Edan !! Ini reaksi warga dengan maraknya penjualan Tramadol di Tambun Selatan Bekasi

- Penulis

Selasa, 5 Desember 2023 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi | SekitarKita.id,-Reaksi warga dengan maranya peredaran obat terlarang jenis G Tramadol dan Heximer di jalan Yapink Putra, Tambun selatan, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Sebagian banyak warga sekitar tentu geram dengan peredaran barang haram tersebut, kendati petugas kepolisian sering melakukan operasi peredaran Narkotika diwilayah hukum Polres Metro Bekasi.

Banyak dari masyarakat yang mengatakan, bahwa oknum penjual obat Tramadol menggunakan jasa oknum preman untuk melancarkan aksinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Edan memang, banyak banget diwilayah Kabupaten Bekasi dan umumnya Kecamatan Tambun Selatan oknum yang menjual obat terlarang, kebanyakan menggunakan oknum bekingan (preman),” keluh Roni warga sekitar kepada tim pewarta sekitarkita.id, Senin (04/12).

Pihaknya berharap jajaran aparat penegak hukum (APH) secepatnya mengambil tindakan sebelum adanya jatuh korban. Terlebih sasaran empuknya kalangan pelajar.

“Kami geram, ada lagi ajah diduga menjual bebaskan obat terlarang, pertama petugas keamanan lebih di perketat lagi, supaya tidak ada korban dikemudian hari,” kata warga lain Irfan ditemui disekitar toko.

Baca Juga:  Terkuak, Polisi ungkap alasan pencuri tega seret wanita hingga 150 meter di Bekasi

Ia menjelaskan, pihaknya berharap kepada APH untuk segera melakukan tindakan sidak ke sejumlah toko obat Khususnya Diwilayah Cibuntu.

“Harapan kami sebagai warga sekitar untuk dilakukan sidak toko obat se Kecamatan Tambun Selatan, agar memberikan rasa aman terhadap masyarakat, kami percaya kepada pihak kepolisian ketika keluhan masyarakat pasti langsung di tindak lanjuti,” jelas Irfan.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam hal ini Dinas Kesehatan dan jajaran kepolisian setempat harus segera bertindak tegas untuk berantas penjual obat tersebut tanpa resep dokter.

“Karena obat tersebut, jika dikonsumsi, akan mengakibatkan gangguan saraf otak manusia, terutama bagi kalangaan generasi muda,” tutupnya.

Menjamurnya penjualan obat terlarang dikalangan masyarakat membuat para oknum bebas menjajakan barang haramnya secara bebas.

Seperti pantauan dilokasi pada Senin 04 Desember 2023, yang masih menjual belikan secara ilegal obat terlarang tersebut perlu adanya pengawasan serius dari Aparat Penegak Hukum.

Sebagai informasi, peredaran obat-obatan golongan (G) tanpa ijin edar dan ijin resep dokter, dan telah diatur dalam UU Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) UU nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.***(Acil)

Baca Juga:  Viral, Sekdes intimidasi warga ancam cabut PKH jika tak pilih partai penguasa di Boyolali 



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru