud nyata dari komitmen tersebut dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga.
Masalah Kemacetan dan Asa Proyek Jalan Layang
Isu kemacetan menjadi perhatian serius pemerintah desa. Jalur industri dan kawasan pabrik di sekitar Padalarang dan Cimareme menyebabkan kemacetan parah setiap pagi dan sore.
“Kemacetan makin menjadi, terutama saat jam kerja. Truk-truk besar mendominasi jalan, dan infrastruktur yang ada sudah tak lagi memadai,” kata Kohar.
Namun angin segar datang saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam peringatan HUT ke-18 KBB menyatakan kesiapan membangun jalan layang di kawasan Cimareme sebagai solusi konkret.
“Ucapan Pak Gubernur sangat kami sambut dengan antusias. Jalan layang itu harapan besar untuk masyarakat, karena kemacetan ini sudah bertahun-tahun menyiksa warga,” tutur Kohar penuh optimisme.
Kades Ajak Warga Terus Bersinergi Bangun Desa
Kohar menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen desa—mulai dari perangkat, lembaga masyarakat, hingga tokoh pemuda—untuk tetap bersinergi dalam setiap proses pembangunan.
“Keberhasilan desa ini bukan karena kepala desanya, tetapi karena semangat kolektif masyarakatnya. Semua harus terlibat, semua harus merasa memiliki,” pungkasnya.***







