Buruh Kecewa, Peringatan May Day di Bandung Barat Tanpa Menyentuh Isu Krusial Ketenagakerjaan

- Penulis

Minggu, 18 Mei 2025 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 yang digelar di Lapangan Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Abdul Kholilulloh

i

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 yang digelar di Lapangan Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 yang digelar di Lapangan Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Minggu, 18 Mei 2025, menuai kekecewaan dari Koalisi 6 Serikat Buruh KBB.

Koordinator Koalisi 6 Serikat Buruh, Dede Rahmat, mengungkapkan bahwa kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, terkesan hanya menjadi agenda seremonial yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tanpa menyentuh isu-isu krusial ketenagakerjaan.

“Kami kecewa. Acara ini tampak hanya milik pemerintah. Dari awal hingga akhir, tak ada sambutan atau ruang bicara untuk serikat buruh. Bahkan tak satu pun pernyataan tentang program ketenagakerjaan dari Bupati,” ujar Dede Rahmat saat ditemui Sekitarkita.id dilokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan tema “Merajut Kebersamaan untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja dan Produktivitas Nasional”, kegiatan May Day justru sepi dari kalangan buruh, dan lebih banyak dihadiri warga sekitar lokasi acara.

Koordinator Koalisi 6 Serikat Buruh, Dede Rahmat (foto: Abdul Kholilulloh)
Koordinator Koalisi 6 Serikat Buruh, Dede Rahmat (foto: Abdul Kholilulloh)

“Seharusnya May Day ini menjadi momentum buruh, tapi yang hadir bukan dari kalangan pekerja. Tidak ada dialog atau harapan yang ditawarkan pemerintah. Kami butuh solusi nyata, bukan panggung seremoni,” tambahnya.

Baca Juga:  Peringatan Hari Pramuka ke-63: Bupati Karawang Kukuhkan 424 Pramuka Garuda

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat seakan menutup ruang partisipasi serikat buruh dalam proses perencanaan kegiatan.

“Dinas Tenaga Kerja pun tidak pernah melibatkan kami dalam pembahasan atau penyusunan acara. Akhirnya, ini hanya jadi ajang pamer, bukan bentuk keberpihakan,” tegas Dede.

Serikat Pekerja Soroti Pengusaha Nakal dan Lemahnya Pengawasan

Kritik juga datang dari Ketua Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (PC FSP KEP SPSI) KBB, Dadang Ramon. Ia menyoroti minimnya pengawasan pemerintah terhadap pelanggaran normatif yang masih marak di perusahaan-perusahaan, khususnya sektor pertambangan.

“Banyak buruh tambang yang belum mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Ini sangat memprihatinkan. Pemerintah harus turun tangan dan memberikan sanksi tegas kepada pengusaha nakal,” ucap Dadang.

Ketua Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (PC FSP KEP SPSI) KBB, Dadang Ramon (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (PC FSP KEP SPSI) KBB, Dadang Ramon (foto: Abdul Kholilulloh)

Ia juga menambahkan bahwa peringatan May Day seharusnya menjadi pengingat pentingnya perlindungan hak buruh, bukan sekadar seremoni tahunan.

“Hari libur nasional pun masih banyak dilanggar. Para pekerja tetap diwajibkan bekerja tanpa perlindungan. Kami mendorong pemerintah untuk mengeluarkan anjuran tegas dan meningkatkan pengawasan ketenagakerjaan,” tegasnya.

Baca Juga:  Sakola Budaya 2025 di Cirebon: Cara Seru Generasi Muda Mengenal Warisan Budaya Jawa Barat

Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengirimkan surat resmi kepada Pemkab Bandung Barat dan instansi terkait, termasuk BPJS, untuk menindaklanjuti pelanggaran normatif dan mendorong pendataan pekerja di sektor rawan.

Baik Koalisi 6 Serikat Buruh maupun PC FSP KEP SPSI berharap, momentum May Day di tahun-tahun mendatang dapat digelar dengan lebih substansial, melibatkan buruh secara aktif, serta menghadirkan solusi nyata atas persoalan ketenagakerjaan.

“Kami bukan ingin panggung, tapi ingin mendengar langsung komitmen dan program dari Bupati untuk kesejahteraan buruh ke depan. Ini penting agar May Day tidak kehilangan maknanya,” tutup Ramon menandaskan.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren
Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual
Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 
Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir
Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo
Aksi Demo Bandung Berujung Ricuh, Truk Polisi Jadi Sasaran Lemparan Massa
Greenpeace Kibarkan Baliho di Bundaran HI, Soroti Krisis Iklim hingga Kinerja Pemerintah
Persib Vs Persik Berakhir 1-0, Sundulan Julio Cesar Antar Maung Bandung Amankan Tiga Poin

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo

Berita Terbaru