SEKITARKITA.id – Peta persaingan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai mengerucut.
Kader senior Partai Golkar, Edi Rusyandi, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar KBB dengan membawa dukungan mayoritas pemilik hak suara.
Edi yang juga pernah maju sebagai bakal calon Bupati Bandung Barat pada Pilkada sebelumnya, mendaftarkan diri di Sekretariat DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Edi mengklaim telah mengantongi dukungan dari 22 pemilik hak suara, yang terdiri dari 16 Pengurus Kecamatan (PK) serta unsur organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar.
Dengan dukungan tersebut, peluang terjadinya aklamasi dalam Musda V Golkar KBB dinilai semakin terbuka.
“Insya Allah 22 pemilik hak suara sudah menyerahkan dukungan kepada saya. Walaupun pendaftaran masih dibuka sampai pukul 24.00 WIB, saya tetap menghormati proses organisasi yang sedang berjalan,” ujar Edi kepada wartawan usai menyerahkan berkas pendaftaran.
Menurut Edi, keputusannya maju sebagai bakal calon Ketua DPD Golkar KBB bukan semata mengejar jabatan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk membesarkan partai.
“Saya mendaftar semata-mata sebagai seorang kader yang memiliki rasa memiliki terhadap partai. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari pengabdian saya untuk membawa Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat semakin maju,” katanya.
Apabila dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat, Edi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Barat, menegaskan akan memprioritaskan konsolidasi internal guna memperkuat soliditas seluruh kader.
Menurutnya, kemajuan partai tidak hanya bergantung pada figur ketua, tetapi ditentukan oleh kekompakan seluruh elemen organisasi.
“Yang paling penting hari ini adalah membangun semangat kebersamaan, soliditas, dan kekompakan seluruh kader. Pikiran saya sendiri tidak cukup, tetapi harus mampu mengakomodasi harapan seluruh keluarga besar Partai Golkar,” ujarnya.
Edi juga memberikan apresiasi terhadap kepengurusan sebelumnya yang berhasil meningkatkan perolehan kursi DPRD Kabupaten Bandung Barat dari lima menjadi delapan kursi pada Pemilu 2024.
“Ini menjadi modal besar. Tugas kita berikutnya adalah meningkatkan lagi prestasi tersebut pada pemilu yang akan datang,” ungkapnya.
Selain memperkuat konsolidasi, Edi berkomitmen menghidupkan kembali seluruh organisasi Hasta Karya agar lebih aktif berperan di tengah masyarakat.
Ia menilai organisasi di bawah naungan Partai Golkar harus mampu menjadi kekuatan sosial sekaligus memperkuat mesin politik partai menjelang agenda politik mendatang.
“Kita hidupkan lagi seluruh Hasta Karya agar organisasinya aktif dan hadir di tengah masyarakat. Di sisi lain, delapan anggota Fraksi Golkar DPRD KBB juga harus menjadi pengawal pembangunan Kabupaten Bandung Barat sesuai aspirasi masyarakat,” jelasnya.
Meski namanya kerap disebut sebagai salah satu figur potensial pada kontestasi Pilkada mendatang, Edi menegaskan fokus utamanya saat ini adalah membesarkan Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat.
“Fokus saya hari ini hanya membesarkan Partai Golkar. Urusan politik lainnya nanti, setelah konsolidasi partai selesai,” tegasnya.
Sementara itu, Steering Committee (SC) Musda V DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat, Eber Simbolon, membenarkan bahwa hingga Sabtu siang dukungan dari seluruh Pengurus Kecamatan telah diserahkan kepada Edi Rusyandi.
Meski demikian, panitia tetap membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPD Golkar KBB hingga pukul 24.00 WIB sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kalau ada yang ingin mendaftar tetap kami terima sampai batas waktu yang ditentukan. Tetapi berdasarkan dukungan yang sudah masuk, hampir seluruh persyaratan dukungan telah berada pada calon yang mendaftar hari ini,” kata Eber.
Menurutnya, kehadiran Edi Rusyandi menjadi angin segar bagi Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat karena dinilai memiliki pengalaman organisasi, kapasitas politik, serta jaringan yang luas.
“Kalau nanti memang terjadi aklamasi, tentu itu merupakan keputusan demokratis berdasarkan dukungan yang diberikan para pemilik hak suara. Yang terpenting, Musda ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang semakin memperkuat Partai Golkar di Kabupaten Bandung Barat,” pungkasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







