SEKITARKITA.id – Memasuki hari ketiga di posko pengungsian bencana longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dewi Rohayaningsing (46), warga Babakan Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, masih berjuang memulihkan diri dari trauma akibat bencana yang merenggut harta bendanya.
Dewi mengaku kondisi di posko pengungsian sejauh ini cukup memadai, terutama dari segi ketersediaan makanan dan bantuan logistik.
“Alhamdulillah dari segi makanan di posko tercukupi. Melihat keadaan seperti ini rasanya bahagia tapi juga sedih. Bahagia karena banyak pejabat dan pihak yang peduli, tapi sedih karena sawah dan dua ekor sapi saya hilang tertimbun longsor,” ujar Dewi saat ditemui di posko pengungsian, Senin (26/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu para korban, termasuk kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Bupati Bandung Barat jajaran TNI/Polri yang menyempatkan diri datang langsung ke lokasi.
“Terima kasih kepada semua pihak, terutama Pak Wakil Presiden Gibran yang sudah datang ke sini melihat langsung kondisi kami,” ucapnya.
Kronologi Longsor Cisarua
Dewi menceritakan, peristiwa longsor terjadi saat dirinya tengah melaksanakan salat tahajud sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, hujan deras sudah berlangsung cukup lama disertai angin kencang.
“Saya dengar suara seperti pesawat di atas. Saya pikir cuma suara angin, tapi lama-lama makin jelas, sampai akhirnya terdengar seperti bumi runtuh. Ternyata longsor dari atas gunung, kejadiannya sekitar jam 03.00 WIB,” tuturnya.
Mendengar teriakan warga, Dewi langsung berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri bersama warga lainnya.
“Rumah saya posisinya di bawah, jadi masih sempat lari. Rumah saya masih utuh, tapi karena takut longsor susulan, saya mengungsi. Alhamdulillah suami dan anak saya selamat,” katanya.
Dalam kondisi panik dan hujan deras, Dewi mengaku tidak sempat membawa barang apa pun.
“Saya lari enggak bawa apa-apa karena panik,” ungkapnya.
Namun, duka mendalam dirasakan Dewi karena ayah dan ibu tirinya meninggal dunia akibat rumah mereka tertimbun longsor.
“Rumah ayah dan mamah sambung saya tertimbun. Alhamdulillah jasadnya sudah ditemukan dan dimakamkan. Terima kasih untuk tim SAR yang bertugas,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Firasat Sebelum Kejadian
Dewi mengaku sudah merasakan firasat tidak enak sebelum kejadian. Selama dua hari berturut-turut, hujan turun dengan durasi panjang meski intensitasnya tidak terlalu tinggi.
“Saya merasa waswas, enggak enak tidur. Hujan dan angin terus dua hari. Saya ke kebun juga kehujanan buat ngarit dua ekor sapi,” ujarnya.
Akibat musibah ini, Dewi kehilangan sawah dan dua ekor sapi yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya.
“Saya tinggal di sini sudah 30 tahun, baru kali ini kena musibah seperti ini,” katanya.
Wapres Gibran Tinjau Lokasi Longsor
Sebelumnya, kehadiran Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di lokasi bencana longsor Cisarua dinilai mampu sedikit mengobati luka para korban di pengungsian.
Gibran meninjau langsung lokasi pencarian korban longsor di Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (25/1/2026).
Kehadiran Wapres bertujuan memastikan proses evakuasi korban longsor Bandung Barat berjalan optimal, sekaligus mengevaluasi penanganan bencana oleh pemerintah daerah bersama tim gabungan.
Usai meninjau titik longsor, Gibran melanjutkan kunjungan ke posko darurat Desa Pasirlangu dan berdialog langsung dengan ratusan warga terdampak.
Di hadapan para korban, Gibran meminta Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail agar memberikan prioritas penuh terhadap penanganan korban longsor.
“Seluruh korban harus mendapat perhatian maksimal. Bantuan harus tepat sasaran dan diprioritaskan bagi kelompok rentan,” tegas Gibran.
Ia juga menekankan pentingnya distribusi logistik, makanan, serta perlengkapan darurat, terutama bagi penyandang disabilitas, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak.
Selain itu, Gibran menyinggung dugaan alih fungsi lahan yang diduga menjadi salah satu penyebab longsor di kawasan Cisarua.
“Ini harus dilakukan investigasi dan penindakan karena longsor diakibatkan alih fungsi lahan,” ujar Gibran.
Wapres juga meminta agar pemerintah daerah segera menyiapkan lahan relokasi bagi warga terdampak, dengan lokasi yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal semula.
“Relokasi harus segera dilakukan dan sebisa mungkin tidak jauh dari tempat warga tinggal agar kehidupan sosial dan ekonomi mereka tetap terjaga,” pungkasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








