SEKITARKITA.id – Keterbatasan anggaran pembangunan desa membuat perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menghadapi berbagai kendala.
Kondisi tersebut mendorong warga Kampung Rancakuda, Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, melakukan perbaikan jalan secara swadaya.
Warga bersama para donatur berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp40 juta untuk memperbaiki jalan yang telah lama mengalami kerusakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Belakangan diketahui, dana tersebut digunakan untuk pengecoran jalan sepanjang sekitar 120 meter dengan lebar rata-rata 2,5 meter.
Proses pengecoran jalan dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Kampung Rancakuda RT 01/RW 01, Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Bandung Barat.
Jalan tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat karena berada di kawasan perbatasan Desa Citapen dan Desa Cihampelas.
Selain menjadi akses jalan lingkungan, jalur tersebut juga menjadi jalan alternatif yang menghubungkan kawasan permukiman dengan jalan raya kabupaten.
Kerusakan jalan sebelumnya cukup mengganggu aktivitas warga. Kondisi jalan yang tidak memadai membuat masyarakat harus lebih berhati-hati saat melintas, terutama ketika digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Kepala Desa Citapen Iwan Kristiawan turut hadir menyaksikan proses pengecoran jalan yang dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat.
Iwan mengapresiasi kepedulian warga, para donatur, serta pengurus RT dan RW yang ikut terlibat dalam perbaikan infrastruktur tersebut.
Menurutnya, perbaikan jalan Kampung Rancakuda menjadi contoh nyata kolaborasi masyarakat ketika pemerintah desa menghadapi keterbatasan anggaran.
“Berkat swadaya masyarakat dan juga donatur yang peduli dengan lingkungan ini, kolaborasi juga dengan para pengurus RT dan RW,” kata Iwan kepada wartawan, Senin 10 Agustus 2026.
Iwan secara terbuka mengakui bahwa keterbatasan anggaran desa menjadi salah satu kendala dalam melakukan pembangunan infrastruktur di wilayah Desa Citapen.
“Desa juga sudah tidak dapat membangun infrastruktur seperti sebelumnya karena anggaran desa sudah tidak ada lagi untuk membangun jalan kampung,” ujarnya.
Untuk mendukung proses pengecoran jalan, Pemerintah Desa Citapen turut memberikan bantuan berupa dua unit mobil pikap.
Kendaraan tersebut digunakan untuk mengangkut material beton ke lokasi pengecoran karena kendaraan truk molen tidak dapat masuk hingga titik pekerjaan.
Dukungan tersebut membuat proses pengecoran tetap dapat berjalan meskipun kondisi akses menuju lokasi cukup terbatas.
Perbaikan jalan sepanjang 120 meter ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat yang menggunakan jalur tersebut.
Meski pengecoran sepanjang 120 meter telah selesai dilakukan, perbaikan tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan infrastruktur jalan di kawasan tersebut.
Masih terdapat sejumlah bagian jalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Apalagi, lokasi jalan berada di wilayah perbatasan Desa Citapen dan Desa Cihampelas sehingga diperlukan perhatian dan kolaborasi lebih lanjut dari berbagai pihak.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur dasar di tingkat lingkungan masih cukup besar.
Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah desa, masyarakat Kampung Rancakuda memilih tidak tinggal diam. Mereka menggalang dana secara bersama-sama untuk memperbaiki akses yang setiap hari digunakan warga.
“Semangat gotong royong tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat masih menjadi kekuatan penting dalam menjaga dan membangun fasilitas umum,” jelasnya.
Warga Kumpulkan Rp40 Juta dari Donatur
Ketua pelaksana pengecoran jalan, Asep Eot, mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan hasil inisiatif masyarakat dengan dukungan sejumlah donatur.
“Saya sebagai panitia pembangunan jalan dengan anggaran Rp40 juta dari donatur yang paling besar pak haji Emuh dan yang lainnya memberikan sumbangan. Saya memohon maaf kepada warga karena sementara jalan ditutup untuk dilakukan pengecoran,” ujar Asep.
Asep menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan para donatur yang telah memberikan bantuan sehingga pengecoran jalan dapat terlaksana.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam merealisasikan perbaikan jalan di Kampung Rancakuda.
Pembangunan jalan secara swadaya ini pun menjadi gambaran bahwa gotong royong masyarakat masih menjadi solusi di tengah keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur desa di Bandung Barat.
Namun, perbaikan secara swadaya juga menunjukkan masih adanya kebutuhan pembangunan infrastruktur yang membutuhkan perhatian pemerintah agar akses masyarakat dapat terus terjaga dan digunakan dengan aman.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







