SEKITARKITA.id- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami kendala signifikan terkait fasilitas mereka.
Mengingat tidak memiliki gedung pribadi, DPRD terpaksa menyewa tempat untuk setiap kegiatan besar seperti Rapat Paripurna dengan biaya selangit.
Sekretaris Dewan (Sekwan), Roni Rudiana, mengungkapkan bahwa biaya sewa tempat untuk acara seperti pelantikan anggota DPRD yang diadakan di Hotel Novena pada Senin (26/8/2024) cukup fantastis, mencapai hampir 300 juta rupiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami harus mengeluarkan biaya yang cukup besar setiap kali mengadakan acara, karena gedung kami sendiri belum bisa digunakan,” kata Roni saat ditemui usai pelantikan 50 anggota DPRD KBB di Hotel Novena, Senin.
Menurut Roni, DPRD Bandung Barat sebenarnya sudah memiliki gedung sendiri yang dibangun pada tahun 2019, namun fasilitas dasar seperti udara, parkir, dan keamanan masih belum tersedia.
“Meski gedung sudah berdiri, prasarana dasar seperti udara dan sarana parkir belum ada. Ini membuat gedung belum bisa dimanfaatkan secara fungsional,” jelasnya.
Roni menambahkan bahwa meskipun ada rencana untuk memindahkan aktivitas ke gedung baru, proses tersebut tergantung pada penyelesaian fasilitas dan anggaran yang tersedia.
“Secara hukum positif, kami belum menganggarkan bangunan baru kecuali untuk penambahan pengaman. DPRD dan Sekretariat akan pindah jika gedung sudah layak digunakan,” ujar Roni.
Bangunan yang telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 146 miliar pada tahun 2019 ini masih terlihat tak berpenghuni.
Sementara itu, Kepala Bidang Penataan Bangunan Prasarana Permukiman dan Kontruksi Dinas PUPR Bandung Barat, Rahmat Ardiansyah, menjelaskan bahwa kekurangan sarana prasarana tambahan menjadi alasan utama.
“Meskipun gedung sudah dapat digunakan secara fisik, masih ada kekurangan seperti parkir dan fasilitas tambahan yang belum terpenuhi karena keterbatasan keuangan,” katanya.
Selain itu, Rahmat menambahkan bahwa interior ruangan untuk anggota dewan juga belum sepenuhnya selesai.
“Interior ruangan seperti ruang komisi dan ruang anggota dewan masih belum dianggarkan. Saat ini hanya ruang paripurna yang sudah selesai,” ungkapnya.
Dengan segala kendala ini, DPRD Bandung Barat harus terus mengeluarkan biaya besar untuk menyewa tempat acara hingga gedung yang siap digunakan.
Pasca dilantik, Ketua DPRD KBB sementara, Muhammad Mahdi, mengungkapkan harapannya agar gedung DPRD yang sudah lama dibangun dapat segera digunakan.
“Gedung DPRD yang telah lama dibangun harus segera direalisasikan dan dapat digunakan oleh DPRD yang baru. Kita harus memastikan bahwa semua kekurangan, seperti masalah udara yang sudah lama disampaikani, dapat segera diperbaiki,” kata Mahdi usai Rapat Paripurna Pengambilan Sumpah/Janji anggota DPRD masa jabatan 2024-2029.
Mahdi juga menjelaskan bahwa ada target untuk menyelesaikan gedung, namun hal tersebut harus melalui musyawarah agar hasilnya memuaskan.
“Target penyelesaian pasti ada, tapi harus dimusyawarahkan agar tidak mengecewakan. Kita harus memenuhi semua kekurangan di gedung baru sebelum pindah dari gedung lama,” tambahnya.
Terkait anggaran dan transfer, Mahdi mengatakan bahwa saat ini masih dalam tahap perencanaan.
“Kita belum tahu pasti mengenai anggaran dan tahapan pengiriman. Yang jelas, kita harus memastikan semua fasilitas di gedung baru sudah lengkap sebelum dipindahkan,” jelasnya.
Diketahui, sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpilih hasil Pemilu Legislatif (Pileg) resmi dilantik pada Senin, 26 Agustus 2024.
Acara pelantikan berlangsung di Hotel Novena, Lembang, karena gedung DPRD KBB saat ini belum siap digunakan.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan







