Jeje Ritchie Tegaskan Rotasi Mutasi Pejabat di Bandung Barat Tanpa Jual Beli Jabatan dan Intervensi

- Penulis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, saat konferensi pers di ruang Setda Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, saat konferensi pers di ruang Setda Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan bahwa pelaksanaan rotasi dan mutasi (rotmut) pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat dilakukan secara murni berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Ia memastikan tidak ada praktik jual beli jabatan maupun intervensi pihak mana pun dalam proses tersebut.

Dalam konferensi pers di Kantor Bupati Bandung Barat, Kamis 16 Oktober 2025, Jeje membantah tegas isu adanya transaksi jabatan yang sempat mencuat di publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak ada transaksional dalam rotasi mutasi pejabat Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat. Tidak ada jual beli jabatan, dan juga tidak ada peran Sekda. Itu tidak ada sama sekali,” tegas Jeje.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, saat konferensi pers di ruang Setda Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, saat konferensi pers di ruang Setda Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

Jeje menjelaskan, rotasi mutasi tidak dilakukan secara mendadak. Pemerintah daerah telah menjalani proses panjang sesuai regulasi yang jelas serta mempertimbangkan evaluasi kinerja dan kebutuhan organisasi.

“Ini semua ada proses yang sesuai prosedur, sesuai ketentuan. Tidak ada yang dilanggar sama sekali. Jadi ini saya punya dasarnya,” ujarnya.

Baca Juga:  PERSIB Juara Liga 1, video Bobotoh berpesta sambut kemenangan

Sebelum dilantik, para pejabat yang ditempatkan pada jabatan baru sudah menyatakan kesediaan mereka secara lisan dan tertulis untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Saya menanyakan kepada para pejabat yang sudah dilantik, apakah bersedia menerima amanah? Mereka sudah mengisi secara lisan dan tertulis bahwa siap menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” kata Jeje.

Jeje juga menegaskan sikap tegasnya terhadap aparatur yang merasa tidak puas dengan hasil penempatan jabatan.

“Jika memang ada yang tidak puas dengan penugasan yang saya berikan, saya persilakan untuk mengundurkan diri dari jabatan. Kalau tidak puas, mari silakan mundur,” tegasnya.

Menurut Jeje, praktik jual beli jabatan mungkin terjadi di masa lalu sebelum dirinya dan Wakil Bupati Asep Ismail memimpin. Namun, di era kepemimpinannya, praktik tersebut dipastikan tidak akan ditoleransi.

“Di kepemimpinan saya dan Pak Asep Ismail tidak akan ada jual-beli jabatan transaksional atau calo-calo jabatan. Ini mungkin di masa lalu pernah ada, tapi sekarang dipastikan tidak akan ada,” ujarnya.

Baca Juga:  Kebakaran Hebat di Ngamprah, Diduga Berasal dari Pom Mini Depan Kantor Pemda KBB

Jeje menyatakan siap menindak tegas jika ada oknum yang terbukti melakukan kecurangan atau transaksi jabatan.

“Saya akan tindak tegas kalau ada oknum yang masih terbukti melakukan jual beli jabatan. Saya akan usut sampai ke akar-akarnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, aksi protes dilakukan oleh Koordinator Aksi Asep Herna, sekaligus Ketua Komando Kesatuan Peduli Merah Putih (KKPMP) KBB. Ia menyebut gerakan ini lahir dari keprihatinan terhadap arah pemerintahan yang dianggap menyimpang dari prinsip transparansi dan meritokrasi.

“Berdasarkan laporan masyarakat dan fakta lapangan, ditemukan indikasi kuat permainan anggaran, penyalahgunaan kewenangan, serta jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Bandung Barat,” beber Asep.

Asep menilai, rotmut pejabat KBB tidak lagi berdasarkan sistem merit, melainkan intervensi kekuasaan. Ia juga menuding adanya dugaan keterlibatan Sekda Ade Zakir alias AZ yang disebut memanipulasi kebijakan anggaran dan memusatkan kendali keuangan.

“Ada juga dugaan keterlibatan oknum DPRD berinisial DAM dalam pengaturan mutasi dan proyek APBD, menunjukkan DPRD gagal menjalankan fungsi pengawasan dan merusak kepercayaan publik,” jelasnya.

Baca Juga:  Sempat Diwarnai Polemik Calon Independen, KPU KBB Tetapkan 5 Paslon Pilkada 2024



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat
Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 
Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat
Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung
Tragedi Kapal Virgo di Laut Jawa, Faisal Warga KBB Ceritakan Detik-detik Selamat dari Maut
17 Bangunan di Padalarang KBB Terindikasi Melanggar, Warga Sukamaju Sepakat Bongkar Mandiri
Revitalisasi Sekolah di KBB Diduga Dikuasai Suplier Luar Daerah, Kepsek dan Komite Disebut Hanya Jadi “Penonton”

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:18 WIB

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa

Selasa, 22 September 2026 - 12:01 WIB

Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Selasa, 22 September 2026 - 10:19 WIB

Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 

Selasa, 22 September 2026 - 09:55 WIB

Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat

Selasa, 22 September 2026 - 09:54 WIB

Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung

Berita Terbaru