Bandung Barat | SekitarKita.id,-Senyum haru terlihat nampak dari Susi (38) seorang pengungsi korban terdampak longsor dan banjir bandang usai bertemu Athalia Praratya di aula Gor Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Senin (25/03/2024).
Sore itu, gemuruh suara emak-emak dan anak-anak di gedung pengungsian menyambut hangat kedatangan Athalia istri Ridwan Kamil (mantan Gubernur Jawa Barat), didampingi istri Hengki Kurniawan, Sonya Fatmala bersama tim Jabar Bergerak.
Dijuluki bunda cinta, Athalia dan Sonya kompak mengenakan rompi Jabar Bergerak, mereka hadir penuh kasih, berkeliling menyapa warga terdampak dipengungsian sembari membagikan bingkisan snak coklat kepada anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Susi, merupakan satu dari sekian banyak warga Kampung Gintung, RT 03/07, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terdampak bencana longsor.
Ia merasakan senang, ditengah keterpurukan warga di Desa Cibenda, pemerintah maupun non pemerintah hingga relawan turut hadir untuk membantu meringankan beban korban terdampak.
Kendati itu, warga bersedih karena bencana longsor telah merenggut rumah tinggal serta kehilangan sanak saudara. Ada getir dan trauma yang masih membekas.
“Terimakasih ibu Athalia dan ibu Sonya sudah mau mampir nengok kami, seneng bisa ketemu,” ujar Susi dengan haru, Senin.
Ia mengaku, sudah tak lagi betah tinggal dipengungsian, apa boleh buat, rumah yang dihuni bersama keluarganya itu hancur lululantak disapu derasnya banjir bandang dan longsor.
“Rumah saya hancur sebagian, sudah tidak ada lagi barang-barang yang bisa diselamatkan, sebenarnya udah enggak betah disini (pengungsian) mau tinggal dimana lagi kalau enggak disini,” ujarnya.
“Kami juga trauma kalau denger air hujan, takut,” sambungnya.
Ia meminta, pemerintah segera bertindak dengan lakukan perbaikan rumah, Susi pasrah jika harus direlokasi ke tempat yang lebih aman dari bencana.
Pihaknya juga berharap pemerintah bisa memberi kepastian hunian di masa mendatang serta menemukan korban yang masih hilang.
“Semoga segera ada jalan terbaik, agar bisa tinggal dirumah yang nyaman, yang terpenting saat ini mencari korban yang masih hilang, terimkasih pemerintah Kabupaten Bandung Barat TNI Polri dan relawan yang udah membantu kami,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Jabar Bergerak, Athalia Praratya mengatakan, memastikan ratusan korban longsor di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapat pemulihan trauma atau trauma healing.
“Kami (Jabar Bergerak ) akan bekerjasama Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk memberi layanan kesehatan mental,” kata Athalia usai meninjau korban longsor di Posko Pengungsian Desa Cibenda, Senin 25 Maret 2024.
Ia merinci, dari hasil assessment petugas BPBD KBB, dan tim SAR gabungan, bencana longsor dan banjir bandang tidak hanya merusak rumah dan harta benda warga. Tapi juga mengguncang sisi mental.
“Mereka kehilangan sanak saudara. Selain masyarakat, sasaran utama trauma hiling adalah anak-anak.
“Kita akan turunkan teman-teman Himsi terutama teman-teman di bidang mental health datang dan memberikan bantuan karena terutama anak-anak ini mereka dalam keadaan kebingungan,” ujarnya.
Selain bantuan pemulihan mental, lanjut dia, pihaknya ikut memberikan bantuan sembako dan sejumlah logistik kepada warga terdampak longsor.
“Jadi saya hari ini bersama teman-teman Jabar Bergerak Pramuka dan juga dari masyarakat peduli itu hadir untuk melihat kondisi warga,” tandasnya.







