Diduga dendam, pria tua tewas dibunuh sepupunya dengan golok di Babelan Bekasi

- Penulis

Sabtu, 25 November 2023 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polsek Babelan dan tim Inafis Polres Metro Bekasi melakukan olah TKP dan memasang garis polisi (foto: Darto)

i

Polsek Babelan dan tim Inafis Polres Metro Bekasi melakukan olah TKP dan memasang garis polisi (foto: Darto)

Kabupaten Bekasi | SekitarKita.id,- Seorang pria tua bernama Sumantri (70) ditemukan dalam keadaan tewas mengenaskan bersimbah darah di Kampung Blendung, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (25/11/2023) pagi.

Diketahui, korban diduga dibunuh oleh sepupunya sendiri saat hendak pulang kerumah usai bermain dikediaman kerabatnya, korban dibunuh dibagian leher menggunakan sebilah golok.

Seorang saksi mata Nemin mengungkapkan, antara korban dan pelaku merupakan satu keluarga, Sumantri yang merupakan paman pelaku tiba-tiba diserang menggunakan sebilah golok oleh sepupunya dibagian leher.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awalnya saya lagi duduk di bale sayuran, tiba-tiba warga teriak, bapak Sumantri jatuh, pas saya kelokasi liat luka di leher banyak darahnya,” kata Nemin kepada wartawan Sabtu siang.

Nemin saksi mata (foto: Darto)
Nemin saksi mata (foto: Darto)

Ia menyebut, melihat luka korban cukup parah, ia langsung memanggil warga lain untuk ikut membantu menggotong ke pinggir namun nahas nyawa korban tak bisa diselamatkan.

“Saya panggil warga lain untuk gotong, karena saya tetangganya enggak tega, pas saya gotong lehernya udah ngangkat gitu hampir kepotong,” ujarnya.

Baca Juga:  Kirab Penutupan Pilkada, KPU Kabupaten Bekasi Ajak Masyarakat ke TPS

Ia tak mengetahui secara pasti korban dibunuh dengan menggunakan senjata tajam, pasalnya, ia dan warga lain menemukan korban sudah tergeletak. Dilokasi terduga pelaku sudah melarikan diri.

“Padahal korban itu abis ngobrol bareng sama kita di warung, pas pulang tiba-tiba denger kabar korban sudah meninggal,” jelas Nemin.

Polisi memasang garis polisi/ police line (foto: Darto)
Polisi memasang garis polisi/ police line (foto: Darto)

Sementara itu, Ibu Masih merupakan Adik korban menjelaskan, pihaknya tak menyangka, sang kakak meninggal dunia ditangan keponakannya dengan cara sadis. Ia berharap pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai UUD yang berlaku.

“Pelaku dan korban itu sodara, orang tua sendiri padahal, saya berharap pelaku di hukum dengan seadil-adilnya kalau sampai dia dikeluarin dari penjara bisa bisa bunuh keluarga kami lagi,” kata ibu Masih dengan nada kesal.

Ia menjelaskan, diduga pelaku tega membunuh korban lantaran dendam pribadi sejak lama dan baru diungkit saat ini, sebelumnya, kata dia ada selisih paham (cek-cok) antara korban dan pelaku.

“Kayaknya dendam lama, wajar kalau masih kecil sering diomelin mungkin dia dendam sampai kaya begini tega banget, sebelumnya cekcok biasa,” jelasnya.

Baca Juga:  Belum Dikenali, 10 Jenazah Korban Longsor Dimakamkan dengan Metode Postmortem di TPU Pasirlangu
Jasad Sumantri tergeletak di depan rumah (foto: Darto)
Jasad Sumantri tergeletak di depan rumah (foto: Darto)

Dikatakan ibu Masih kembali, korban dibunuh dengan menggunakan golok dibagian leher, saat ini pelaku berhasil melarikan diri masih dalam pengejaran polisi.

“Katanya di bunuh pake bendo (golok) semoga pelaku ketangkap dan di hukum seberat beratnya,” tandasnya.

Aksi pembunuhan sadis itu diduga kuat dipicu karena dendam pribadi antara korban dan pelaku, polisi yang datang ke lokasi kemudian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi atas kasus tersebut termasuk mengamankan barang bukti berupa senjata tajam.

Guna kepentingan penyidikan, jasad korban kemudian dibawa kerumah sakit Polri Kramat Djati Jakarta, sedangkan kasus ini sedang ditangani Kepolisian Polsek Babelan dan Polres Metro Bekasi.***(Darto).

 



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan
Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya
Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya
SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng
Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026
Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 
Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah
Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:51 WIB

KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 19:25 WIB

Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya

Senin, 14 September 2026 - 18:58 WIB

Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya

Senin, 14 September 2026 - 17:12 WIB

SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng

Senin, 14 September 2026 - 16:45 WIB

Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026

Berita Terbaru