Helaran Tradisi Hari Jadi Cianjur Pawai Kuda Kosong Masih Jadi Primadona, Ini Sejarah dan Perjalanannya

- Penulis

Selasa, 20 Agustus 2024 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Helaran Tradisi Hari Jadi Cianjur Pawai Kuda Kosong Masih Jadi Primadona, Ini Sejarah dan Perjalanannya

[ad_1]

Tradisi, SekitarKita.id – Penampilan peserta pawai Kuda Kosong, masih jadi primadona yang dinanti-nanti warga masyarakat Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dalam Helaran Tradisi peringatan hari jadi Cianjur (HJC) ke 347 dan peringatan HUT RI ke 79, Minggu 18 Agustus 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga masyarakat Cianjur yang berdatangan dari berbagai penjuru desa dan kecamatan, sejak pagi hari sudah berdesak-desakan di pinggiran jalan yang akan dilalui iring-iringan Kuda Kosong peserta Helaran Tradisi HJC ke 347.

Mereka menonton Helaran Tradisi ini, kebanyakan diantaranya ingin menyaksikan Kuda Kosong yang setiap Helaran Tradisi atau Pawai 17 Agustusan -sebagian warga menyebutnya- selalu mewarnai rutinitas Helaran Tradisi tersebut.

“Kami sekeluarga datang ke kota diantaranya ingin lihat Pawai Kuda Kosong,” ujar Ratna, salah seorang warga masyarakat Kecamatan Sukaluyu kepada SekitarKita.id

Apa itu Kuda Kosong? Kuda Kosong adalah seekor kuda yang tanpa penunggang ikut pawai. Ia terengah-engah kecapean seolah-olah membawa beban yang amat berat.

Baca Juga:  Jagoweb, TechnoGIS, dan Kantor Kami di ICEF 2024 JIEXPO

Kondisi itu ditafsirkan dan dipercayai oleh sebagian warga masyarakat, sebab kecapaian ditunggangi Eyang Suryakancana bangsa jin putra Bupati Cianjur pertama Eyang Pancaniti hasil pernikahannya dengan bangsa jin yang bersemayam di Gunung Gede.

Penampilan Kuda Kosong dalam arak-arakan 17 Agustusan ini, beberapa waktu lalu semasa Bupati Cianjur Ir Wasidi Swastomo sempat ditiadakan, sebab khawatir menjadi musyrik bagi warga masyarakat awam yang mempercayai Kuda Kosong ditunggangi Eyang Surya Kencana.

Tetapi kemudian dengan pertimbangan adat seni tradisi, semasa mulai Bupati Cianjur Drs. H Tjetjep Muchtar Soleh  Kuda Kosong kembali ditampilkan pada acara 17 Agustusan, mencapai sekarang sekaligus rutinitas Helaran Tradisi peringatan HJC Ke 347 tersebut.

Helaran diikuti oleh utusan dari 34 kecamatan dengan menampilkan berbagai atraksi seni tradisi dan berbagai hasil pembangunan.***

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru