[ad_1]
Ambarrukmo Neighborhood merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Hospitality & Retail berbasis tradisi, telah mengeluarkan program The Gateway of Java. Program ini merupakan terobosan baru untuk menjalankan misi High quality Tourism untuk Yogyakarta dalam beberapa tahun ke depan. Ambarrukmo melalui The Gateway of Java ingin menjadikan Yogyakarta sebagai destinasi wisata berkelanjutan bagi wisatawan lokal mencapai mancanegara.
Yogyakarta adalah sebuah kota yang selalu membekas di benak semua orang. Seiring berjalannya waktu, Yogyakarta kini menjelma sebagai wilayah yang menyuguhkan ragam tradisi maupun sejarahnya yang unik, tanpa menghilangkan keindahan lanskap alamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam Gateway of Java, Ambarrukmo ingin mengumumkan sebuah sisi autentik lain dari Yogyakarta yang belum dikenal dengan jumlah besar orang. Gateway of Java adalah program yang dirancang untuk menyelami pariwisata berbasis tradisi Jawa secara inklusif melalui pendekatan fashionable.
Hadirnya Gateway of Java diharapkan mampu membawa misi perubahan menuju Yogyakarta menjadi destinasi wisata berkelanjutan. Sampai nantinya akan memberikan efek domino positif pada para pelaku pentahelix di pariwisata di kota sisi selatan pulau Jawa ini.
Sebuah Oase Baru untuk Pariwisata Yogyakarta
Menyoal tentang asal-muasal tradisi yang terbangun di Yogyakarta sementara waktu, ada cerita panjang yang hadir di baliknya. Antar-jemput berawal dengan 'Jelajah Abad Samudera' yang akan mengajak Anda menjelajahi keindahan tujuh pantai di Desa Kanigoro, Gunungkidul.
Desa Kanigoro menjadi salah satu bagian dalam program Ambarrukmo Agridaya untuk mengulik potensi tradisi serta wisata, kemudian memberdayakannya untuk menjadi magnet pariwisata baru.
Lebih dari sekedar keindahan lanskap alamnya, Jelajah Abad Samudera juga akan mengajak Anda untuk menelusuri kembali jejak sejarah Prabu Brawijaya V. Sosok yang dikenal dengan nama Prabu Kertabumi tersebut menjadi nadi utama dari terciptanya rangkaian adat istiadat serta tempat-tempat bersejarah yang ada di Desa Kanigoro, Gunungkidul.
Di abad ke-14, Prabu Brawijaya V melakukan sebuah bolak-balik non secular ke kawasan Gunungkidul. Beberapa wilayah di kabupaten ini bahkan dipercaya sebagai tempat petilasan sakral dari Prabu Brawijava V, dengan begitu sangat dijaga kesuciannya oleh masyarakat mencapai sementara waktu.
Jelajah Abad Samudera di Gunungkidul, Yogyakarta
Langkah awal dari Jelajah Abad Samudera dalam Gateway of Java berawal dengan mengunjungi tujuh pantai di garis Samudera Hindia seperti Pantai Widodaren, Ngrawah, Bopeso, Torohudan, Ngrenehan, Ngobaran, dan Nguyahan.
Ketujuh pantai tersebut merupakan sebuah kepingan kecil bahwa Yogyakarta mempunyai potensi besar untuk diperkenalkan pada dunia. Selain menjadi destinasi wisata yang menarik, hamparan laut selatan Yogyakarta tersebut juga menjadi sumber mata pencaharian sebagian besar warganya.
Melaut menjadi sebuah budaya turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat Kanigoro dan juga sebagian besar masyarakat Gunungkidul lainnya. Ada sebuah keyakinan besar bahwa melaut adalah cara mereka untuk menjaga “Pintu Gerbang Selatan” untuk selalu memberikan berkat sekaligus perlindungan.
Ekspedisi Selama Jelajah Abad Samudera, Anda akan mengalami langsung bagaimana keberagaman, keselarasan, dan keharmonisan masyarakat dengan alam menemukan titik seimbangnya.
Harmoni “Gerbang Jawa” di Royal Ambarrukmo Yogyakarta
Gateway of Java juga menjadi sebuah pintu yang membuka seluk beluk Kebudayaan Jawa beserta nilai-nilai keasliannya di Yogyakarta. Sejalan dengan hal tersebut, Royal Ambarrukmo Yogyakarta pun menghadirkan sebuah pengalaman baru bagi Anda agar dapat menjelajahi permata tersembunyi di kota ini.
Berbicara tentang Royal Ambarrukmo, lodge berbintang lima ini menjadi salah satu bagian dari sejarah masa lampau yang penuh kejayaan di Yogyakarta. Bangun megah di dalam kawasan Kedhaton Ambarrukmo, dulunya arena lodge digunakan sebagai tempat tinggal keluarga Keraton Yogyakarta di abad ke-18 pada era pemerintahan Sultan Hamengkubuwono VII.
Royal Ambarrukmo adalah lodge yang akan memberikan pengalaman unik bagi setiap tamu untuk menyelami keindahan sejarah dan budaya Jawa secara inklusif. Royal Moment adalah program eksklusif yang dimiliki Royal Ambarrukmo, dimana para tamu bisa mengalami langsung beberapa budaya turun temurun dari Keraton Yogyakarta.
Royal Moment sendiri dibagi beberapa menjadi schedule mulai dari Patehan, Ladosan Dhahar, Jemparingan, dan Tari Klasik Tradisional. Seluruh aktivitas di Royal Moment menjadi cara Ambarrukmo untuk merawat tradisi sekaligus mengumumkan tradisi-tradisi tradisi melalui pengalaman yang eksklusif dan juga membekas di hati.
Setelah ikut serta dalam Jelajah Abad Samudera, Anda dapat menikmati waktu istirahat dengan menginap di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, sebuah lodge bintang lima terbaik di kota ini yang menjadi warisan tradisi era Kemerdekaan Indonesia.
Melalui Gerbang Jawa, Ambarrukmo ingin memberikan sebuah pengalaman pariwisata yang tak hanya memanjakan mata, tetapi dapat meninggalkan kesan yang tak terlupakan.
Informasi lebih lengkap silakan kunjungi Site resmi https://gatewayofjava.ambarrukmo.com/ dan akun Instagram https://www.instagram.com/gatewayofjava/
[ad_2]
Sumber: vritimes








