Hari Ketiga di Posko Longsor Cisarua, Dewi: Bahagia Dibantu, Sedih Kehilangan Sawah dan 2 Ekor Sapi

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga di posko pengungsian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Foto: Abdul Kholilulloh)

i

Warga di posko pengungsian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Memasuki hari ketiga di posko pengungsian bencana longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dewi Rohayaningsing (46), warga Babakan Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, masih berjuang memulihkan diri dari trauma akibat bencana yang merenggut harta bendanya.

Dewi mengaku kondisi di posko pengungsian sejauh ini cukup memadai, terutama dari segi ketersediaan makanan dan bantuan logistik.

“Alhamdulillah dari segi makanan di posko tercukupi. Melihat keadaan seperti ini rasanya bahagia tapi juga sedih. Bahagia karena banyak pejabat dan pihak yang peduli, tapi sedih karena sawah dan dua ekor sapi saya hilang tertimbun longsor,” ujar Dewi saat ditemui di posko pengungsian, Senin (26/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu para korban, termasuk kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Bupati Bandung Barat jajaran TNI/Polri yang menyempatkan diri datang langsung ke lokasi.

Warga di posko pengungsian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Foto: Abdul Kholilulloh)
Warga di posko pengungsian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Foto: Abdul Kholilulloh)

“Terima kasih kepada semua pihak, terutama Pak Wakil Presiden Gibran yang sudah datang ke sini melihat langsung kondisi kami,” ucapnya.

Baca Juga:  Diduga Kelelahan Usai Belanja Jelang Idul Fitri, Seorang Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Padalarang

Kronologi Longsor Cisarua

Dewi menceritakan, peristiwa longsor terjadi saat dirinya tengah melaksanakan salat tahajud sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, hujan deras sudah berlangsung cukup lama disertai angin kencang.

“Saya dengar suara seperti pesawat di atas. Saya pikir cuma suara angin, tapi lama-lama makin jelas, sampai akhirnya terdengar seperti bumi runtuh. Ternyata longsor dari atas gunung, kejadiannya sekitar jam 03.00 WIB,” tuturnya.

Mendengar teriakan warga, Dewi langsung berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri bersama warga lainnya.

Situasi terkini tim SAR Gabungan dari BASARNAS, BNPB, TNI, POLRI dan relawan melalukan evakuasi jenazah di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Situasi terkini tim SAR Gabungan dari BASARNAS, BNPB, TNI, POLRI dan relawan melalukan evakuasi jenazah di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

“Rumah saya posisinya di bawah, jadi masih sempat lari. Rumah saya masih utuh, tapi karena takut longsor susulan, saya mengungsi. Alhamdulillah suami dan anak saya selamat,” katanya.

Dalam kondisi panik dan hujan deras, Dewi mengaku tidak sempat membawa barang apa pun.

“Saya lari enggak bawa apa-apa karena panik,” ungkapnya.

Namun, duka mendalam dirasakan Dewi karena ayah dan ibu tirinya meninggal dunia akibat rumah mereka tertimbun longsor.

situasi terkini di pengungsian aula kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
situasi terkini di pengungsian aula kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

“Rumah ayah dan mamah sambung saya tertimbun. Alhamdulillah jasadnya sudah ditemukan dan dimakamkan. Terima kasih untuk tim SAR yang bertugas,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga:  Bupati Bandung Barat Dorong Musorkab KONI 2026 Perkuat Prestasi Atlet Daerah

Firasat Sebelum Kejadian

Dewi mengaku sudah merasakan firasat tidak enak sebelum kejadian. Selama dua hari berturut-turut, hujan turun dengan durasi panjang meski intensitasnya tidak terlalu tinggi.

“Saya merasa waswas, enggak enak tidur. Hujan dan angin terus dua hari. Saya ke kebun juga kehujanan buat ngarit dua ekor sapi,” ujarnya.

Akibat musibah ini, Dewi kehilangan sawah dan dua ekor sapi yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya.

“Saya tinggal di sini sudah 30 tahun, baru kali ini kena musibah seperti ini,” katanya.

Wapres Gibran Tinjau Lokasi Longsor

Sebelumnya, kehadiran Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di lokasi bencana longsor Cisarua dinilai mampu sedikit mengobati luka para korban di pengungsian.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kunjungi pengungsi korban longsor di Kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kunjungi pengungsi korban longsor di Kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Gibran meninjau langsung lokasi pencarian korban longsor di Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (25/1/2026).

Kehadiran Wapres bertujuan memastikan proses evakuasi korban longsor Bandung Barat berjalan optimal, sekaligus mengevaluasi penanganan bencana oleh pemerintah daerah bersama tim gabungan.

Usai meninjau titik longsor, Gibran melanjutkan kunjungan ke posko darurat Desa Pasirlangu dan berdialog langsung dengan ratusan warga terdampak.

Baca Juga:  Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Di hadapan para korban, Gibran meminta Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail agar memberikan prioritas penuh terhadap penanganan korban longsor.

“Seluruh korban harus mendapat perhatian maksimal. Bantuan harus tepat sasaran dan diprioritaskan bagi kelompok rentan,” tegas Gibran.

Ia juga menekankan pentingnya distribusi logistik, makanan, serta perlengkapan darurat, terutama bagi penyandang disabilitas, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak.

Selain itu, Gibran menyinggung dugaan alih fungsi lahan yang diduga menjadi salah satu penyebab longsor di kawasan Cisarua.

“Ini harus dilakukan investigasi dan penindakan karena longsor diakibatkan alih fungsi lahan,” ujar Gibran.

Wapres juga meminta agar pemerintah daerah segera menyiapkan lahan relokasi bagi warga terdampak, dengan lokasi yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal semula.

“Relokasi harus segera dilakukan dan sebisa mungkin tidak jauh dari tempat warga tinggal agar kehidupan sosial dan ekonomi mereka tetap terjaga,” pungkasnya.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Tragis! ASN Asal Bandung Barat Hilang Saat Mencari Burung di Hutan Subang, Ditemukan Tak Bernyawa
Dede Yusuf Tegaskan Keberhasilan Program MBG dan Kopdes Bergantung pada Tata Kelola
Warga Bandung Barat Korban Terkaman Buaya di Banyuasin Tiba di Cililin, Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah
Praktik Calo Masih Hambat PTSL di KBB, Dede Yusuf: Jangan Bebani Warga dengan Biaya Tambahan
Jenazah Warga Bandung Barat yang Diseret Buaya di Sumsel Ditemukan, Dimakamkan di Cililin
Lindungi Aset Keluarga, Kepala BPN KBB: Sertipikat PTSL adalah Investasi, Jangan Mudah Dilepas
Lawatan ke Padalarang, Dede Yusuf Minta Pemda Evaluasi Rekrutmen PPPK, Jangan Bebani Keuangan Daerah
DPC Partai Demokrat KBB Gelar Gerakan Indonesia Asri, Langit Biru Sambut HUT ke-25

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 22:11 WIB

Tragis! ASN Asal Bandung Barat Hilang Saat Mencari Burung di Hutan Subang, Ditemukan Tak Bernyawa

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:12 WIB

Dede Yusuf Tegaskan Keberhasilan Program MBG dan Kopdes Bergantung pada Tata Kelola

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:08 WIB

Warga Bandung Barat Korban Terkaman Buaya di Banyuasin Tiba di Cililin, Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:46 WIB

Praktik Calo Masih Hambat PTSL di KBB, Dede Yusuf: Jangan Bebani Warga dengan Biaya Tambahan

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:38 WIB

Jenazah Warga Bandung Barat yang Diseret Buaya di Sumsel Ditemukan, Dimakamkan di Cililin

Berita Terbaru